0

3 Hal untuk Masa Depan (0)

Muhammad Rifai October 27, 2021

Bicara masa depan, tak seorang pun menginginkan masa depan yang suram. Apapun profesinya kesuksesan selalu menjadi impian begitu pun saya. Sebagai seorang guru saya mempunyai banyak harapan akan profesi saya.

Harapan menjadi guru profesional yang mampu beradaptasi mendidik generasi yang berbeda zaman dengan saya. Perkembangan teknologi seolah tak terbendung dengan hadirnya kecanggihan-kecanggihan alat masa kini. Namun ternyata masih banyak keterbatasan yang saya miliki mulai dari gagap teknologi hingga alat yang tak terbeli.

Keterbatasan bukan menjadi alasan untuk kita berhenti mewujudkan harapan. Bermodal Smartphone dan laptop dengan spesifikasi alakadarnya, saya berusaha menjadi guru yang adaptif menciptakan hal baik yang mampu meningkatkan profesionalitas saya sebagai guru di era digital.

3 hal yang dapat saya lakukan untuk masa depan meski dengan keterbatasan, antara lain:

1. Belajar

Sebagai guru bukan berarti hanya mengajar dan berhenti belajar. Justru harus terus belajar. Belajar bisa dimana saja kapan saja dengan siapa saja meski tak punya banyak biaya.

Sebagai guru di era digital saya bersyukur dapat banyak belajar melalui jaringan internet meski sinyal tak selalu stabil dan terkadang harus mencari bantuan wifi. Banyak hal yang dapat saya pelajari dari internet untuk meningkatkan profesionalitas saya sebagai guru. Mulai dari portal guru belajar kemendikbud, komunitas guraru, channel youtube hingga akun sosmed praktisi pendidikan.

Mempelajari banyak hal terkait 4 kompetensi yang wajib  dimiliki seorang guru berdasarkan UU yaitu:
-kompetensi pedagogik
-kompetensi kepribadian
-kompetensi profesional
-kompetensi sosial
Hal itu semua saya lakukan untuk meningkatkan kemampuan mendidik anak-anak dalam menyiapkan masa depan yang cemerlang.

2. Membangun kolaborasi

Hal kedua yang saya lakukan meski dengan keterbatasan yaitu membangun kolaborasi. Menambah jaringan teman, dengan bergabung dalam komunitas baik dunia maya mapun dunia nyata. Saya terbatas akan kemampun teknologi maka dengan kolaborasi dan berbagi saya menemukan solusi.

Berkembang bersama rekan-rekan dalam memanfaatkan  digital untuk pendidikan. Mulai dari ikut pelatihan luring maupun daring, baik dengan biaya semampunya maupun gratis dengan seleksi. Saya mengikuti seleksi guraruclass, guru penggerak, sayembara video gtk dikdas, rumah belajar dan sebagainya untuk meningkatkan profesionalitas saya sebagai guru. Dengan berkolaborasi ternyata saya mampu menembus keterbatasan. Banyak ilmu yang yang saya dapatkan dari berkolaborasi.

3. Mengambil kesempatan

Kesempatan tidak datang dua kali. Kalimat tersebuat yang menjadi motivasi saya untuk mempersiapkan diri mangambil setiap kesempatan yang hadir. Menjadi guru merupakan kesempatan yang telah saya ambil dalam merangkai masa depan. Baik masa depan saya,  keluarga dan terutama anak didik saya.

Selama menjadi guru sudah banyak kesempatan yang saya ambil, seperti kesempatan menyelesaikan pendidikan S1 di Universitas Terbuka tahun 2015, menjadi Juara 1 Lomba Dongeng Bahasa Jawa JSIT Jawa Tengah, mengikuti Pendidikan Profesi Guru tahun 2020, menjadi 20 Finalis Sayembara Video Pembelajaran GTK Dikdas tahun 2020, hingga Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 4 yang saat ini saya tempuh. Semua kesempatan yang hadir akan saya ambil untuk masa depan saya yang lebih baik meski dengan segala keterbatasan yang saya miliki.

Mengakhiri tulisan saya semoga dapat menajdi praktik baik yang dapat saya bagikan kepada pembaca terutama menjadi pengingat dan motivasi saya untuk terus belajar, berkolaborasi dan mengambil kesempatan demi masa depan yang gemilang.

#KompetisiArtikelGuraru
#HariGuruSedunia

No comments yet

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar