5

Aku Guru Yang Akhirnya Harus Mengakui Pesona Kupu-Kupu (+2)

Philipus Sarono October 9, 2013

Pengalaman membantu mengajar di TK menjadi pengalaman yang sangat berarti bagi saya, setelah sepuluh tahun lebih bersama anak-anak SD. Hal ini terutama dalam hal management kelas, menyiapkan kelenturan strategi dan pemahaman terhadap psikologi anak. Lebih dari itu pengelolaan energi lebih efektif dan efisien serta memilih bahasa komunikasi di kelas semakin lebih mengena.
Berikut sepenggal pengalaman saya, ketika mendapat kepercayaan memberikan pengenalan Bahasa Inggris di TK.
Setelah melewati pertemuan demi pertemuan dengan anak-anak TK, tidak mungkin saya pungkiri lagi bahwa media sangat diperlukan untuk membuat mereka mau mendengar, mau berinteraksi dengan suasana kelas yang saya harapkan dapat menunjang indikator yang kita harapkan. Menyanyi dan mendongeng memang sangat menarik, tetapi tidak semua tercapai dengan itu.
Suatu hari saya sudah sangat siap dengan aneka kertas warna-warni, gambar-gambar yang saya yakini akan membuat anak-anak yang sangat energik itu enjoy pada saat belajar Bahasa Inggris.
Tanda-tanda itu mulai terbukti ketika baru mendekati pintu kelas, mereka sudah berteriak yes..yes… dengan tatapan yang antusias.
Lima menit awal berajalan lancar menyanyi dan mengulas permainan minggu lalu. Namun, tiba-tiba seekor kupu-kupu besar memasuki kelas, mengelilingi kelas dengan berputarputar- diatas kepala anak-anak.”Wow wow …. keren”. Kelas menjadi hiruk pikuk, apalagi setelah sang kupu hinggap di tembok kelas. Secara spontan lebih dari 30 anak itu langsung mendekat. Karena hampir semua memberi komentar maka suara saya sudah tidak terdengar dan menjadi sama sekali tidak menarik. Untungnya saya teringat pada sebuah buku yang agak lupa Quantum Teacher kalau tak salah, dimana momentum ini harus menggerakkan energi siswa untuk belajar. Akhirnya saya pun langsung bergabung bersama mereka, dan mereka pun merasa semakin dekat dengan dimengerti. “Hemmm, It’s beautiful butterfly. You love it?”.Mereka dengan semangat menjawab “Yes, yes, yes”
Saya menambahkan,’It’s nice colour. You see, I’ve got some papers on the table” Saya anggap mereka mengerti, kemudian saya bergegas mengambil satu kertas warna di meja dan mendekatkan kertas ke kupu-kupu.”It is red, what colour is it?” “red red red” mereka semakin antusias. “take one more red on the table” Kebetulan kupu-kupu yang datang sangat berwarna-warni sehingga terjadi aktifitas yang membuat mereka bisa membawakan kertas warna satu persatu.
Tanpa terasa kupu-kupu telah memberi energi lebih yang membuat mereka belajar lebih dari yang saya rencanakan. Modalitas belajar mereka semua terpakai.
Menyadari momentum dan menggunakan energinya untuk mengelola kegiatan kelas menjadi saya selalu menyadari bahwa “Aku Jelous sama Kupu-Kupu”

Comments (5)

  1. Terima kasih sharingnya pak Sarono, pengalaman yang menarik. Memang faktor psikologis sangat dominan dalam melayani anak TK. Secara spontan kita harus bisa mengubah layanan untuk menyesuaikan alur pembelajaran dengan apa yang terjadi di kelas. Guru harus fleksibel, mudah beradaptasi dengan sikon kelas. Ya pak Sukani saya sepakat. Salam perjuangan.

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar