5

3 Strategi Membuat Pembelajaran Menyenangkan (Pengalaman mengajar sebelum dan selama New Normal) (0)

Supadilah, S.Si October 8, 2020

Setelah menjadi guru, bukan berarti berhenti belajar. Guru harus terus belajar. Sejak tahun 2011 menjadi guru, saya selalu belajar dari banyak orang dan dari banyak sumber agar dapat meningkatkan kualitas pembelajaran. Banyak ilmu yang saya dapat. Ilmu itu kemudian saya terapkan pada saat mengajar. Ada 3 strategi ini yang selalu saya terapkan pada pembelajaran. Strategi sangat efektif ini diterapkan sebelum dan selama New Normal.

Strategi #1 : Alpa Zone Untuk Memulai Pembelajaran

“Sebaiknya guru mulai pembelajaran dengan didahului alpha zone.”

Kalimat ini selalu diingatkan kepala sekolah kami pada berbagai kesempatan. Baik itu dalam rapat, rapat kerja, atau sekolah guru.

Alpha zone menjadi hal mutlak dan wajib yang harus dilakukan guru. Apa sih alpha zone itu? Sederhananya, alpha zone merupakan kegiatan yang bisa membuat siswa berada dalam kondisi santai, menyenangkan, tersenyum, tertawa, dan sejenisnya.

Alpha zone ini mirip ice breaking di pelatihan-pelatihan. Mungkin bedanya alpha zone dilakukan di awal kegiatan, sementara ice breaking di tengah-tengah kegiatan.

Ilmu neurologi membagai otak dalam empat gelombang. Salah satunya adalah gelombang alfa. Kondisi alfa merupakan kondisi yang paling baik untuk belajar. Ditandai dengan kesiapan untuk belajar. Tandanya wajah terlihat ceria, bahagia, dan fokus dengan yang dilihatnya pada guru.

Kegiatannya bisa bermacam-macam. Waktu itu, kepala sekolah menyebutkan satu contoh, dan guru bisa berkreasi sendiri.

Akhirnya didapat beberapa jenis alpha zone seperti nyanyi bareng, nonton video (boleh berkaitan dengan pembelajaran atau tidak), anekdot (cerita lucu), tebak-tebakan, teka-teki, kata-kata motivasi, senam otak, game, dan lainnya.

Alpha zone ini sangat efektif lho membuat pembelajaran jadi menyenangkan. Meskipun sebentar, efeknya sangat bagus untuk mengondisikan siswa untuk SIAP belajar.

Yah, siswa kan memulai belajar dengan berbagai kondisi. Bisa jadi psikologisnya sedang kesal, capek, atau bosan yang dibawa dari rumahnya. Atau, kadang siswa sudah jenuh pergantian jam pelajaran sebelumnya.

A. Pembelajaran Tatap Muka

Seru sekali melakukan alpha zone ini. Saya ambil contoh teka-teki. Untuk membuat teka teki bisa kita sendiri yang buat, atau cari di internet. Jadi, sebelum masuk ke kelas, sudah saya siapkan teka-tekinya.

Teka-teki ini yang pernah saya pakai.

T: Ayam apa yang besar

J : Ayam semesta

T: hewan apa yang kaya?

J : Belibis

T :Hewan apa yang ada di tempat sampah

(Pasti anak-anak menjawab: “Lalat, ulat, kuman, dan lainnya. )

J : Gajah. Gajahlah kebersihan.

(Saya cukupkan di sini ya contoh teka-teki yang saya pakai untuk alpha zone)

Alpha zone tidak harus guru yang melakukan. Bisa melibatkan anak sebagai fasilitatornya. Alpha zone juga bisa dilakukan di luar ruangan. Supaya anak bisa mendapatkan suasana baru dan udara segar yang lebih banyak.

Grafis oleh Supadilah, diolah dengan Canva

Game “Jadi Apa

Guru memegang satu benda. Misalnya pena. Guru lantas mempraktikkan pena yang seakan bisa diubah menjadi tusuk gigi. Lalu minta siswa mengubahnya menjadi benda lain. Misalnya tongkat, galah, sapu, raket, dan lainnya.

Video Lucu

Video lucu bisa juga dijadikan sebagai bahan alpa zone. Bahannya bisa dicari di laman Youtube atau internet. Tertawa itu membuat kondisi nyaman, bahagia, dan santai. Kondisi seperti ini sangat bagus untuk memulai belajar.  

B. Alpha Zone pada Pembelajaran Jarak Jauh

Tidak terlalu beda jauh dengan pembelajaran tatap muka, alpha zone tepat digunakan untuk memulai pembelajaran jarak jauh. Justru sangat penting lho dengan berbagai jenis alpha zone. Kenapa justru sangat penting?

Pembelajaran jarak jauh ini kan sudah lama dilakukan. Bagaimana juga, pembelajarannya berbeda kualitasnya dengan tatap muka. Meskipun guru dan siswa sehari-hari begitu erat dengan teknologi (gawai) tapi saat pembelajaran daring tetap saja menemui kesulitan.

Bisa jadi siswa sudah bosan dengan rutinitas pembelajaran jarak jauh ini. Bahkan guru pun bisa jadi bosan. Nah, alpha zone ini setidaknya jadi refreshing bagi siswa bahkan guru. Pasti asyik ya pembelajaran dengan alpa zone ini.

Pembelajaran harus dilakukan dengan menyenangkan. Kalau tidak bisa membuat isi pembelajaran jadi menyenangkan, guru bisa membuat suasana pembelajaran jadi menyenangkan. Dengan alpha zone. Alpa zone ini dilakukan setelah berdoa.

Jenis alpha zone pada pembelajaran jarak jauh bisa sama dengan pembelajaran tatap muka. Justru lebih asyik karena bisa lebih banyak alpha zone yang dipilih.

Pada pembelajaran jarak jauh ini, selaian alpha zone di atas, saya lakukan alpha zone  berupa kuis interaktif dengan menggunakan aplikasi quziiz dan kahoot.

Hasilnya? Siswa jadi semangat dan merasa seru. Saling berlomba mengerjakan kuis dan dapat peringkatnya. Siswa makin bersemangat belajar.

Strategi #2 : Pembelajaran Interaktif

Guru harus menyadari bahwa siswa bisa jadi belajar dengan kondisi terpaksa, capek, atau bosan. Ingat lho, kita sudah lama belajar daring. Secara psikologis, wajar kalau bosan, melalukan rutinitas dalam jangka waktu yang lama.

Saat belajar, saya tidak langsung masuk ke materi pembelajaran. Tapi sapa dulu siswa dan jalin interaksi dengan siswa.

Usahakan setiap siswa diperhatikan. Termasuk siswa yang pendiam atau selama di kelas kurang aktif. Justru ini harus diperhatikan. Sapa mereka dan tunjukkan bahwa kita berempati pada mereka. Buat mereka merasa nyaman diakui keberadaannya di kelas.

Sebut namanya merupakan keharusan. Jangan lewatkan pembelajaran tanpa meninggalkan kesan pada siswa.

Saat menyampaikan materi pembelajaran, saya hindari metode ceramah atau banyak memberikan penugasan. “Baca halaman sekian sampai halaman sekian.” “Kalian ringkas materinya di halaman…”

Kalau seperti ini saya yakin pembelajaran jadi tidak menarik. Kesannya belajar hanya untuk dikasih tugas.

Saya sudah 9 tahun menjadi guru. Tentu sudah biasa melakukan pembelajaran tatap muka. Namun, kondisi saat ini berbeda. Karena pandemi Covid-19, pembelajaran dilakukan dari rumah. Dinamakan pembelajaran jarak jauh atau pembelajaran daring. Tentu banyak yang berbeda. Ada saja kendalanya. Seperti contoh berikut.

“Pak, maaf telat ya. Ada acara keluarga.”

“Maaf, Pak lagi nggak ada kuota untuk zoom.”

“Pak, di sini nggak ada sinyal.”

“Pak, belum ngerti…”

Selama pembelajaran jarak jauh ini memang harus menyiapkan kesabaran yang berlipat-lipat. Saya harus maklum. Sebab kondisi memang berbeda dengan yang sebelumnya.

Namun, hal ini tidak mengurangi semangat untuk membuat pembelajaran tetap menyenangkan dan efektif. Membangun interaktif dengan siswa menjadi salah satu solusinya.

“Sering-seringlah melempar pertanyaan kepada siswa. Agar siswa merasa dilibatkan. Kemudian, pertanyaan itu bisa dijawab oleh siswa lainnya. Temannya bisa menanggapi atas jawaban itu.”

Bangun interaksi dengan siswa saat melakukan pembelajaran. Grafis oleh Supadilah, diolah dengan Canva

Jadi, kelas bukan hanya milik guru saja. Libatkan setiap siswa dalam pembelajaran. Dalam hal ini guru bisa berperan sebagai fasilitator atau moderator saja. Yang bisa menghubungkan pembelajaran dengan keaktifan siswa.

Strategi #3 : Pembelajaran Bermakna

Pembelajaran yang tepat pada masa pandemi ini adalah pembelajaran bermakna yang mengandung tiga pengertian yaitu kontekstual, relevan, dan konkret.

Pembelajaran Bermakna. Grafis oleh Supadilah, diolah dengan Canva

Pembelajaran kontekstual artinya pembelajaran yang mengaitkan materi belajar dengan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

Konkret atau nyata berarti siswa belajar melalui contoh langsung. Atau melakukan praktik. Relevan artinya sesuai kebutuhan atau kondisi anak. Misalnya akan membuat sebuah praktikum. Tentu harus ditinjau kemampuan siswa menyediakan bahannya.

Saya mengajar fisika kelas XI. Pembelajaran bermakna yang bisa dilakukan pada pembelajaran jarak jauh ini misalnya belajar mengenal virus atau membuat masker, membuat poster pencegahan Covid-19, menghitung daya pemakaian listrik di rumah, pengaruh PSBB terhadap lingkungan, perkembangan virus, kecepatan membelah diri virus, membuat dan mempelajari cara kerja handsanitizer membunuh virus, dan lainnya.

Coba tanya ke orangtua kalian. Dalam sebulan berapa pengeluaran dan beban listrik di rumah. Catat kemudian ayo kita sama-sama hitung berapa daya listrik rata-rata yang kita pakai.

Suatu hari saya berdiskusi dengan siswa tentang dampak positif Covid-19. Imbauan Work from Home orang jadi jarang keluar rumah. Mobil atau sepeda motor semakin sepi di jalanan. Hal ini mengurangi polusi udara. Informasi mengatakan langit semakin cerah. Lalu saya minta siswa memfoto langit di dekat rumah mereka. Hasilnya pun bagus-bagus. Siswa bisa dapat mengaitkan langsung materi pembelajaran dengan kejadian di lingkungannya.

Pembelajaran bermakna menjadikan pembelajaran lebih menyenangkan karena siswa merasa materi pembelajarannya bermanfaat dan nyata.

Penutup

Bagaimana pun juga kualitas pembelajaran jarak jauh tidak sama dengan pembelajaran tatap muka. Namun, bukan berarti kita menyerah dengan keadaan. Pandemi mengajarkan banyak hal tentang semangat mengatasi keterbatasan, menumbuhkan empati, disiplin menjaga kesehatan, bertanggung jawab, mandiri, dan lainnya.

#WritingCompetition

#NewNormalTeachingExperience

Supadilah. Seorang guru di Lebak, Banten. Menyukai literasi dan berburu ilmu. Mohon doa agar bisa menjadi guru yang terlatih.

About Author

Supadilah, S.Si

Seorang guru di SMA Terpadu Al Qudwah, Lebak, Banten. Selalu berusaha menjadi guru yang baik untuk murid-muridnya. Selain di www.guraru.org, saya aktif mengelola blog di www.supadilah.com dan www.gurupembelajar.my.id. Mari bersilaturahim :)

View all posts by Supadilah, S.Si →

Comments (5)

  1. Selamat siang Bapak Supadilah 🙂
    terima kasih banyak atas keikutsertaan bapak di Guraru Writing Competition 2020.

    Benar-benar menginspiratif cara penyampaian Bapak kepada anak didik yang pastinya selalu memberikan daya tarik dan meningkatkan semangat anak-anak. Rekan guraru bisa sekali belajar berbagai metode dari tulisan bapak Supadilah seperti Alpha Zone, belajar interaktif dan bermakna. Kami setuju mencairkan suasana pada saat PJJ memberikan daya tarik tersendiri bagi anak murid dan lebih bersemangat untuk belajar. Semangat terus untuk mengajar para anak murid dengan cara yang super menyenangkan 🙂

    Kami tunggu untuk #sharing dan berbagi ilmu lainnya di Guraru Bapak

    • sama-sama. Saya juga ucapkan banyak terima kasih atas diterimanya saya dalam Guraru Writing Competition 2020. Semoga saya bisa mengambil dan mendapat banyak ilmu di sini

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar