0

7 Cara Mengatasi Kesulitan Belajar Kepada Murid (0)

Pengelola Guraru July 23, 2021

Setiap murid memiliki kemampuan menangkap pelajaran yang berbeda. Ada yang perlu dibimbing secara perlahan, hingga ada pula yang cepat memahami materi pelajaran, sehingga guru perlu lebih peka mengetahui mana saja murid yang membutuhkan bimbingan khusus untuk mengikuti pelajaran. Dengan begitu, pengajar dapat mencari cara mengatasi kesulitan belajar yang dialami oleh salah satu siswa di dalam kelas.

Meskipun kini sekolah online masih terus berlangsung, tak menutup kemungkinan banyak murid yang mengalami kesulitan belajar. Banyak hal yang dapat melatar belakanginya, misal tekanan belajar di rumah membuat murid mudah stres karena kurang bersosialisasi, hingga kondisi rumah yang mungkin saja kurang kondusif untuk menjadi tempat belajar.

Sangat penting guru mengetahui cara mengatasi kesulitan belajar meski dilakukan lewat online sekalipun. Berikut tipsnya, mari simak.

Tiga Fokus Utama yang Harus Diperhatikan

Sebelum guru mengetahui cara mengatasi kesulitan belajar, guru perlu tahu tiga fokus utama yang perlu diperhatikan. Ketiga fokus yang menjadi dasar ini dapat menjadi patokan guru ketika menghadapi murid yang mengalami kesulitan belajar. Berikut fokus penting yang perlu guru ketahui:

1. Kesiapan Murid Untuk Belajar

Kesiapan belajar mengacu pada seberapa baik siswa beradaptasi untuk belajar, termasuk faktor keadaan dan lingkungan. Siswa dengan kesiapan belajar yang rendah bisa saja dibebani oleh latar belakang kehidupannya yang rumit, atau emosi menurun hingga kedewasaan fisik. Beberapa kondisi tersebut dapat menjadi distraksi eksternal sehingga dapat menghalangi kepribadiannya untuk berkembang.

Oleh karena itu, guru perlu tahu kebiasaan dan mengetahui keadaan siswa yang bersangkutan. Tentu guru masih ingat bukan dengan artikel yang membahas psikologi pendidikan?

Ya, dengan dasar ilmu psikologi pendidikan, kepekaan yang dimiliki pengajar pasti telah terlatih untuk mengetahui karakter siswa. Sehingga risiko kebingungan menghadapi sikap murid yang tiba-tiba berubah ketika belajar akan berkurang. 

Setelah mengetahui ‘medan perang’, guru dapat meningkatkan kembali metode belajar yang sesuai untuk semua murid yang mempunyai karakter dan kemampuan berbeda. Tanpa meningkatkan metode belajar, murid dengan kesiapan belajar yang rendah akan merasa terasingi karena tak mampu mengikuti pelajaran dan merasa tertinggal.

Baca juga: 10 Tips Mengajar Kelas Online Lebih Interaktif dan Asyik

2. Kemampuan Belajar

Kemampuan akademis seorang murid umumnya menentukan seberapa cepat ia belajar. Namun, siswa yang memiliki kelemahan dalam menangkap pelajaran, bukan berarti membuatnya terus menerus gagal memahami pelajaran.

Meski kemampuan belajarnya lemah dibanding teman sekelasnya, guru harus peka mungkin saja murid tersebut unggul di mata pelajaran lainnya. Bahkan, murid dengan nilai akademis yang rendah bisa juga disebabkan oleh kurangnya motivasi belajar akibat kurangnya rasa percaya diri di antara teman lainnya.

Namun, guru juga tak boleh lengah dengan murid yang memperoleh nilai akademis tinggi. Pasalnya, tanpa perhatian dari guru justru dapat membuat murid cerdas mudah puas dengan kemampuannya, sehingga guru sangat perlu memberikan perhatian dan terus menilai dan mengasah kemampuannya murid agar murid terus berkembang dan termotivasi.

3. Ketertarikan Belajar

Ketertarikan belajar yang dimiliki siswa dapat mudah terlihat. Ketika proses belajar berlangsung, guru akan segera mengetahui murid mana saja yang terlihat bersemangat mengamati materi pelajaran. 

Biasanya, murid yang terlihat tak memiliki ketertarikan terhadap satu mata pelajaran terlihat kurang termotivasi ketika kelas online atau offline berlangsung. Siswa yang tak memiliki ketertarikan dalam belajar tak termotivasi karena kemampuan akademik atau faktor keadaan eksternal yang mengganggu. Atas dasar itulah guru perlu menilai tingkat kemampuannya dan membimbingnya menjadi pribadi yang lebih percaya diri. 

Cara Mengatasi Kesulitan Belajar yang Dapat Guru Praktikan

Ketiga fokus utama di atas bisa dijadikan sebagai landasan, lalu gabungkan dengan cara mengatasi kesulitan belajar yang dapat guru praktikan di bawah ini:

1. Menggunakan metode prior knowledge

Prior knowledge adalah pengetahuan awal yang dimiliki siswa sebelum proses belajar di kelas dilaksanakan. Nah, dengan pengetahuan awal yang dimiliki siswa, guru dapat menjadikan ‘modal’ siswa tersebut untuk memahami pelajaran yang berkaitan. Pengetahuan yang dimiliki siswa tersebut adalah pelajaran yang ia baca untuk mempersiapkan kelas keesokan harinya.

Dengan modal pengetahuan tersebut, murid bisa lebih mudah memahami pelajaran yang akan dijelaskan guru. Maka, guru tak boleh menganggap murid sebagai gelas kosong. Namun tentu saja pengetahuan awal yang dimiliki siswa perlu dikelola dengan baik oleh guru sebagai pondasi dalam belajar. 

Baca juga: 7 Rekomendasi Teknologi Belajar Online Agar Semakin Menarik

2. Puji Upaya Melebihi Pencapaian

Murid yang mengalami kesulitan belajar sangat mungkin tidak mendapatkan nilai tinggi. Namun, guru perlu melihat jerih payah mereka untuk mencapai nilai yang baik. Upaya mereka patut guru dihargai. Namun guru tetap perlu fokus pada strategi belajar atau melakukan pendekatan yang tepat dalam bentuk penugasan. Lebih pentingnya lagi, jangan lupa untuk memotivasi murid. 

3. Mind Mapping

Mind mapping atau pemetaan pikiran bisa menjadi cara untuk mengatasi kesulitan belajar yang dialami murid. Apalagi teknik ini dapat dikenal lebih efektif untuk memahami materi pelajaran. Karena faktanya, dengan mind mapping daya ingat murid lebih kuat dan lebih fokus pada topik atau pelajaran yang sedang dijelaskan.

4. Beri Waktu

Dengan adanya strategi belajar baru, tentunya murid butuh waktu untuk beradaptasi. Jadi berilah waktu agar strategi yang telah diterapkan guru memberikan peningkatan keterampilan dan kemampuan pada murid. Pastikan strategi belajar yang baru fokus untuk tujuan jangka panjang. Ingatkan pula kepada murid bahwa jerih payah memahami pelajaran lebih berarti dan bernilai dibanding durasi seberapa cepatnya murid memahami pelajaran. 

5. Beri Pilihan

Jika guru menemukan siswa yang mengalami kesulitan belajar, guru dapat memberikannya sebuah pilihan. Misalnya, menanyakan pelajaran atau materi mana yang ia suka. Setelahnya guru dapat membuat materi sesuai ketertarikannya. Caranya, guru dapat membuat materi matematika dengan pertanyaan yang bercerita jika si murid lebih menyukai dan mudah memahami tugas dengan sebuah kisah.

6. Pembelajaran Scaffolding

Guru pernah menyuruh siswa untuk membaca buku pelajaran pada halaman yang sudah ditentukan agar mereka bisa belajar sendiri? Cara seperti ini sebaiknya dihindari. Mari kita mulai dengan menyetujui bahwa instruksi dan membimbing siswa adalah hal yang berbeda. 

Akan lebih baik guru menggunakan cara scaffolded instruction. Di sini guru memilih salah satu murid cerdas yang dapat membantu temannya yang merasa kesulitan memahami pelajaran. Dengan begitu, murid yang butuh bimbingan akan lebih merasa nyaman ketika dibimbing oleh seorang yang ia kenal dekat. 

Sederhananya, pembelajaran scaffolding adalah teknik pemberian dukungan belajar di tahap awal. Tujuannya untuk memotivasi siswa belajar mandiri. Esensinya sama saja seperti di kawasan pembangunan gedung yang membutuhkan alat scaffolding atau penyanggah pekerja atau material bangunan. 

Nah, teman pembimbing yang guru pilih seolah menjadi scaffolding agar dapat menuntun murid yang dibimbing dapat memahami pelajaran. Selain itu juga dapat pula mendorong siswa untuk menyelesaikan tugas secara mandiri.

7. Reciprocal Teaching

Teknik reciprocal teaching adalah cara belajar yang lebih interaktif, sehingga hubungan guru dan siswa jadi lebih dekat. Caranya, guru dapat membuat pertanyaan dengan jawaban yang tak harus sama dengan buku pelajaran. 

Tujuan dari teknik adalah agar murid dapat mengeksplorasi pengetahuan awalnya ketika menjawab pertanyaan yang diajukan guru. Singkatnya seperti mengajarkan murid mewarnai bunga mawar yang tak selalu berwarna merah atau daun yang tak selalu berwarna hijau.

Baca juga: 7 Cara Membuat Materi Pembelajaran Online yang Menyenangkan

Dengan 7 teknik atau cara mengatasi kesulitan belajar yang dialami oleh siswa, guru tak perlu khawatir lagi. Dengan mempraktekkan cara di atas, murid akan lebih nyaman bertanya kepada guru jika ada beberapa hal yang tak mereka mengerti. Tetap semangat dan jangan patah semangat membimbing anak bangsa, Guraru!

No comments yet

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar