1

6 Karakteristik Guru Masa Kini Agar Disukai Murid (0)

Pengelola Guraru January 7, 2022

Perkembangan teknologi informasi digital telah mengubah cara anak-anak dan remaja dalam bermain, mendapatkan informasi, berkomunikasi satu sama lain, dan belajar. Dalam proses belajar mengajar, siswa masa kini cenderung fokus terhadap pelajaran yang bergantung dari cara guru mengajar. Ya, karakteristik guru memang penting untuk menarik fokus siswa dalam belajar.

Apalagi, siswa saat ini sering tenggelam dalam dunia di gadget, dan perhatiannya pada hal ini hanya sebentar. Oleh karena itu, seorang guru masa kini dituntut mengubah cara dan karakteristik agar disukai murid. Tujuannya supaya proses belajar mengajar berjalan efektif. 

Selain keterampilan mengajar umum, ada enam hal yang menjadi karakteristik guru yang disukai murid di era digital sekarang ini. Simak di bawah ini.

1. Memiliki Keterampilan Digital

Penggunaan teknologi digital seperti berbagai macam aplikasi digital dalam proses belajar mengajar, berbagi informasi, penugasan dan evaluasi kepada murid, seperti aplikasi Zoom, Email, dan media sosial atau aplikasi berbasis LMS (Learning Management System).

Keterampilan digital ini memiliki berbagai poin yang sangat luas dalam pengaplikasiannya. Guru diharapkan bisa memiliki keterampilan menggunakan berbagai aplikasi digital untuk pendidikan. Agar semakin piawai, guru dapat mengikuti berbagai macam pelatihan khusus tentang keterampilan digital tersebut. 

Terlebih lagi di era pandemi seperti sekarang, berbagai lembaga memberikan pelatihan gratis hingga berbayar hanya dengan mengikuti kursus lewat Zoom atau Google Meet. Jadi, kini guru semakin mudah untuk meningkatkan skill agar semakin melek teknologi.

Baca juga: Kenapa Psikologi Pendidikan Itu Penting? Yuk Pahami!

2. Berpusat Pada Murid

Guru masa kini mempelajari teknologi baru dari sudut pandang murid terlebih dahulu. Setiap kali seorang guru mempertimbangkan untuk menggunakan alat teknologi baru di kelas, mereka belajar cara menggunakannya dari sudut pandang murid terlebih dahulu.

Cara Ini memberi guru wawasan unik tentang bagaimana menggunakan alat atau perangkat untuk membantu murid tumbuh secara akademis dan sesuai minat murid masing-masing. Selain itu, guru juga harus dapat memahami karakteristik siswa yang beragam. Gunanya untuk mengenal mana murid yang memiliki minat tertentu dan bagaimana cara mengatasi murid yang terlihat tidak berkembang.

Dengan berpusat kepada murid, maka guru dapat lebih peka bagaimana membuat sistem belajar yang tepat karena disesuaikan dengan karakteristik siswa. Sehingga, murid pun semakin fokus belajar dengan teknik yang dipakai oleh guru.

3. Toleran Pada Perbedaan

Guru era digital diharapkan dapat merangkul keragaman, termasuk perbedaan suku, budaya, status sosial ekonomi, dan disabilitas. Para pendidik harus mengambil langkah-langkah untuk memastikan bahwa mereka tidak meminggirkan atau mengecualikan siswa karena keyakinan yang berbeda. 

Dengan mengedepankan perilaku toleransi terhadap keberagaman, murid akan merasa diperhatikan dan diperlakukan secara adil. Dengan begini, guru bisa mendapatkan kepercayaan dari murid. 

4. Simpati

Guru yang hebat itu hangat, mudah bergaul, antusias, dan peduli. Seorang guru mudah didekati, tidak hanya oleh murid, tetapi juga oleh semua orang. Menjadi tempat bagi murid mengadu, berbagi kekhawatiran atau juga cerita lucu. Guru yang memiliki keterampilan mendengarkan dan meluangkan waktu untuk murid yang membutuhkannya.

Dengan menjadi guru sekaligus sahabat bagi murid, para peserta didik setidaknya akan lebih terbuka kepada guru. Murid akan lebih berani mengungkapkan apa yang sedang ia alami hingga mengganggu proses belajar dan turunnya nilai akademis. Jadi, guru dapat memposisikan diri tak hanya sebagai pendidik saja, namun menjadi pendengar yang baik pula bagi murid.

5. Tangguh

Dalam hidup, kesuksesan tidak ditentukan oleh apa yang terjadi pada Anda, tetapi bagaimana Anda bereaksi terhadapnya. Guru era digital mengetahui hal ini dengan sangat baik, dan mengatasi kesulitan dengan tekad dan ketahanan. 

Mereka tidak membiarkan kegagalan dan kesalahan menghentikan mereka; mereka terus menekan ke arah sasaran. Misalnya berhasil mengamati salah satu individu yang susah sekali dibimbing. Guru tak lantas menyerah, dengan melakukan pendekatan dan berbekal ilmu dasar psikologi pendidikan, guru dapat mengetahui permasalahan yang dihadapi murid. 

Dengan melakukan hal itu, murid akan belajar ketekunan dan ketahanan yang dipancarkan oleh seorang guru. Murid pun akan lebih menghormati guru sebagai pendidik untuk bekal sang murid di masa depan.

6. Tahu Cara Bersantai

Mengajar adalah pekerjaan yang sangat menegangkan. Pada dunia barat, lebih dari setengah guru baru berhenti dari pekerjaan mereka pada tahun ketiganya. Guru era digital telah belajar bagaimana menghindari in  dengan menemukan waktu untuk menghilangkan stres dan bersantai. Mereka tahu kapan waktunya guru berhenti sejenak dari kegiatan belajar mengajar atau sekolah dan menikmati waktu sendiri.

Cara ini lebih akrab didengar sebagai me time, yang berarti guru mencintai diri sendiri. Ingat, guru juga manusia yang membutuhkan waktu untuk rileks, bersenang-senang dan memperhatikan keluarga. Jadi, jika waktunya proses belajar usai, guru bisa kembali menjadi pribadinya, baik sebagai orang tua atau sahabat sang anak. Sehingga guru tak melulu fokus pada murid jika guru telah melakukan berbagai cara untuk memaksimalkan proses belajar. 

Baca juga: Mengenal Kurikulum Sekolah di Indonesia

Itulah karakteristik guru yang akan disukai murid Anda dan pastikan tidak terllau membebankan tugas banyak di luar jam sekolah. Terlebih lagi dikala pandemi ini tingkat stres yang dialami murid pasti berbeda-beda. Jadilah guru yang menyenangkan dan bisa menjadi teman baik murid. Selamat mencoba!

Comments (1)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar