• Roselin posted an update 6 years, 6 months ago

    tes

  • cita-cita kamu apa lin ? tanya teman saya kepada saya. dengan mantap saya menjawab menjadi guru TK. dia terdiam dan tak ada pertanyaan lanjutan lagi. cita-cita dan keinginan ini timbul setelah saya duduk di bangku SMP. tapi dengan seiring waktu semua berubah karena beberapa faktor. akhirnya saya masuk di universitas USU dan mengambil jurusan Sosiologi, saya menikmati setiap proses yang berjalan bahkan sebelum tamat kuliah saya mencoba menjadi tentor di salah satu bimbingan belajar di kota Medan tapi hal itu tidak tuntas saya kerjakan. Tamat kuliah tahun 2010 yang saya sangat herankan pada diri saya, saya langsung mendata nama-nama TK di Medan untuk saya menjatuhkan lamaran. akhirnya saya diterima kerja di salah satu TK Swasta di Medan.

    Kelas Playgroup adalah kelas pertama yang dipercayakan kepada saya, anda tahu ? umur mereka mulai dari 2 tahun sampai dengan 3 tahun. mereka masih seperti kertas putih yang sangat bersih dan tidak ada coretan. di dalam satu kelas tersebut saya mendidik 15 anak. mengajar anak TK dan Playgroup tidak semudah yang dibayangkan kebanyak orang. pernah juga saya ditanya oleh orangtua dari teman saya “kerja kamu apa ?saya menjawab guru TK dia tersenyum dan mengatakan oohhhh yang kerjanya hanya menyanyi-menyanyi saja” saya tersenyum dan menjelaskan beberapa hal kepada dia dan dia mulai mengerti walaupun dalam guratan wajahnya saya bisa melihat hal kesepelean yang dia pikirkan tentang kerja sebagai guru TK. Dikelas Playgroup saya belajar banyak hal, jangan dikira guru TK tidak bisa stress karena kelas yang dipeggang. saya mulai berpikir bagaimana saya menyampaikan kepada anak-anak ini untuk mereka mengerti tentang apa yang saya ajarkan. mereka bukan seperti anak SD, SMP, SMA yang datang dan guru menerangkan mereka bisa mengerti. playgroup kelas dimana saya harus mengajarkan kemandiriaan kepada mereka. mengajarkan berbicara kepada mereka karena masih ada beberapa anak yang dalam berbicara juga belum sempurna, mengajarkan hal-hal dasar tentang warna, nama-nama binatang, nama-nama buah, menghitung, percakapan yang selalu harus saya bangun. terlihat begitu mudah tapi dalam pengaplikasianya terkadang sangat sulit apalagi untuk kelas playgroup.

    Hal pertama yang harus saya lakukan sebagai guru TK saya harus mendapat kepercayaan dari anak tersebut kalau saya merupakan salah satu teman mereka, bukan menjadi sosok guru melainkan sebagai sosok teman. mengapa demikian, bisa anda banyangkan jika anda punya anak dan selama dia hidup dia hanya berjumpa dengan anda dan orang-orang yang dia kenal dekat. dan ketika orangtua sepakat untuk menyekolahkan anak tersebut maka anak tersebut akan berjumpa dengan sosok baru yang sama sekali belum dia kenal. dan dia akan ditinggal orangtuanya dengan sosok tersebut untuk beberap jama. hal itu yang harus pertama saya rebut dulu dari diri mereka, bahwa saya adalah teman mereka. jika pada ajaran baru anak-anak Playgroup akan ditemani orangtua mereka, kurang lebih 1 minggu pihak sekolah memberikan peraturan masih boleh didampingi dan setelah itu orangtua harus meninggalkan mereka. dalam kurun waktu 1 minggu itulah saya harus merebut kepercayaan anak ini, ada yang berani mendekat kepada saya, ada yang hanya melihat saya dari jauh sambil dipangku orangtuanya, ada pula yang belum masuk kelas sudah menagis-nangis minta pulang. dan semuanya itu harus saya usahakan supaya mereka percaya kepada saya, menjadi guru TK kita harus seceria mungkin. pernah saya  menyanyi di depan kelas dengan 15 anak dan orangtua yang mendampingi bayangkan saja kelas itu menjadi penuh karena memang orangtua masih boleh diijinkan untuk mendampingi, saya bernyanyi dengan girangnya dan setelah selesai bernanyi mereka hanya diam dan ada yang sudah mulai menangis. disaat seperti ini lah saya harus memiliki tenaga ekstra untuk selalu terlihat tersenyum dan ceria walaupun letih.dan ketika proses  mulai orangtua sudah tidak dijinkan lagi mendampingi disitulah saya mulai menarik nafas panjang karena pasti ada beberapa anak yang meronta bahkan sampai menjambak, menendang saya karena tidak mau tinggal dalam kelas tersebut. saya mulai menutup pintu dan mendengar banyak tangisan tapi saya berusaha untuk tidak membujuk mereka. saya mulai bercerita dengan media yang sudah saya siapkan saya juga mulai memberikan reward bagi anak yang tidak menangis bahkan saya harus bercerita dengan suara yang kuat untuk mengalahkan suara tangisan mereka. dan akhirnya satu-satu anak itu mulai diam ada yang mau duduk di bangku dan ikut mendengarkan dan ingin mendapat reward juga, ada yang masih nangis walau suaranya sudah pelan, ada yang masih duduk di lantai sudah diam tenang dari tangisanya tapi masih belum mau duduk dibangku. Jika sudah dalam keadaan tersebut saya sudah bisa tersenyum dan sudah merasa tenang karena perhatian mereka sudah saya curi.

    seiring berjalan waktu mereka sudah sangat dekat dengan saya, jika sampai sekolah mereka akan mulai memeluk, menyapa saya, bahkan mereka akan banyak bercerita tentang kegiatan mereka, tidak jarang saya sering mendengar dari mereka tentang keadaan keluarga mereka contohnya ada anak perempuan yang berkata sama saya “miss tadi di rumah mama sama papa berantem, papa marah-marah terus sama mama” ketika dia mulai bercerita tersebut saya harus berpikir kata-kata apa yang cocok untuk anak seusianya mengerti tentang keadaan tersebut. Bahkan mereka juga sering menirukan bagaimana kita mengajar dalam kelas dan mereka praktekan dirumah mereka tak jarang saya sering mendapat telepon dari orangtua murid mengatakan kalau anaknya lagi menjadi guru di rumah sambil tertawa mereka mengatakan hal tersebut.

    Dari anak TK saya belajar banyak hal untuk menjadi sosok pribadi orangtua yang baik, saya bisa melihat perbedaan bagaimana anak yang orangtuanya betul-betul dekat dengan dia, dan anak yang kurang mendapat perhatian dari orangtua. itu semua bisa terlihat. dari keceriaan, dari kelengkapan peralatan  anak tersebut di sekolah. bahkan pernah suatu kali ada anak yang diantar orangtuanya naik sepeda motor saya melihat semenjak turun dari sepeda motor wajahnya sudah murung, ketika teman-temanya mulai menyapanya dia juga tidak bersemangat. dan ketika dia mendekat kepada saya untuk memberikan salam saya bertanya kepada dia “ada apa aerin? dia hanya menggelengkan kepalanyanya saya tanya kembali apa kamu sakit ? dia tetap menggelangkan kepalanya . saya tanya kembali kamu dimarahi mama ? dia melihat saya dan menangis dan berkata “bukan dimarahi mama miss tapi dimarahi papa karena lama makan. saya tersenyum dan kemudian memeluk anak ini sambil berkata “ya sudah tidak apa-apa papa marah sama kamu karena lama makan agar kamu tidak terlambat datang ke sekolah, dia melihat saya dan mengusap airmatanya. saya memeluknya kembali sambil tersenyum kepadanya. sambil mengusap punggungnya. saya mendapat pelajaran berharga untuk berusaha mengerti akan pribadi setiap anak dan berusaha mengembalikan keceriaanya kembali dan memberikan pengertian kepadanya bahwa orangtuanya marah padanya karena mereka sayang bukan benci.

    Menjadi guru TK kita harus menjadi sosok yang menyenangkan kepada mereka, dari cara pengajaran juga demikian. pernah saya masuk kelas TK B umur mereka sudah 5-6 tahun jika saya tidak kreatif dalam mencuri perhatian mereka, mereka akan asyik main satu dengan yang lain, laptop sering saya gunakan untuk menunjukan video bernyanyi, menari bahkan belajar mengenal huruf dan pengucapanya dalam Bahasa Inggris. mereka akan senang dan mulai melihat dengan tertib. menjadi guru adalah sosok yang mulia kita bukan hanya sekedar mengajar tapi menjadi pendidik bagi anak tersebut. memahami setiap pribadi mereka dan dapat merangkul mereka. saya berharap saya bisa menjadi sosok guru dan sosok teman bagi anak-anak didik saya.

    IMG02960-20130208-1002

     

    IMG00044-20120507-0943

    IMG00098-20120510-0911

     

    “Artikel ini diikutkan dalam Lomba Menulis Guraru untuk Bulan Pendidikan berhadiah Acer One 10″

  • Roselin became a registered member 6 years, 6 months ago

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar