0

Adaptasi dan Solusi Belajar Dari Rumah (BDR) (0)

Pengelola Guraru September 12, 2020

Demi memutus mata rantai penyebaran virus COVID-19, para pendidik harus menghadapi tantangan belajar dari rumah (BDR) selama new normal. Walau mulai terbiasa dan referensi materi pembelajaran mudah didapat, tantangan lain muncul dari akses internet.

Kegiatan BDR yang sudah dilaksanakan selama empat bulan terakhir, membuka mata guru, orang tua, dan sekolah untuk menyambut era digital dalam dunia pendidikan. Bahkan untuk mendukung digitalisasi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sedang menyiapkan aplikasi pendidikan terpadu.

Aplikasi yang sedang dirancang itu kabarnya dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam mencari ilmu secara mandiri. Serta meningkatkan kapasitas guru dalam mengetahui kompetensi siswa melalui tes daring.

Kendala Belajar Secara Online

Proses belajar mengajar yang dilakukan secara daring atau online memberi manfaat besar namun juga tak luput dari kendala. Pasalnya, belum tentu guru atau siswa mempunyai fasilitas gadget atau laptop yang memadai.

Sementara, belajar dari rumah atau diskusi online melalui video conference, teleconference, media sosial atau aplikasi pesan membutuhkan perangkat yang mendukung. Apalagi, tak semua orang tua siswa mempunyai akses internet. Kalaupun ada, hambatan yang muncul adalah gangguan internet atau lemot. 

Menurut hasil survei Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) tahun 2020, Indonesia termasuk negara yang tidak punya tempat belajar yang memadai dengan persentase 63 persen. Bahkan, ketersediaan akses komputer dan jaringan internet berada di urutan terbawah, yakni dengan persentase 48 persen.

Sehingga tidak heran jika masih banyak guru yang harus mengajar di rumah murid yang tak memiliki akses internet. Padahal di masa new normal ini, akses internet adalah sarana utama yang dibutuhkan untuk memperlancar proses belajar dan interaksi virtual antara guru atau dosen dengan peserta didik.  

Kendala ini cukup menyulitkan jika murid sedang mengisi kuis atau ujian bila menggunakan Google Form atau semacamnya. Sebab, jika internet error, peserta didik terpaksa harus mengisi soal kembali dari awal.

Solusi Agar Proses Belajar Dari Rumah Terlaksana Selama New Normal

Dengan semua keterbatasan yang ada selama proses mengajar dari rumah, para orang tua murid juga mengharapkan adanya solusi dari pihak sekolah soal kendala akses internet dan keterbatasan gadget. 

Namun jika berkaca dari daerah terpencil seperti Papua, proses belajar mengajar tetap berjalan dengan segala keterbatasan. Pasalnya, Papua melakukan dua metode mengajar. Yakni via internet atau daring dan luar jaringan (luring) atau tatap muka, seperti yang disarankan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Nah, demi menunaikan tugas mencerdaskan anak bangsa, metode luring bisa diimplementasikan para pendidik profesional untuk menangani anak didik yang tak punya akses internet. Cara yang bisa dilakukan oleh guru untuk melaksanakan metode luring ini adalah:

1. Langkah pembelajaran jarak jauh (PJJ) luring menggunakan media buku, modul dan bahan ajar dari lingkungan sekitar:

  • Menyiapkan bahan ajar atau hardcopy, jadwal, dan penugasan kemudian mengirimkannya ke peserta didik/orang tua/wali. Proses belajar dibantu orang tua/wali peserta didik.
  • Memastikan semua peserta didik telah mendapatkan lembar jadwal dan penugasan. Guru juga dapat melakukan kunjungan ke rumah peserta didik untuk melakukan pengecekan dan pendampingan belajar. Terlebih lagi untuk mendampingi peserta didik penyandang disabilitas. Jika ini dilaksanakan, wajib melakukan prosedur pencegahan penyebaran COVID19.
  • Jadwal pembelajaran dan penugasan belajar diambil oleh orang tua/wali peserta didik sekali seminggu di akhir minggu dan atau disebarkan melalui media komunikasi yang tersedia.
  • Guru dan orang tua/wali peserta didik yang bertemu untuk menyerahkan jadwal dan penugasan diwajibkan melakukan prosedur keselamatan pencegahan COVID-19.

2. Langkah PJJ luring menggunakan televisi dan radio:

  • Mendapatkan informasi mengenai jadwal pembelajaran melalui televisi/radio. Namun guru tetap harus ikut menyaksikan pembelajaran tersebut.
  • Menyosialisasikan jadwal pembelajaran kepada orang tua/wali dan peserta didik.
  • Setelah proses belajar usai, guru mengadakan sesi tanya jawab dan mencatat pertanyaan/ penugasan yang diberikan di akhir pembelajaran.
  • Setelah tugas dikumpulkan, guru akan memberi kunci jawaban dan menjelaskannya.
  • Penilaian dilakukan dengan mempertimbangkan ketuntasan seluruh aktivitas dan penugasan.

Baca juga: Tantangan Sekolah di Era New Normal, Seperti Apa?

Jika para Guru menilai pembelajaran jarak jauh luring cukup solutif dan cocok untuk diimplementasikan, jangan lupa melaksanakan prosedur pencegahan penyebaran COVID-19, ya.

Selama pandemi COVID-19, memang yang paling dirindukan bagi guru adalah bisa mengajar dan mengawasi murid secara tatap muka. Begitu juga bagi murid, ingin kembali merasakan belajar bersama teman di lingkungan sekolah. 

Itulah bagaimana gambaran belajar dari rumah yang dihadapi guru. Nah, di momen ini juga saatnya Guraru bergabung bersama guru, praktisi, atau konsultan pendidikan untuk berbagi informasi pendidikan dan berbagai benefit lain di website guraru.

Yuk, daftarkan diri sekarang!
Daftar Guraru

210 total views, 11 views today

No comments yet

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar