6

Ada Permen Pada Saat Proses Belajar Mengajar Sebelum dan Selama New Normal (0)

Iwan Sumantri October 12, 2020
Suasana Guru Ketika PBM Sebelum dan Selama New Normal (Foto Dok.Pribadi)

Hampir 33 tahun saya mengajar, baru kali ini rasanya proses pembelajaran diluar dugaan dan datangnya tiba-tiba, seperti kita naik halilintar di arena permainan dufan ancol. Kita semua terkaget-kaget dengan datangnya pandemi covid-19, semua aspek kehidupan terkena dampak dan imbasnya.

Hampir 7 bulan sejak berlakunya pembelajaran dari rumah, guru, siswa dan orang tua bisa merasakannya bagaimana pembelajaran yang tak normal dirasakan. Pandemi Covid-19 merupakan keadaan darurat yang berpengaruh pada seluruh aspek kehidupan kita termasuk di dunia pendidikan. Kondisi pembelajaran seperti dipaksa untuk melakukan perubahan. Berbagai aktivitas yang yang biasanya bisa dilakukan sebelum pandemi Covid-19 tidak bisa lagi dilakukan demi mencegah penularan dan penyebaran virus Covid-19.

Memperhatikan perkembangan kondisi terkini penyebaran Corona Virus Disease (COVID-19) para guru terlena dan berkreasi dengan bagaimana upaya dalam proses pembelajaran dengan PJJ daringnya, mulai dari persiapan  membuat RPP daring, membuat media yang sesuai untuk penyampaian materi agar tersampaikan kesiswa. Guru berlomba-lomba berkreasi dalam media pembelajaran sesuai dengan kemampuannya.

Kita seolah-olah akrab dengan pembelajaran online sekarang ini, padahal ini barang baru bagi sebagian besar guru-guru di negeri ini. Tapi apapun yang kita rasakan semuanya kita jalani sekemampuan dan sebisa kita untuk melaksanakan proses pembelajaran di masa pandemi covid-19 sekarang ini.

Jika kita cermati dan rasakan oleh kita para guru, ada banyak permen” pada saat proses belajar mengajar sebelum dan selama new normal, yang menjadikan proses pembelajaran menurut saya menjadi unik.

Unik ada Banyak Permen?

Permen saya akronimkan menjadi peraturan menteri, permen juga saya akronimkan dengan Perasaan Menyenangkan dan Perasaan Menyedihkan.

Permen = Peraturan Menteri

Proses belajar mengajar sebelum dan selama New Normal diatur dengan peraturan 4 menteri yang kita dengan dengan 4SKB yang terdiri dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri yang isi adalah sekitar panduan penyelenggaraan pembelajaran pada tahun ajaran 2020/2021 dan tahun akademik 2020/2021 di masa pandemi corona virus disease 2019 (covid-19). Hal ini unik, bagaimana pandemi covid-19 mengimbas pada semua sektor kehidupan yang kita jalani.

Pelaksanaan Pembelajaran tatap muka juga menjadi unik dengan berlakunya 4SKB ini. Keputusan Kedua Pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan pada tahun ajaran  2020/2021  dan  tahun  akademik 2020/2021 sebagaimana dimaksud dalam Diktum KESATU tidak dilakukan secara serentak di seluruh wilayah Indonesia dengan ketentuan sebagai berikut: a)satuan pendidikan yang berada di daerah ZONA HIJAU….; b) satuan  pendidikan  yang  berada  di  daerah  ZONA KUNING, ORANYE, dan MERAH, dilarang melakukan proses pembelajaran tatap muka  di satuan pendidikan dan tetap melanjutkan kegiatan Belajar Dari Rumah (BDR). Pelaksanaan pembelajaran yang unik dan menjadi barang baru buat kita para guru tentunya.

Satuan pendidikan dapat memilih metode pendekatan (daring atau luring atau kombinasi keduanya) sesuai dengan kesedian dan kesiapan sarana dan prasarana yang dimilikinya.

Ini unik, di tiap daerah proses pembelajarannya bervariasi tergantung zona daerahnya dalam penyebaran covid-19.

Permen = Perasaan Menyenangkan

Jika kita mau jujur banyak hal yang menyenangkan buat kita khususnya para guru. Kompetensi kita selaku guru terutama dalam ICT/TIK meningkat. Sadar tidak sadar harus kita akui hal tersebut. Guru banyak yang membuat video-video pembelajaran untuk menunjang PJJ yang dilakukannya, Guru banyak ikut webinar yang kita rasakan hampir setiap hari webinar ada dan hal lainnya yang menyangkut PBM.

Hal terbaru yang menyenangkan adalah sejak tanggal 22 September 2020 ada bantuan kuota internet gratis dari pemerintah (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan) sudah masuk kuotanya. Masuknya kuota internet gratis di sekolah kami SMP Negeri 3 Cibadak, bersamaan dengan penyerahan langsung ke siswa melalui orang tua siswa yang kami undang kesekolah. Sebanyak 785 siswa yang terdaftar di S3 Ceria Berbudi (SMPN 3 Cibadak) secara bertahap mendapatkan kartu perdana SIMPATI . Selain siswa, sebagian guru yang menggunakan kartu simpati juga sudah terkirim kuota datanya.

Menyenangkan Ketika Siswa dapat bantuan Kuota Belajar (Foto Dok.Pribadi)

Penyaluran kuota internet gratis pemerintah ini dilakukan selama empat bulan, terhitung dari bulan September sampai dengan Desember 2020. Bantuan ini untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terutama para siswa, mahasiswa, pendidik dan tenaga kependidikan dan dosen guna menunjang Pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau belajar dari rumah (BDR) secara online  selama pandemi Covid-19.

Bantuan kuota internet gratis rencananya dimulai sejak tanggal 22 September 2020 sampai dengan 30 November 2020 secara bertahap.

Kemendikbud juga menerbitkan petunjuk teknis (juknis) sebagai pedoman dalam penyaluran bantuan kuota internet gratis pemerintah bagi PAUD, siswa, guru, mahasiswa, dan dosen.

Dalam juknis tersebut diungkapkan bentuk bantuan yang diberikan Kemendikbud berupa kuota internet dengan rincian yang dibagi atas kuota umum dan kuota belajar. Adapun, kuota umum ini untuk kebutuhan mengakses seluruh laman dan aplikasi, sedangkan kuota belajar adalah kuota yang dapat digunakan untuk mengakses laman dan aplikasi pembelajaran.

Besar kuota internet gratis untuk PAUD sebesar 20 GB per bulan, di mana bila dirinci 5 GB untuk kuota umum dan kuota belajar 15 GB. Untuk pelajar dari jenjang pendidikan dasar dan menengah mendapatkan kuota internet gratis 35 GB per bulan dengan rincian 5 GB untuk kuota umum dan kuota belajar 30 GB.

Sementara untuk kuota internet gratis bagi pendidik PAUD dan jenjang pendidikan dasar dan menengah akan memperoleh 42 GB per bulannya. Secara detail, 5 GB kuota umum dan 37 GB kuota belajar.

Sedangkan, kuota internet gratis mahasiswa dan dosen sama-sama mendapatkan 50 GB per bulan yang mana rinciannya 5 GB untuk umum dan 45 GB kuota belajar.

Kuota internet pada bulan pertama dan kedua berlaku 30 hari sejak diterima oleh pemilik HP. Sedangkan, kuota bulan ketiga dan keempat berlaku selama 75 hari secara bersamaan mulai November 2020.

Terlepas digunakan atau tidaknya, ini hal yang unik dalam proses pembelajaran selama new normal sekarang ini.

Permen = Perasaan Menyedihkan

Pandemi Covid-19 membuat saya para pendidik dan tenaga kependidikan dipaksa harus mengubah metode yang sudah biasa dilakukan, termasuk metode dalam penyelenggaraan  proses pembelajaran. PJJ Daring adalah salah satu solusi dalam dunia pendidikan agar Kegiatan Belajar Mengajar tetap bisa dilaksanakan dan hak siswa untuk mendapatkan layanan pembelajaran bias tersampaikan.

Banyak hal yang saya rasakan ketika menjalankan PJJ daring tersebut seperti halnya permen nano nano, ada nano nano rasa manis, ada nano nano rasa asin dan nano nano rasa manis. Jelas bukan permen tersebut ramai rasanya? Seperti halnya Guraru.or yang tak pernah sepi dengan berbagai ragam bentuk dan jenis tulisannya, begitu juga ketika saya melakukan PJJ daring.

Di PJJ daring dalam pelaksanaannya ada yang terasa manis ketika tugas dan apa yang kita sampaikan bisa tersampaikan dengan optimal, ketika dalam evaluasi para siswa mendapatkan hasil sesuai dengan yang diharapkan oleh kita. Mereka berkomentar positif dan menyampaikan pesan dan kesannya misalnya ketika zoom meeting, merekan bisa tertawa bahagia, ketika mereka bisa menyaksikan wajah-wajah temannya melalui posel atau PC nya, bercerita dan menyampaikan kondisi ketika mereka belajar.

Di PJJ daring ada rasa asamnya manakala ada siswa yang acuh dengan tugas PJJ daringnya, siswa tak memberikan respon apapun ketika kita memposting tugas atau aktifitas di google classroom, mereka tidak memberikan komentar apapun seolah-olah materi atau tugas yang kita sampaikan menjadi beban buatnya.

Di PJJ daring, terkadang ada pula yang berasa asin, dan dimana letak keramaiannya ada di rasa asin ini, seperti sebuah bumbu yang dapat meramaikan suasana ketika ada kuis atau video-video pembelajaran yang disampaikan melalui komentar-komentar atau pertanyaan-pertanyaan yang mereka sampaikan sekitar ke kuis atau video tersebut. Atau ketika ada tugas yang kurang mereka pahami untuk mengirimkannya.

Di PJJ daring inilah banyak hal yang harus dipahami oleh saya selaku seorang guru, kita dituntut untuk lebih bersabar, toleransi kita harus lebih optimal di tumbuhkan dalam diri seorang guru, menghargai tugas siswa yang dikerjakan untuk diapresiasi lebih oleh kita. Merdeka belajar harus benar-benar kita optimalkan.

Ketika kondisi darurat, saya tidak bisa melakukan proses pembelajaran dengan cara semaunya saya, saya harus melihat kondisi,keadaan para siswa dan orang tua dalam setiap proses PJJ daring yang saya lakukan dan juga harus melakukan kesepakatan dalam PJJ daring tersebut. Pembelajaran harus berkelanjutan. Tugas yang dikumpulkan siswa harus sesuai dengan minat dan kesukaan siswa. Saya harus memberikan umpan balik kepada siswa dan orang tua tentang PBM yang dilakukan sehingga ada tantangan untuk PBM selanjutnya. Waktu pengumpulan tugas harus fleksibel sesuai dengan kesepakatan di awal PBM. Saya harus memanfaatkan sumber daya yang ada

Saat siswa menuliskan hasil pembelajaran jarak jauhnya (Foto Dok.Pribadi)

Ketika kondisi darurat cara-cara yang bisa dilakukan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran fleksibel sesuai dengan kemampuan, media dan kondisi siswa. Tugas bisa dikerjakan sesuai dengan minat dan kemampuan serta kebisaan siswa itu sendiri dengan waktu yang telah disepakati. Tugas bisa melalui berbagai sumber yang ada disekitar lingkungan siswa

Poin strategi pembelajaran 5M yang jadi lebih penting dilakukan ditengah kondisi darurat dan PJJ daring rasa nano nano adalah : 1) Memanusiakan Hubungan; 2) Memahami konsep (menguasai pemahaman mendalam terhadap konsep yang dapat diterapkan di beragam konteks); 3) Membangun Keberlanjutan; 4) Memilih Tantangan; 5) Memberdayakan Konteks.

Pengalaman selama pelaksanaan belajar dari rumah (BDR) melalui pembelajaran jarak jauh (PJJ) masih banyak yang belum terungkap melalui tulisan ini. Setiap guru memiliki kesan dan pengalaman unik yang berbeda.  Demikian pula dengan siswa sebagai subjek pembelajaran, suara hati mereka perlu kita dengar agar proses belajar dari rumah (BDR) melalui pembelajaran jarak jauh dapat terlaksana sesuai dengan tujuan. Berikut ini adalah kutipan curahan hati dan pengalaman beberapa siswa  disekolah kami mengenai BDR selama masa pandemik COVID-19.

Siswa 1

“Pertama-tama saya ucapkan banyak terimakasih kepada guru-guru terutama wali kelas ter the best, karena di masa pandemik genting ini dengan rasa rela dan semangat mengarahkan anak-anak untuk tetap dalam proses ujian dan pembelajaran, semoga menjadi lilllah.

Hari pertama ujian, pasti setiap siswa merasakan jantung berdebar lebih cepat, penentuan masa depan tahap awal. Kabar korona menyebar ujian pun diadakan di rumah masing-masing, sorak suara saling bersahutan. Pertamanya ragu sih, lalu setiap siswa menyiapkan sebaik(baik)nya, saling komunikasi, jaringan kadang ga mendukung, tapi seruuu bangett, karena apa? Karena ujian tetap ada walaupun berbasis gadget, poko(k)nya seru ngutamain kebersamaan itu mah. Setiap selesai siswa pasti menanyakan besar nilai, wajib. Saling tukar kabar tentang hasil (ujian).

Sedih banget… serius, walaupun seru tapi rasa sedih terselip. Karena apa? Perjuangan masa SMP seperti tidak berkesan karena serba online. Ujian praktek pun hasil kreatif masing-masing tidak ada kebersamaan, semua serba individu. Rindu sekolah pokoknya, rindu suasana sekolah. Sebaik-baiknya belajar online akan lebih baik belajar face to face. Dukanya rindu melanda, sedih bangetttt. Semua rencana akhir SMP, ‘kita bikin kenangan biar bisa dikenang’, ‘ayo bikin kelas atau grup biar kalau kangen kalian bisa lihat foto kalian di kelas/ digrup’….semuanya terasa hambar kalau tidak ada pertemuan.

Berharap corona ini cepat hilang. Sehat terus untuk guru SMPN 3 Cibadak, terutama guru matematikaku, the best. 1 tahun bersama, keluh kisah terinspirasi.”

Siswa 2

“Belajar dari rumah cukup menyenangkan meski harus diakui saya merasa terbebani dengan jumlah soal yang banyak. Hal lainnya adalah belajar dari rumah mudah memunculkan perasaan bosan sebab tidak bias berinteraksi langsung dengan teman-teman sekelas dan hanya melangsungkan kegiatan belajar di rumah saja.

Agar supaya efektifitas pemberian materi belajar lebih diperhatikan. Selain itu agar soal-soal yang diberikan tidak terlampau banyak sehingga membuat siswa merasa terbebani. Meski membosankan ketika belajar dari rumah kita harus tetap disiplin melaksanakannya demi kebaikan bersama.”

Siswa 3

“ Belajar dari rumah secara online dan belajar di sekolah memiliki suasana dan kegiatan yang berbeda. Biasanya guru memberikan tugas secara langsung di depan kelas, kini guru hanya memberikan tugas melalui handphone (seperti classroom, whatapps ataupun email). Kadang merasa bosan mendapat tugas yang harus diselesaikan pada waktu yang telah ditentukan, tertinggal pelajaran/materi karena jaringan yang tidak stabil saat belajar dan tidak bisa bertemu langsung dengan guru-guru dan teman-teman.

Belajar dari rumah juga membuat saya lebih dekat dengan keluarga. Sebagai pelajar, kita harus semangat mencari ilmu dalam kondisi apapun. Dengan adanya wabah ini kita harus mengikuti himbauan pemerintah, jaga kesehatan dan hidup bersih. Selalu berpikir positif dan yakin ada hikmah dibalik kajadian ini.”

Salah satu tugas siswa yang dikirim via twitter (Foto Dok.Pribadi)

Ada hal menarik dan unik dari petikan ungkapan hati dan pengalaman siswa tersebut, ‘Sebaik-baiknya belajar online akan lebih baik belajar face to face’, ini menggambarkan bahwa suasana belajar di kelas memiliki banyak hal yang tidak ada pada proses belajar online. Interaksi sosial dengan sesama siswa, kolaborasi langsung saat di kelas dalam menyelesaikan tugas-tugas sekolah, dan tatap muka langsung saat belajar dengan guru-guru, menjadi beberapa hal yang sangat dirindukan siswa selama belajar dari rumah.

Menutup tulisan ini, terselip do’a dan harapan semoga wabah COVID-19 di bumi kita Indonesia dan dunia segera berakhir. Kerinduan belajar di kelas semoga segera terobati dengan berjalannya kembali kegiatan belajar mengajar seperti biasa.

 #WritingCompetition #NewNormalTeachingExperience 

Comments (6)

  1. Selamat malam Bapak Iwan 🙂
    terima kasih banyak atas partisipasi pada Guraru Writing Competition 2020.

    Kami pun ikut asyik dengan “Permen” dari bapak! dan ikut terbawa suasana dalam proses pembelajaran yang bapak bangun! Semoga #sharing pengalaman dan ilmu diatas dapat bermanfaat bagi rekan guru lainnya dan semoga beruntung untuk memenangkan salah satu hadiah dari Guraru!

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar