0

#2 PENGEMBANGAN KEMAMPUAN OTAK KANAN DAN OTAK KIRI (0)

Elisa Kristiyanti April 28, 2021
Kemampuan Otak Kanan dan Otak Kiri

Menurut Wulandari, 2014 :

[S]ecara umum otak kanan merupakan gudang kreativitas dan spontanitas yang berhubungan dengan rima, musik, irama, kesan visual warna dan gambar. Disamping itu, otak kanan juga mempunyai pemikiran yang sangat luas dan tak terbatas, sehingga memori otak kanan bersifat panjang (long Term Memory). Otak kanan adalah “pikiran Metamorfosis” kita yang mencari analogi dan pola. Otak kanan juga cenderung berhubungan dengan jenis-jenis tertentu seperti pemikiran konseptual dan gagasan-gagasan abstrak mengenai cinta, keindahan, dan kesetiaan. Sedangkan otak kiri adalah otak yang berada di sebelah kiri kita. Otak kiri ini adalah jenis otak yang suka menganalisis dan banyak pertimbangan yang diperuntukkan bagi aspek-aspek pertimbangan yang diperuntukkan bagi aspek-aspek pembelajaran yang lazim disebut “akademik. Daya ingat otak kiri sangat pendek (short term memory). Di salam konteks pembicaraan mengenai otak kiri dan kanan, sebuah sumber memberikan penjelasan yang kurang lebih mendefinisikan bahwa otak kiri adalah otak untuk berpikir, menganalisis, menghitung, menulis, membaca, menghafal, yang kesemua bagian tersebut bersifat akademik. Oleh karena itu dapat disebutkan otak kiri bertanggung jawab terhadap IQ seseorang, sedangkan otak kanan bertanggung jawab terhadap daya kreativitas yang dihasilkan dari emosi, kreasi, imajinasi, pemikiran, daya ingat, kepribadian, pengamatan dan lain sebagainya. Dengan kata lain, otak kanan bertanggung jawab terhadap EQ seseorang. Perbedaan IQ dan EQ terletak pada penggunaannya, akan tetapi kalau keduanya digabungkan maka akan menghasilkan kekuatan besar yang mendorong pencapaian keberhasilan dalam hidup manusia.

Menurut Windura (dalam Nirmalasari 2011), dikatakan tentang penggunaan otak kiri

Penggunaan otak kiri yang dominan dapat menyebabkan, antara lain 1) Tidak dapat konsentrasi, karena saat proses belajar mengajar peserta didik dominan menggunakan otak kiri mulai dari mendengarkan guru, menulis/ mencatat, berpikir secara logis tentang apa yang disampaikan guru,berdiskusi, dan sebagainya. Sedangkan otak kanan tidak digunakan; 2) Tidak kreatif, yang menyebabkan peserta didik mudah menyerah jika menghadapi kesulitan dalam belajar; 3) Tingkat pemahaman rendah, karena pemahaman juga merupakan kemampuan konseptual dari pekerjaan otak kanan. Jadi, ketika peserta didik tidak melibatkan otak kanan dalam belajar dapat mengakibatkan peserta didik yang sudah belajar berjam-jam seperti membaca, menulis, menghapal dan lain sebagainya, namun seringkali tidak mengerti apa yang dipelajari ; 4) Mudah lupa, karena peserta didik mengingat/menghapal dengan menggunakan otak kiri saja atau hapal mati. Peserta didik yang sulit mengingat materi yang diterima dari guru dapat menyebabkan ketika akan melanjutkan ke materi berikutnya peserta didik menjadi kesulitan untuk memahaminya; dan 5) Otak sudah merasa penuh sehingga tidak sanggup lagi menerima informasi-informasi yang baru. Padahal hal tersebut mustahil terjadi karena potensi otak dan kapasitas otak sangat besar melebihi kapasitas komputer.

1 2 3 4

No comments yet

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar