5

AKU DAN GURU (+4)

wasridewi tambunan May 7, 2015

Topic: pengalaman menyenangkan dari menjadi seorang guru
AKU DAN GURU

Saya memulai pengalaman mengajar pertama kali menjadi seorang volunteer teacher di sebuah organisasi kemahasiswaan yang bernama Sekolah Nonformal di fakultas ekonomi dan bisnis di universitas indonesia. Waktu itu saya tidakterlalu mengerti kenapa saya akhirnya memutuskan untuk ikut mendaftar. Yang saya sadar dan saya yakini adalah saya hanya ingin melakukan sesuatu di bidang social.
Sejak SMA saya selalu membantah ketika orang-orang disekitar saya mengatakan kalau saya harus menjadi guru untuk menggantikan orang tua saya yang berprofesi sebagai seorang guru. dan saya dengan terang-terangan mengatakan kepada orangtua saya bahwa saya tidak ingin menjadi seorang guru. bukan tanpa alasan saya mengatakan hal tersebut. Ada beberapa alasan yang membuat saya tidak ingin menjajaki profesi tersebut, salah satunya adalah profesi guru yang hanya punya gaji pas-pasan. Setidaknya saat itu hal tersebutlah yang terlintas di dalam pikiran pendek saya.
Sebenarnya saya tidak terlalu percaya dengan yang namanya karma, namun kalau ini adalah karma saya akan sangat bersyukur untuk karma ini. Bagaimana tidak? Dengan saya ikut menjadi volunteer teacher selama satu tahun, saya akhirnya mengerti mengapa orangtua saya dan mungkin orang lain memilih untuk menjadi seorang guru. Di volunteer teacher Saya mengajar hanya satu kali dalam seminggu dan menurut saya itu adalah waktu yang sangat berharga. Karena meskipun saya lelah dengan kegiatan kuliah, dan harus lanjut mengajar anak-anak kelas 5 SD yang notabenenya sangat hyper aktif saya tidak merasa semakin lelah, tetapi malah semakin segar dan bugar, hal itu yang aneh menurut saya. Saya selalu menunggu agar hari selasa cepat tiba. Saya tidak akan pernah bosan untuk mendengarkan cerita dan pertanyaan anak-anak nakal itu, dan tidak akan pernah bisa berhenti tertawa bila mereka melemparkan sebuah lelucon.
ternyata guru bukanlah hanya sebuah profesi yang tidak punya masa depan atau prospek hidup yang memadai.menjadi guru ternyata tidak hanya menjadi seorang “guru”, tidak hanya sekedar mengajar di depan kelas dan menghukum bila anak didiknya salah. Menjadi seorang guru ternyata lebih dari sekedar itu. Menjadi volunteer teacher mengajarkan saya bagaimana menjadi manusia. Bukan nilai ekonomi yang saya lihat, bahkan saya tidak sadar bahwa saya adalah seorang sukarelawan. Saya hanya sadar saya Menjadi seorang yang sabar dan mampu mengontrol emosi di hadapan anak didik saya. menjadi volunteer teacher mengajarkan saya bahwa seorang guru i harus bisa menggurui diri sendiri terlebih dahulu. Dan yang paling saya ingat adalah menjadi seorang volunteer teacher mengajarkan saya makna dari sebuah ketulusan dan kelikhlasan. Agak terdengar klise mungkin kedengarannya, namun pada kenyataannya itulah yang saya temukan dan saya rasakan. Hal yang ajaib dari seorang anak didik adalah mereka mengetahui kondisi pengajar atau guru mereka pada saat akan mengajar. Bila saya dalam keadaan kurang sehat atau saya dalam keadaan lelah dan dalam mood yang kurang baik, maka mereka akan langsung diam dan tidak berani bercanda. Mereka akan ikut-ikutan murung selama belajar, meskipun saya sudah berusaha untuk memasang lelucon dan senyum palsu. Bahkan dengan tidak segan-segan anak didik saya akan langsung bertanya kepada saya dan menyemangati saya untuk selalu sehat. Basa-basi sepele tetapi sangat membekas didalam hati saya. Sangat berbeda ketika teman saya dan anak didik saya mengatakan agar saya cepat sembuh. Ada sebuah ketulusan disana.
Saya mulai mengubah pandangan saya terhadap seorang guru sejak saat itu, dan meskipun saya tidak ingin berprofesi menjadi seorang guru, namun saya ingin tetap menjadi seorang guru sampai nanti ketika saya tidak bisa lagi menjadi guru.
Keterangan: :“Artikel ini diikutkan dalam lomba menulis Guraru untuk Bulan Pendidikan berhadiah Acer One 10”.

Comments (5)

  1. Saya mulai mengubah pandangan saya terhadap seorang guru sejak saat itu, dan meskipun saya tidak ingin berprofesi menjadi seorang guru, namun saya ingin tetap menjadi seorang guru sampai nanti ketika saya tidak bisa lagi menjadi guru.

    ==================================================
    TERIMA KASIH sudah MENGHORMATI GURU 🙂

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar