1

8 Protokol Kesehatan di Sekolah yang Penting Diperhatikan (0)

Pengelola Guraru January 27, 2022
8 Protokol Kesehatan di Sekolah yang Penting Diperhatikan

Sejak dunia pendidikan terdampak COVID-19 dan harus belajar dari rumah, para peserta didik telah mendapatkan edukasi mengenai pentingnya protokol kesehatan 5 M. Tujuannya, agar siswa patuh untuk menjaga kebersihan dan mengurangi risiko paparan COVID-19. Sehingga, ketika dimulainya pembelajaran tatap muka (PTM) di masa pandemi, para murid sudah terbiasa untuk mengikuti protokol kesehatan di sekolah.

Lantas, bagaimana dengan peraturan protokol kesehatan yang akan diimplementasikan di sekolah jika sebuah institusi pendidikan sudah mendapat izin melakukan PTM, ya? Berikut protokol kesehatan yang wajib diterapkan sesuai dengan SKB Menteri.

1.  Sebelum Berangkat

  • Sarapan/konsumsi gizi seimbang
  • Memastikan diri dalam kondisi sehat dan tidak memiliki adanya gejala umum seperti demam, batuk, pilek, nyeri tenggorokan, sesak napas, sakit kepala, mual/muntah, diare, anosmia (hilangnya kemampuan indra penciuman), atau ageusia (hilangnya kemampuan indra perasa).
  • Menggunakan masker sesuai ketentuan yang menutupi hidung dan mulut sampai dagu. Penggunaan masker kain paling Iama 12 (dua belas) jam dan masker bedah hanya digunakan 1 (satu) kali.
  • Sebaiknya membawa cairan pembersih tangan (hand sanitizer).
  • Membawa makanan beserta alat makan dan air minum sesuai kebutuhan.
  • Wajib membawa perlengkapan pribadi, meliputi: alat belajar, ibadah, alat olahraga, dan alat lain sehingga tidak perlu saling meminjam. 

2. Selama Perjalanan hingga Tiba di Gerbang Masuk Sekolah

  • Menggunakan masker dan tetap menjaga jarak paling sedikit 1,5 (satu koma lima) meter.
  • Hindari menyentuh permukaan benda-benda, tidak menyentuh hidung, mata, dan mulut, dan menerapkan etika batuk dan bersin setiap waktu
  • Membersihkan tangan sebelum dan sesudah menggunakan transportasi publik/ antar-jemput.
  • Pada area gerbang masuk pengantaran dan penjemputan dilakukan pada waktu dan lokasi yang telah ditentukan
  • Mengukur suhu tubuh
  • Melakukan cuci tangan pakai sabun (CTPS)
  • Untuk pengunjung atau tamu, memindai QR Code aplikasi Peduli Lindungi dan mengikuti protokol kesehatan di satuan pendidikan.

3. Sebelum Pembelajaran

  • Melakukan pembersihan dengan cairan desinfektan pada permukaan peralatan dan perlengkapan khususnya yang digunakan bersama atau secara bergantian oleh warga satuan pendidikan saat pelaksanaan pembelajaran tatap muka terbatas.
  • Memastikan kecukupan cairan desinfektan, sabun cuci tangan, air bersih di setiap fasilitas CTPS, dan cairan pembersih tangan (hand sanitizer).
  • Memastikan ketersediaan masker, dan/atau masker tembus pandang cadangan sekurang-kurangnya 57% dari jumlah warga satuan pendidikan.
  • Memastikan pengukur suhu tubuh nirsentuh (thermogun atau thermoscanner) berfungsi dengan baik.
  • Melakukan pengukuran suhu tubuh warga satuan pendidikan dan menanyakan/mengamati adanya gejala umum COVID-19 seperti demam, batuk, pilek, nyeri tenggorokan, sesak napas, sakit kepala, mual/muntah, diare, anosmia (hilangnya kemampuan indra penciuman), atau ageusia (hilangnya kemampuan indra perasa).

Baca juga: Persiapan Pembelajaran Tatap Muka yang Perlu Guru Ketahui

4. Selama Proses Pembelajaran

  • Pendidik memastikan warga satuan pendidikan menerapkan protokol kesehatan di seluruh lingkungan satuan pendidikan.
  • Pendidik melakukan pengamatan gejala umum COVID-19 seperti demam, batuk, pilek, nyeri tenggorokan, sesak napas, sakit kepala, mual/muntah, diare, anosmia (hilangnya kemampuan indra penciuman), atau ageusia (hilangnya kemampuan indra perasa).
  • Menggunakan masker dan menerapkan jaga jarak paling sedikit 1 (satu) meter.
  • Menggunakan perlengkapan pribadi, meliputi alat belajar, ibadah, alat olahraga dan alat lain sehingga tidak perlu saling meminjam.
  • Saling mengingatkan terkait protokol kesehatan.

5. Setelah Proses Pembelajaran

  • Tetap menggunakan masker dan melakukan CTPS dengan air mengalir sebelum meninggalkan ruang kelas
  • Keluar ruangan kelas dan satuan pendidikan dengan tertib sambil menerapkan jaga jarak.
  • Penjemputan dilakukan pada waktu dan lokasi yang telah ditentukan dan melakukan jaga jarak sesuai dengan tempat duduk dan/atau jarak antre yang sudah ditandai.

6. Saat Perjalanan Pulang dari Satuan Pendidikan

  • Menggunakan masker dan tetap jaga jarak paling sedikit 1,5 (satu koma lima) meter.
  • Hindari menyentuh permukaan benda-benda, tidak menyentuh hidung, mata, dan mulut, serta menerapkan etika batuk dan bersin.
  • Membersihkan tangan sebelum dan sesudah menggunakan transportasi publik/ antar-jemput.

7. Setelah Sampai di Rumah

  • Melepas alas kaki, meletakkan barang- barang yang dibawa di luar ruangan dan melakukan pembersihan dengan cairan desinfektan terhadap barang-barang tersebut, misalnya sepatu, tas, jaket, dan lainnya.
  • Membersihkan diri (mandi) dan mengganti pakaian sebelum berinteraksi fisik dengan orang lain di rumah.
  • Tetap melakukan PHBS khususnya CTPS dengan air mengalir secara rutin.
  • Jika ada warga satuan pendidikan mengalami gejala umUm seperti demam, batuk, pilek, nyeri tenggorokan, sesak napas, sakit kepala, mual/muntah, diare, anosmia (hilangnya kemampuan indra penciuman), atau ageusia (hilangnya kemampuan indra perasa) setelah kembali dari satuan pendidikan, maka warga satuan pendidikan tersebut segera lapor kepada tim kesehatan satuan pendidikan.

Baca juga: Metode Pembelajaran Tatap Muka yang Praktis dan Efektif

8. Area di Lingkungan Sekolah

Terakhir yang juga penting yaitu protokol kesehatan yang wajib dipatuhi warga satuan pendidikan lainnya selama berada di lingkungan pendidikan adalah:

1. Perpustakaan atau Ruang Laboratorium

  • Melakukan CTPS dengan air mengalir sebelum masuk dan keluar dari ruangan.
  • Meletakkan buku/alat praktikum pada tempat yang telah disediakan.
  • Selalu menggunakan masker dan jaga jarak paling sedikit 1,5 (satu koma lima) meter. 

2. Kantin

  • Melakukan CTPS dengan air mengalir sebelum masuk dan keluar dari ruangan.
  • Meletakkan buku/alat praktikum pada tempat yang telah disediakan.
  • Selalu menggunakan masker dan jaga jarak paling sedikit 1,5 (satu koma lima) meter.

3. Tempat Ibadah

  • Melakukan CTPS dengan air mengalir sebelum dan setelah beribadah.
  • Selalu menggunakan masker dan melakukan jaga jarak.
  • Menggunakan peralatan ibadah milik pribadi (hindari menggunakan peralatan ibadah bersama, misalnya sajadah, sarung, mukena, kitab suci, dan lain-lain).
  • Hindari kebiasaan bersentuhan fisik seperti, bersalaman, cium tangan, dan sebagainya. 

4. Pedagang di Lingkungan Satuan Pendidikan

  • Menggunakan masker dan face shield, serta tetap menjaga jarak jarak paling sedikit 1,5 (satu koma lima) meter.
  • Mengikuti aturan yang ditetapkan oleh aparatur daerah setempat.

Itulah protokol kesehatan di sekolah yang wajib dipatuhi oleh warga satuan pendidikan. Protokol di atas tentu harus dijalani demi menekan jumlah penyebaran virus corona. Jangan lupa instal Peduli Lindungi, ya!

Comments (1)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar