10

4 Pekerjaan Ini Yang Membuat Suami Kelimpungan Saat ditinggal Isteri (0)

Supadilah S.Si December 10, 2020

Ditinggal isteri emang nggak enak banget bagi suami. Banyak pekerjaan yang tadinya dikerjakan oleh isteri terpaksa dikerjakan sendiri.. demikian besar peran isteri. Kadang keberadaannya dipandang sebelah mata. Tapi pas sedang pergi, baru terasa besar peranannya. Dalam meng-handle pekerjaan-pekerjaan rumah tangga. 
Apa saja pekerjaan yang paling membuat repot seorang suami ketika ditnggal isteri? Berikut ini beberapa contohnya.

  1. Masak

Saat masih ada isteri, masak adalah tugas yang sepenuhnya dijalankan oleh isteri. Pagi, siang, malam. Saat jam makan tiba, suami hanya tinggal enak menyantapnya. Paling banter membantu seperlunya. Isterilah yang mengambil peran utamanya.Namun ketika isteri pergi, mau tidak mau suami harus berpikir bagaimana untuk makan. Kalau tidak makan tentu lapar yang harus ditanggungnya. Makan adalah kebutuhan primer. Tidak bisa ditunda-tunda atau dikerjakan oleh orang lain. Lebih terasa kalau dalam kesehariannya suami tidak terbisa masak atau tidak pernah bantu-bantu isteri. Sekarang baru terasa. Harus masak nasi sendiri, masak sayur, bahkan mencuci piring sendiri. Beberapa menu yang sering dibuat oleh laki-laki yang ditinggal isteri adalah mie instan, telur, atau ikan goreng. Agak ribet kalau harus bikin sayur atau yang pakai kuah. Kebanyakan para lelaki tidak mau dipusingkan atau diribetkan.Kalaupun dia memaksakan diri masak, butuh bantuan ke isteri. sebelum masak, nanya prosedur masak via telfon atau SMS. atau cari referensi via internet. Bahkan tidak jarang sambil masak lihat petunjuk masak di laptop. 🙂 

Tapi ada alternative lain. Kalau tidak mau dipusingkan, bisa beli nasi diluaran (jajan). Minimal beli lauknya, sementara nasi masak sendiri. Kan tinggal colok, pakai magic jar.

  1. Mencuci Baju

Saat ada isteri, mencuci baju dikerjakan sang isteri. Begitu isteri pergi, mau tidak mau suami mencuci baju sendiri. Tidak gampang untuk mencuci baju. Kalau satu dua sih agak mendingan. Tapi kalau sudah bertumpuk, kadang membuat laki-laki menarik napas berat untuk memulai mencuci baju. Terbukti, bahwa mencuci baju kelihatannya pekerjaann sepele tapi terasa berat ketika di jalani. Tidak jarang bagi laki-laki yang sedang mencuci, harus menghentikan pekerjaannya, dan mengurut punggung yang terasa pegal. Atau tangan yang terasa tebal. Hehe.

  1. Setrika baju

Seperti biasa, saat isteri masih ada di rumah, baju atau pakaian tinggal pakai. Sudah ada yang menyetrika. Makin terasa kalau suami selama ini tidak membiasakan menyetrika atau membantu isteri menyetrika. Saat mau berangkat kerja, harus menyiapkan baju sendiri, tentu yang sudah rapi. Mau tidak mau, episode nyetrika sendiri pun harus dijalani.

  1. Mengurus rumah

Pekerjaan mengurus rumah diantaranya menyapu, mengepel, dan merapikan rumah. Diantara sekian banyak pekerjaan yang harus dikerjakan ketika isteri tidak ada, mungkin ini pekerjaan yang paling ringan. Bisa kok ditunda pengerjaannya. Tidak harus setiap hari. Bisa dilakukan dua atau tiga hari sekali. Namun demikian, cukup membuat repot seorang laki-laki. Tapi tidak bisa dianggap remeh. Membersihkan rumah juga pekerjaan yang cukup menguras tenaga. Apalagi kalau rumahnya besar. Butuh waktu dan tenaga ekstra. Kadang-kadang tidak juga beres malah kadang berantakan. 

Jadilah suami yang bijak. Jangan remehkan pekerjaan isteri di rumah. Ketika isteri pergi, baru terasa betapa beratnya pekerjaan yang dilakukan. Mulailah membiasakan diri untuk membantu pekerjaan rumah meski hanya sekedarnya. Bukan hanya untuk latihan ketika isteri sewaktu-waktu pergi, yang lebih utama adalah untuk meringankan pekerjaannya. Mudah-mudahan isteri makin sayang ketika pekerjaannya diringankan. J

About Author

Supadilah S.Si

Seorang guru di SMA Terpadu Al Qudwah, Lebak, Banten. Selalu berusaha menjadi guru yang baik untuk murid-muridnya. Suka belajar apapun. Hobi menulis di blog atau media sosial. Pengen dapat banyak ilmu dan pengalaman di www.guraru.org. Ayo saling berbagi

View all posts by Supadilah S.Si →

Comments (10)

  1. Sepertinya semua itu ngga berlaku bagi suami2 yang lulusan pesantren. Para suami yang sedari muda terbiasa hidup mandiri justru sudah familiar dengan cuci baju, masak dan lain2nya.
    Justru beberapa pekerjaan suami yang hampir tidak bisa digantikan istri, misalnya benerin genteng bocor, masang lampu, pasang tabung gas dan laiinya.

  2. Bagi lulusan-lulusan asrama, sepertinya kerepotan itu tidak berlaku pak, karena sudah terbiasa dan diajarkan untuk displin dan menguasai hal-hal tersebut diatas… lain halnya bagi yang umum yang tidak pernah di asrama… justru saya sangat menikmati pekerjaan menyapu, nyuci piring, nyetrika dan masak, tapi kalau masak? ala kadarnya… salam

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar