1

Ada Apa Dengan Boardingschool (+2)

Ramdhan Hamdani November 21, 2013

Ditengah tingginya kebutuhan masyarakat akan sumber daya manusia yang berkualitas sekaligus memiliki integritas, berbagai lembaga pendidikan seolah berlomba untuk menawarkan layanan pendidikan terbaik sesuai dengan konsepnya masing-masing. Adapun sistem sekolah berasrama (Boarding School) adalah salah satu  sekolah yang saat ini tengah “digandrungi” oleh masyarakat. Tingginya minat masyarakat untuk menyekolahkan anak-anak mereka disekolah semacam ini namun jumlah kursi yang tersedia sangat terbatas menyebabkan proses seleksi untuk dapat diterima disekolah semacam ini sangat ketat.

            Setidaknya ada tiga alasan mengapa sekolah dengan sistem asrama menjadi primadona saat ini. Pertama, dari segi akademik anak akan mampu belajar lebih fokus karena terbebas dari berbagai gangguan yang mungkin berpotensi menjadi hambatan bagi mereka selama proses pembelajaran. Pergaulan yang tidak sehat dan banyaknya tayangan media yang tidak mendidik bahkan cenderung menjerumuskan adalah permasalahan utama yang sering dikeluhkan oleh orang tua. Dalam hal ini sekolah asrama dianggap mampu untuk mengisolasi siswa dari hal-hal demikian.

            Kedua, sekolah asrama yang kental dengan budaya disiplin, kepatuhan dan kemandirian diharapkan mampu membangun karakter peserta didik. Selain itu dengan memiliki teman sebaya yang berasal dari berbagai daerah dengan budaya yang berbeda, memaksa siswa belajar untuk memahami budaya orang lain yang pada akhirnya akan mengasah kemampuan sosialnya.

            Ketiga, fungsi guru yang tidak hanya mengajar dikelas namun juga berperan sebagai pembimbing sekaligus murabbi secara tidak langsung akan menciptakan kedekatan emosional yang baik antara guru dan murid. Dengan begitu guru akan mampu mengenal potensi setiap murid dengan baik sekaligus mengetahui kesulitan belajar yang dihadapinya untuk segera dicarikan solusinya.

            Berdasarkan beberapa keunggulan tersebut tidak berlebihan jika sekolah dengan sistem asrama dikatakan bentuk pendidikan yang paling ideal untuk saat ini. Meskipun demikian bukan berarti sekolah semacam ini tanpa masalah. Ketidaksiapan siswa untuk tinggal jauh dari orang tua biasanya menjadi masalah tersendiri bagi siswa pada masa-masa awal pembelajaran. Selain itu bagi siswa yang terbiasa hidup bebas dan secara mental belum siap, sekolah dengan sistem asrama hanya akan menjadikan “penjara” bagi mereka. Akibatnya tak jarang mereka kabur dari sekolah dan pulang ke kampung halamannya.

            Oleh karena itu sebelum memasukkan anaknya ke sekolah asrama ada baiknya orang tua terlebih dahulu melihat sejauh mana kesiapan anaknya.  Dengan begitu kita akan mengetahui apakah sekolah asrama benar-benar tempat yang tepat untuk anak kita atau ada sekolah lain yang mungkin lebih cocok untuk mereka.

Ramdhan Hamdani

www.pancingkehidupan.com

About Author

Ramdhan Hamdani

Lahir di Bandung 30 tahun yang lalu, pria yang bernama lengkap Ramdhan Hamdani ini menghabiskan masa kecilnya dikota kelahirannya. Setelah menempuh pendidikan SMU, pria yang akrab disapa Kang Dadan ini pun melanjutkan studynya pada tahun 2000 ke Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Jurusan Pendidikan Bahasa Jerman. Kesulitan ekonomi yang saat itu dialaminya tak sedikit pun mengurangi semangatnya untuk tetap melanjutkan kuliahnya. Berbagai profesi sudah pernah dijalaninya. Mulai dari penjual koran, guru privat sampai dengan tukang becak pernah dilakoninya demi keberlangsungan kuliahnya. Ketertarikannya pada dunia komputer mendorongnya untuk mengambil kuliah jurusan Tehnik Informatika ditempat lain disaat kuliah di jurusan Bahasa nya masih berjalan. Kuliah mengambil dua jurusan sekaligus dan ditempat yang berbeda memang tidak mudah, tapi itulah yang dilakukannya. Pada tahun 2003, pria yang dikaruniai seorang istri ini pun berhasil meraih beasiswa pertukaran mahasiswa dari DAAD untuk menikmati perkuliahan di negara Jerman selama satu tahun. Sekembalinya dari sana, dia pun melanjutkan studinya di UPI dan berhasil menjadi wisudawan terbaik tingkat Fakultas pada tahun 2008. Kecintaannya terhadap dunia pendidikan menjadikan profesi pendidik menjadi jalan hidupnya. Berprofesi sebagai guru TIK di SDIT Alamy Subang dilakoninya sejak 4 tahun yang lalu. Selain aktif sebagai pengajar, pria yang beristri seorang guru Matematika SMA IT Assyifa Boardingschool Subang ini juga sangat produktif dalam membuat software-software untuk keperluan sekolahnya. Mulai dari software keuangan, absensi guru dan siswa, perpustakaan, pengolahan nilai dan software lainnya dibuat dengan tangannya sendiri dan dipersembahkan kepada lembaga sebagai bentuk pengabdiannya. Selain itu pria yang mempunyai hoby memancing ini pun aktif di berbagai media, baik cetak maupun media sosial dalam mengkampanyekan pendidikan yang berkualitas dan aktif dalam upaya untuk menciptakan penggunaan teknologi informasi untuk keperluan pendidikan. Adapun beberapa tulisannya yang pernah dipublikasikan oleh media cetak antara lain : 1. Ironi Pendidikan Agama Islam ( Republika, 07 Januari 2013 ) Baca 2. Hitam Putih SNMPTN 2013 ( Pikiran Rakyat, 16 Februari 2013 ) Baca 3. Antara Tim Sukses dan "Tim Sukses" ( Pikiran Rakyat, 28 Februari 2013 ) Baca 4. Sertifikasi Tanpa Isi ( Pikiran Rakyat, 16 Maret 2013 ) 5. Mengubah Paradigma Kegagalan ( Republika, 20 Mei 2013) Baca 6. Ironi Tenaga Kependidikan ( Republika, 29 Mei 2013 ) Baca 7. Pelajar dan Tembakau ( Pikiran Rakyat, 1 Juni 2013 ) Baca 8. Reinkarnasi RSBI ( Pikiran Rakyat, 5 Juni 2013 ) 9. Pentingnya Orientasi untuk Orang Tua ( Republika, 22 Juli 2013 ) Baca 10. Politisi dan Ijazah Palsu ( Pikiran Rakyat, 03 September 2013) Baca

View all posts by Ramdhan Hamdani →

Comments (1)

  1. Benar pak Ramdhan, apapun jangan ada suatu paksaan. Kemandirian kalau sdh terbiasa, tak masalah, tampaknya lbh bagus asrama. Kalau org tua msh membuat anaknya kurang mandiri, tak bisa dipaksa mandiri dan lgsg diasramakan. Semua proses ada tahapannya. Selamat beraktivitas, salam perjuangan.

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar