• Nama Tri Susanto
    Guru SD N 1 Mekarwangi Kec Muncang Kab lebak Banten

    http://guraru.org/guru-berbagi/seru-nya-belajar-bahasa-inggris/ […]

  • IMG_20150410_072500IMG_20150410_082326
    “Artikel ini diikutkan dalam lomba menulis Guraru untuk Bulan Pendidikan berhadiah Acer One 10”.
    Cita-cita merupakan sebuah impian yang sedang diusahakan. Siswa-Siswi SD N 1 Mekarwangi selalu optimis jika menyuarakan cita-citanya. Ketika sang guru bertanya “nanti kalau sudah besar mau jadi apa nak?” tentunya jawaban yang diterima sang guru bermacam-macam mulai dari Pemain bola, Ustad, petani, dokter, guru, Sopir truk cadas bahkan kalau siswa kelas satu jika ditanya, ada yang menjawab ingin menjadi Ultraman. Yah… tidak ada yang salah mendengar cita-cita mereka hanya saja tugas guru adalah membuka wawasan siswa-siswi nya  agar memiliki cita-cita yang dapat bermanfaat bagi nusa dan bangsa.

    Gerakan menginspirasi Siswa-siswi di Sekolah dasar dengan profesi sudah banyak dilakukan di bebagai daerah  Indonesia yaitu salah satunya Kelas Inspirasi. Kelas Inspirasi adalah sebuah kegiatan yang mengundang para Profesional untuk mengajar sehari di sekolah yang telah ditunjuk. Para profesional tersebut akan berbagi pengalaman bekerja serta memotivasi agar siswa-siswi selalu optimis dalam usaha mewujudkanya. Tentu saja kegiatan ini membuka wawasan cita-cita kepada siswa-siswi dan juga memperkenalkan berbagai  macam profesi yang dapat dijadikan cita-cita.

    Salah satu cara membuat gerakan optimis meraih cita-cita adalah dengan membuat Pohon Harapan yaitu pohon  buatan yang ditempel dengan kertas warna yang bertuliskan cita-cita. Bahan dasar pembuatan pohon adalah:

    Batang tanaman yang sudah dibersihkan daunnya dan yang memiliki banyak cabang.
    Pot atau wadah untuk menaman batang tanaman
    karton berwarna hijau dan Merah atau warna lainnya
    Double tape atau alat perekat lainnya
    Spidol/ Bolpoint

    Cara membuatnya sangatlah gampang batang tanaman yang sudah dibersihkan ditanam dalam Pot lalu potonglah  karton berwarna hijau menyerupai daun dan karton berwarna merah menyerupai bunga. Setiap siswa menuliskan nama dan cita-citanya di karton yang berbentuk daun lalu menempelkannya di batang yang ditanam.

    Ketika seluruh siswa-siswi sudah menempelkan dan sudah menyerupai pohon maka jadilah pohon harapan yang selalu mengingatkan cita-cita mereka. Tanamkan juga tentang filosofi merawat tanaman yaitu menyiram dan selalu memupuknya agar tetap tumbuh tinggi. begitu juga dengan pohon harapan yang dibuat yaitu selalu mengingatkan untuk menyiramnya dengan Doa dan memupuknya dengan Usaha dan belajar  agar  harapan cita-cita dapat terwujud. Disarankan untuk menempelkan pohon harapan yaitu pada saat siswa-siswi berkumpul semua di lapangan hal ini ditujukan agar mereka saling mendoakan satu sama lain.

    Menjadi guru kreatif sangat lah menyenangkan, menyenangkan untuk kita sebagai guru dan juga untuk siswa-siswi, jadikanlah sekolah sebagai proses pembelajaran yang menyenangkan bukan hal yang ditakutkan.

     

     

     

  • 10407541_10203956711305930_788185912484429599_n
    “Artikel ini diikutkan dalam lomba menulis Guraru untuk Bulan Pendidikan berhadiah Acer One 10”.
    Senin (13/04) merupakan Upacara yang terindah yang pernah saya nikmati. Guru-guru semua nya hadir dengan format lengkap dan juga Upacara terlihat meriah dikarenakan tim paduan suara memakai suara instrument lagu kebangsaan. Format upacaranya pun diperbaiki setelah beberapa guru mengikuti penataran Upacara bendera.

    beberapa hari sebelum upacara beberapa siswa-siswi mengusulkan agar diadakan penghargaan untuk guru. Usulan itu pun diajukan kepada  kepala sekolah dan disetujui hal ini sangat membawa pengaruh positif kepada guru karena mereka akan dinilai secara langsung oleh siswa-siswi untuk selalu dapat meningkatkan kinerja sebagai guru. Lalu seluruh siswa-siswi melakukan pemilihan dan penilaian terhadap guru-guru dalam Pemilihan guru teladan (Qualified Teachers) Award  dengan cara menulis dalam selembar kertas dan dikumpulkan. Penilaian ini berlangsung untuk kelas tiga sampai kelas enam.

    Pemilihan guru teladan ini dibagi menjadi tiga kategori yaitu Guru Favorit, Guru Disiplin dan Guru Kreatif. Siti rahmawati siswi kelas VI yang juga panitia pemilihan mengakui sangat senang adanya pemilihan guru ini agar setiap guru bisa lebih rajin dan dapat lebih menyenangkan dalam mengajar.

    Adapun Guru teladan hasil Penilaian Siswa-siswi SD N 1 Mekarwangi

    Guru Favorit  : Bapak Ubik S.Pd

    Guru Disiplin : Ibu Tina S.Pd

    Guru Kreatif   : Bapak Ubik S.Pd

    Pemberian penghargaan berupa medali dan sertifikat diberikan langsung oleh perwakilan siswa dan siswi pada saat Upacara Bendera yang disaksikan oleh Kepala Sekolah dan guru lainya serta seluruh siswa-siswi. Kepala sekolah dan seluruh guru serta siswa-siswi bergantian memberikan ucapan selamat. Seorang siswa mengakui memilih bu tina sebagai guru disiplin dikarenakan beliau selalu datang tepat waktu dan selalu masuk ke kelas yang kosong jika ada guru lain tidak dapat hadir. Pemilihan guru teladan ini sebagai evaluasi kepada guru-guru lain agar dapat meningkatkan  kinerja nya dimata siswa-siswi. Karena  siswa-siswi merupakan mitra langsung guru, dalam hal ini guru dan siswa saling menghargai setiap usaha yang telah dilakukan.

  • IMG_20140918_094910
    Artikel ini diikutkan dalam lomba menulis Guraru untuk Bulan Pendidikan berhadiah Acer One 10”.
    Pagi setelah mendengar instruksi Pemimpin upacara untuk membubarkan barisan, anak-anak SD N 1 Mekarwangi kec Muncang Kab Lebak berlarian menuju kelas masing-masing dengan penuh semangat.  Ketika saya masuk ke kelas V dan mengumumkan akan belajar Bahasa Inggris tiba-tiba  raut muka  anak-anak berubah sedikit kecewa diwajah polos mereka. Yah bener saja mereka kecewa dan keberatan  karena pelajaran Bahasa Inggris dianggap paling susah setelah pelajaran matematika.

    Wajar kalau bahasa inggris menjadi pelajaran yang dianggap susah karena guru-guru di SD ini sangat jarang mengajarkan pelajaran ini apalagi anak-anak masih susah membedakan huruf “F” dan “P” terkadang ada anak yang menulis “pak guru” menjadi “Fak guru” atau sekedar menulis “Fasilitas” menjadi “Pasilitas” hal ini menjadi PR bagi saya sebagai guru bantu di desa Pertambangan cadas ini.

    Setelah menuliskan huruf abjad A-Z dan mengajarkan pengucapannya dalam bahasa inggris anak-anak banyak mengeluh “ahh pak garati” (pak susah). Namun saya mencoba memberikan pemahaman dan pembiasaan bahwa selain bahasa sunda dan bahasa Indonesia ada juga bahasa Inggris yang harus dipelajari agar anak-anak mengerti bahwa mereka bukan lagi menjadi warga sunda, warga Indonesia tapi juga sebagai warga Dunia yang dipersiapkan menghadapi kemajuan zaman.

    Setelah semuanya sudah lancar dalam pengucapan huruf abjad dalam bahasa inggris barulah saya memulai dengan pengenalan dan pengucapan bagian tubuh dalam bahasa Inggris dimulai dari atas yaitu kepala, rambut,mata, hidung sampai kaki. Menulis dipapan tulis dan sambil menunjuk bagian yang disebutkan Misalnya Hair – tangan saya sambil memegang rambut begitu seterusnya sampai bagian kaki.

    Ternyata menerangkan dengan cara ini masih sulit diterima oleh anak-anak lalu saya teringat metode yang teman ajarkan kepada saya dan mencoba metode pengajaran yang baru yaitu dengan menuliskan bagian-bagian tubuh dalam kertas berukuran kecil dilengkapi dengan perekat agar bisa ditempel di sesuai dengan tulisan dikertas kecil contohnya Stomach ditempel di perut, Hair ditempel di rambut. Metode ini sangat membantu anak-anak untuk paham dan mengerti bagian tubuh dalam bahasa inggris. metode ini lebih seru ketimbang hanya menulis dipapan tulis dan anak-anak disuruh menghafal.

    Anak-anak maju ke depan secara berpasangan satu menjadi peraga yang rela tubuhnya ditempel satu lagi yang bertugas menempel kertas sesuai dengan tulisan dan bagian tubuh yang benar. Setelah selesai mereka dibalik kehadapan teman-teman lainnya sehingga dikoreksi secara bersamaan. “pak lihat masa Nose di tempel di rambut, kan nose itu hidung yah pak” teriak salah satu anak yang melihat temannya salah menempel. Akhirnya bagian-bagian yang salah dibenarkan kembali sampai seluruh kertas tertempel dengan benar.

    Lebih seru lagi jika diadakan lomba dalam menempelkan kertas yang bertuliskan bagian tubuh dalam bahasa inggris sesuai dengan bagiannya. Mereka berlomba-lomba memahami dan mengerti bagian tubuh sesuai dengan tulisan di kertas, saat pertandingan seorang anak bertanya “ pak kalau ear itu benerkan ditempel disini?” sambil menujuk bagian perut. Saya hanya tersenyum sambil mendengar teman-teman lainnya berteriak “salaahhh…..!!””

     

  • tri susanto became a registered member 6 years, 7 months ago

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar