3

Adab Dalam Berdoa (0)

Zubaili March 26, 2021

Dalam berdoa kita juga perlu memperhatikan adab. Etika atau adab dalam berdoa, antara lain:


Pertama: Yakin dan percaya bahwa Allah akan mengabulkan doa tersebut. Kita harus yakin bahwa doa yang kita panjatkan akan Allah kabulkan, baik itu perkara besar daan sulit sekalipun.
Rasulullah menyerukan kepada kita agar memiliki kebulatan tekad dalam berdoa dan yakin kepada Allah SWT bahwa doa yang kita panjatkan akan terkabul.
Dari Anas r.a, ia berkata, “Bahwa Rasulullah saw bersabda, jika salah seorang di antara kamu berdoa, hendaklah ia sungguh-sungguh dalam memintanya. Janganlah ia mengatakan, “Ya Allah jika Engkau menghendaki berikanlah kepadaku’, karena sesungguhnya Allah tidak terpaksa untuk mengabulkan doa!”
Dari Abu Huradoah r.a, dia berkata, “Bahwa Rasulullah Saw bersabda “Berdoalah kamu kepada Allah SWT, dan kamu yakin akan dikabulkan, ketahuilah sesungguhnya Allah SWT tidak mengabulkan doa dari hati yang lalai dan bermain-main.” Imam Al Mubarakfuri berkata, “Makna hadits, dan kamu yakin dengan terkabulnya doa itu” adalah, kamu berada dalam keadaan yakin bahwa doa kamu akan dikabulkan. Artinya, ketika kamu berdoa, jadilah kamu berada dalam keadaan berhak untuk dikabulkan, dengan melaksanakan perbuatan baik dan menjauhi perbuatan yang mungkar, melaksanakan semua syarat syarat berdoa, seperti hadirnya hati, memperhatikan waktu-waktu dan tempat-tempat yang mulia, menggunakan keadaan-keadaan yang lembut seperti saat sujud dan lain sebagainya, agar rasa terkabulnya doa di hati kamu lebih besar daripada akan ditolak.


Kedua: Terus-menerus berdoa, Dari Abu Hurairah R,a dari Rasulullah Saw beliau selama ia tidak berdoa untuk perbuatan dosa, memutuskan silaturahim dan selama ia tidak tergesa-gesa.” Para sahabat bertanya, “Apakah yang dimaksud bersabda, dengan tergesa-gesa tersebut’? Rasulullah ‘Orang yang telah berdoa tersebut berkata, ‘Aku telah berdoa, tetapi aku tidak melihat doaku telah dikabulkan’, maka ketika itu ia merasa kesal dan tidak mau lagi berdoa’.”


Ketiga: Merendahkan dan melembutkan suara. Allah memerintahkan kepada kita agar merendahkan diri, merasa hina dina terhadap-Nya. Allah berfirman, “Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. “(Qs. Al A’raaf ayat 55)
Dari Abu Musa & berkata, Rasulullah sa, bersabda, “Rendahkanlah suara kamu, karena kamu tidak berdoa kepada sesuatu yang tuli dan tidak ada, sesungguhnya kamu berdoa kepada Dia Yang Maha Mendengar dan Maha Melihat. “


Keempat: Berdoa kepada Allah SWT, dengan Asma’ul Husna dan sifat-sifat-Nya Yang Agung Allah : berfirman, yang artinya “Hanya milik Allah asma’ul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asma’ul husna itu… “(Qs. Al A’raaf ayat 180).
Dari Buraidah , sesungguhnya Rasulullah mendengar seseorang mengucapkan, “Ya Allah, aku meminta kepada-Mu, aku bersaksi sesungguhnya Engkau adalah Allah, tiada tuhan selain Engkau Yang Maha Esa, tempat meminta yang tidak beranak dan tidak diperanakkan, tidak ada sesuatupun yang setara dengan-Nya’, Rasulullah bersabda, ‘Engkau telah berdoa kepada Allah dengan nama- Nya, jika meminta dengan nama-nama itu, maka Allah akan memberikan, jika berdoa dengan’doa itu, maka Allah akan mengabulkan.’’


Kelima: Berdoa dengan amal shalih. Hal ini terdapat dalam kisah tiga orang yang masuk ke dalam sebuah gua, mereka terperangkap oleh batu besar yang jatuh pada mulut gua, mereka melakukan tawassul kepada Allah dengan amal perbuatan mereka yang paling ikhlas dan paling benar, kemudian Allah mengabulkan doa mereka.


Keenam: Shalawat kepada Nabi Muhammad . Ini merupakan suatu perkara yang banyak dilupakan orang. Dari Anas bin Malik, beliau berkata, “Setiap doa terhalang, hingga seseorang yang berdoa itu mengucapkan shalawat kepada nabi Muhammad .”
Dalam satu riwayat disebutkan, “Setiap doa terhalang hingga orang yang berdoa Itu mengucapkan shalawat kepada nabi Muhammad @ beserta keluarganya. “


Ketujuh: Memakan Makanan yang baik, mengangkat kedua tangan dan menghadap kiblat.


Demikian beberapa adab atau etika dalam berdoa yang kami kutip dari: Majdi Fathi As-Sayyid 101 kisah orang-orang yang dikabulkan doanya/Majdi Fathi As-Sayyid; penerjemah, Ustadz Abdul Somad; editor Mukhlis B Mukti & Sri Yuliastuti, – Jakarta, Pustaka Azzam, 2018.

Comments (3)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar