0

Aktivitas Kebugaran Jasmani Volume 2 : Kelentukan (0)

oloan February 20, 2021

1.Kelentukan (Flexibility)

Kelentukan adalah jarak gerakan yang dimungkinkan oleh persendian dan otot-otot disekitarnya. Artinya, lentuk tidaknya seseorang banyak ditentukan oleh luas sempitnya ruang gerak sendi-sendi serta oleh elastis tidaknya otot-ototnya.

Kelentukan merupakan kualitas yang spesifik, yaitu seseorang bisa jadi sangat lentuk dalam satu set persendian tetapi tidak begitu lentuk pada persendian lain. Ada persendian yang merespon lebih cepat pada latihan peregangan tertentu dari pada yang lain.

Kelentukan sangat penting dalam hampir semua cabang olahraga walaupun kepentingannya berbeda-beda antara olahraga yang satu dengan olahraga yang lainnya. Untuk olahraga seperti senam, loncat indah, atletik, renang,

Utama terkuasainya beberapa anggar, permainan, kelentukan ini diperkirakan menjadi penunjang dominan untuk keberhasilannya.

Khusus untuk olahraga tertentu, kelentukan menjadi syarat gerakan yang ada di dalamnya. Disamping itu, kelentukan berguna untuk tercapainya gerakan yang indah dan artistik.

Secara umum, kelentukan juga berguna untuk ;

Mengurangi kemungkinan terjadinya cedera otot dan sendi

Mengembangkan unsur-unsur kecepatan, koordinasi, dan kelincahan gerak

Membantu meningkatkan prestasi

Menghemat pengeluaran energi dan usaha pada waktu melakukan gerakan-gerakan (efisiensi gerak)

Membantu memperbaiki sikap tubuh.

Kelentukan dapat dikembangkan melalui latihan merenggangkan otot serta memperluas ruang gerak sendi. Dalam prakteknya, terdapat 4 bentuk latihan kelentukan yang dikenal dewasa ini, yaitu :

a.Perengangan dinamis (dynamic stretching)

Latihan ini dilakukan dengan menggerak-gerakkan anggota tubuh secara ritmis, dengan melibatkan gerakan melucut dan memantul ke dalam keluar dari posisi merenggang. Latihan ini biasa juga disebut ballistic stretching. Contoh dari latihan peregangan jenis ini, antara lain :

1.Memutar-mutar lengan ke depan dan belakang

2.Merenggut-merenggut lengan ke belakang

3.Membungkukkan dan melentingkan badan

4.Menendang kaki ke atas bergantian

5.Memiringkan badan ke kiri dan ke kanan

b.Peregangan statis (static stretching)

Peregangan statis pada dasarnya adalah menempatkan diri sedemikian rupa dalam satu posisi yang memanjang otot dan jaringan ikat lainnya serta mempertahankan posisi untuk satu periode tertentu, misalnya 30 detik. Otot-otot yang jika direnggangkan dengan cepat akan menimbulkan kontraksi refleksi yang melawan, dengan cara meregangkan secara statis dalam waktu tertentu justru akan terjadi efek sebaliknya, yaitu yang disebut quietening atau peredaan/penenangan refleks yang bisa memperpanjang otot secara maksimal. Oleh karena itu, jenis latihan ini dipandang lebih efektif dari latihan sebelumnya.

Suatu hal yang harus diperhatikan adalah peregangan hendaknya dilakukan secara perlahan-lahan tanpa kejutan, reganglah sampai batas terasa sakit, pertahankan sikap yang tercapai dalam beberapa waktu tertentu, kembalikan ke posisi semula dengan perlahan-lahan.

c.Peregangan yang dibantu (assusted stretching)

Peregangan ini dilakukan dengan melibatkan bantuan teman untuk secara aktif, meregangkan tubuh seseorang yang bertindak secara pasif. Jenis peregangan ini dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu :

1.Peregangan dengan pasif (passive stretching), yaitu peregangan yang dilakukan oleh pasangan dengan menambahkan tekanan lembut untuk menambah regangan. Orang yang diregang hanya bertindak secara pasif.

Tugasnya hanyalah memberi tanda kapan regang terjauh telah tercapai.

2.Peregangan pasif dan bertahan aktif (passive stretch and active hold) yaitu peregangan yang sama dengan peregangan pasif, hanya ketika sudut jarak rentangan terjauhnya tercapai, bantuan dilepaskan dan si pelaku harus berusaha menahan posisi regangan terjauh itu dengan usaha sendiri.

Dalam jenis peregangan ini perlu diwaspadai bahwa pasangan yang membantu biasanya tidak mengetahui sampai dimana regangan dapat dilakukan. Oleh karena itu, lakukan peregangan pasif ini dengan pelan dan berikan dorongan lembut yang bertahap.

d.Peregangan kontraksi-relaksi

Metode peregangan ini lebih sering disebut metode PNF (Proprioceptive Neuromascular Fasilitation). PNF berarti bahwa peregangan harus melalui kesadaran dari otot yang bersangkutan.

Hal ini diupayakan mengontraksikan otot terlebih dahulu untuk periode tertentu, baru diregangkan secara pasif atau secara statis. Otot yang semua dikontraksikan, pada detik berikutnya harus di ubah menjadi relaksasi baru diregang. Urutan pelaksanaannya adalah sebagai berikut :

1.Pada suatu kelompok tertentu yang mau diregangkan, pelaku melakukan kontraksi isometris (iso = sama, metris = ukuran). Tekan kontraksi ini hingga 6 detik atau lebih.

2.Setelah itu, pelaku meregang otot yang bersangkuntan secara perlahan-lahan. Pertahankan posisi terjauh dari kemungkinan gerak hingga 20 – 30 detik.

Demikian materi hari ini, sampai jumpa di materi berikutnya..Salam Olahraga

No comments yet

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar