• ThumbnailSelamat sore guraru,,,

    Pernahkah komputer kita ruang hardisk penuh dengan file-file?

    Kalau saya pernah, ruang hardisk notebook saya pernah tinggal 500 mb padahal besar ruang hardisknya kurang lebih 300 […]

  • Sangat inspiratif.. mantab

  • tapi karya saya masih sederhana pak,,

  • bisa pak umar tholib, silahkan pak, bisa diunduh di link ini :
    http://al-miftahu.blogspot.com/search/label/MPI

  • Julianto changed their profile picture 6 years, 7 months ago

  • Betul pak m. Subakri dengan IT lebih mak nyuussss…

  • mpi

    “ Pak, besok lagi belajarnya pakai ini yaa..” kata murid-murid kelas 3 sambil menunjuk notebookku dan proyektor yang masih meny ala diatas meja setelah selesai pelajaran PAI.

    mpi3

    Itulah kesan dari anak-anak saat saya pertama kalinya menggunakan IT dalam kegiatan belajar mengajar di kelas. Komputer dan teknologi informasi sekarang ini sudah sampai pada taraf pervasif, yang telah menjadi satu alat dalam proses kegiatan sehari-hari. Dari perkembangan teknologi saat ini, apabila kita manfaatkan untuk pembelajaran maka akan memberikan pengaruh yang besar . Terutama bagi anak didik, mereka akan semakin asyik dan bersemangat mengikuti jalannya kegiatan belajar mengajar. Bahkan, mereka akan semakin aktif dalam belajar di kelas. Bentuk dari pemanfaatan teknologi untuk kegiatan belajar mengajar yaitu dengan membuat multimedia pembelajaran interaktif.

     

    Berawal dari keinginan saya untuk menciptakan suasana belajar di kelas yang menyenangkan dan bisa membuat anak didik betah belajar, maka saya pun berfikir kira-kira bagaimana yaa…??

    Ketika itu pelajaran yang ku ampu adalah PAI dan dalam penyampaian sebagian besar dengan metode ceramah. Supaya anak didik tidak jenuh maka saya terus mencari cara kira-kira metode apa yang bisa dipadukan dengan metode ceramah. Saat itu saya masih gaptek buanget,,,padahal sekarang juga masih.

    Saat melihat teman-teman bisa mengoperasikan notebook, laptob dalam hati “wah itu kelihatannya asyik banget, bisa dimanfaatkan ni buat mengajar di kelas. Mulai saat itu saya pun mempelajari cara mengoperasikan notebook. Kemudian lihat di google, dari situ saya menemukan sebuah artikel tentang “ membuat media pembelajaran interaktif dengan lectora”. Ini dia yang kucari-cari.

     

    Tepat saat itu ada undangan mengikuti pelatihan dengan tema “ Membuat Multimedia Pembelajaran dengan Lectora”. Karena sangat butuh pengetahuan yang seperti itu, akhirnya saya pun bergegas mengikuti pelatiahan tersebut.

    Gurukan juga harus terus belajar.

     

    Setelah mengikuti pelatihan tersebut, saya bisa membuat multimedia pembelajaran interaktif meskipun masih sederhana. Selanjutnya membuat media pembelajaran interaktif sesuai dengan materi yang akan saya sampaikan di kelas. Saatnya berkaryaa…

     

    Materi yang akan saya sampaikan saat itu pelajaran PAI bab beriman kepada hari akhir. Malam harinya saya nglembur membuat media tersebut. Setelah selesai buat lihat jam ternyata sudah jam 03:00, suara ayam-ayam berkokok pun terdengar jelas. Media pambelajaran interaktif PAI siap digunakan.

     

    Pagi harinya saya masuk ke kelas 3 dengan membawa notebook dan proyektor. Anak-anak dengan duduk rapi langsung menyambut menampakkan wajah yang berseri-seri.

     

    “ Anak-anak, hari ini kita akan belajar dengan ini anak-anak “ kataku sambil menunjukkan jari ke notebook.

    “ Asyiiiik,,, Horeeee,,, sambut anak-anak penuh keceriaan

     

    Dalam proses pembelajaran anak-anak saya bagi menjadi 4 kelompok dari jumlah 26 siswa kelas 3 SDU Daar El Dzikir.  Pertama saya menerangkan materi sambil menjalankan aplikasi yang telah saya buat. Setelah itu saya berikan pertanyaan-pertanyaan untuk mereka diskusikan bersama. Berdiskusi selesai dilanjutkan evaluasi, evaluasi dilakukan bersama-sama dengan aplikasi tersebut. Setelah evaluasi selesai, masing-masing kelompok kita adakan lomba antar kelompok. Lombanya yaitu menjawab kuis yang berisi materi dalam bentuk game.

     

    Setelah pelajaran selesai, anak-anak pun berkata:

    “ Pak, besok lagi belajarnya pakai ini yaa..” kata murid-murid kelas 3 sambil menunjuk notebookku dan proyektor.

     

    Itulah pengalaman pertama kali saya mengajar menggunakan media teknologi sebagai sara belajar. Anak didik sangat senang dan enjoy selama kbm berlangsung. Meskipun pengalaman ini belum seberapa, tapi buat saya ini pengalaman yang sangat berkesan.

     

    Ketika seorang guru mampu menggunakan media dalam kegiatan pembelajaran maka akan memperlancar proses interaksi dengan siswa dan siswa menjadi lebih interaktif. Kalau memungkinkan guru harus menciptakan merancang dan membuat media sendiri. Manfaat dari kita membuat media pembelajaran sendiri adalah apa yang menjadi aspek tujuan dari media yang kita gunakan tepat sasaran dan sesuai yang kita inginkan serta peran guru menjadi lebih produktif.

     

    Apalagi sekarang ini anak-anak sudah banyak yang punya gadget-gadget dan kebanyakan juga mereka menginstal di gadget mereka bermacam-macam game yang tidak mendidik. Waktu mereka habiskan untuk ngegame dari pada belajar atau membaca buku.  Jika kita bisa menciptakan media untuk pembelajaran dengan desain masuk kedunia mereka, maka itu akan lebih bermanfaat.

     

    “Artikel ini diikutkan dalam lomba menulis Guraru untuk Bulan Pendidikan berhadiah Acer One 10”.

  • Salam persahabatan pak iwan

  • Pada tahun 2011 tepat pada tahun ajaran baru perjalananku di dunia pendidikan anak dimulai, berawal di sebuah lembaga pendidikan di kecamatan Bulu kabupaten Sukoharjo Jawa Tengah sebagai pengajar mata pelajaran Al-Quran.
    Tangkapan layar 2015-05-05 13.24.19
    Mulai saat itu aku merasakan kebahagian yang sangat besar.  Apa itu?  Yaitu ketika melihat anak-anak  memiliki semangat yang tinggi untuk belajar. Saai itu aku mulai merasakan bahwa banyak sekali anak-anak Indonesia ini yang membutuhkan kita para pendidik untuk hadir di dekat mereka, mendidik mereka, membimbing mereka menuju jalan yang gemilang untuk membawa negeri ini lebih maju.

    Diantara kebahagian yang bercampur air mata adalah ketika aku melihat para siswa melantukan ayat-ayat suci Al-Qur’an baik dengan membaca maupun menghafal. Mereka selalu bersemangat, ketika bel berbunyi yang menandakan bahwa pelajaran dimulai mereka pun datang berbondong-bondong bahkan ada yang berlari  segera menuju ke kelompoknya. Dalam kegiatan belajar mengajar setiap satu kelas dibagi menjadi beberapa kelompok.

    Lihat Videonya disini.

    Pernah suatu ketika salah satu siswa putra di kelompokku tiba-tiba badannya kelihatan lemas, wajahnya pucat tapi ia tetap pegang Al-Qur’an dan menghafalnya. Melihat hal itu aku bertanya tanya dalam hatiku ” Ada apa dengan dia?

    Karena penasaran ni, aku dekati dia kemudian aku bertanya: ” Mas, kamu sedang sakit?
    ” ia pak.” jawabnya dengan suara rendah
    ” kalau kamu sedang sakit, lebih baik istirahat dulu di UKS yaa,” Kataku
    ” tidak mau pak.” Jawab muridku 

    ” lo,,, kenapa? tanyaku keheranan
    ” begini pak, karena aku ingin tetap mengikuti pelajaran Al-Qur’an meskipun aku sedang sakit “. Jawabnya dengan tegas
    Allohu akbar… mendengar itu hatiku sangat tersentuh, mataku mulai berkaca-kaca.

    Pernah suatu ketika ada salah satu murid yang belum bisa-bisa menguasai salah satu materi  yang aku sampaikan. Mendapati hal itu, dia segera minta waktu tambahan di luar jam pelajaran kepadaku. Takjub dan kagum hati ini melihat semangatnya untuk bisa dan mengejar ketertinggalannya. Anak ini sangat gigih dan penuh semangat. Akhirnya dengan kegigihannya ia berhasil menguasai materi dan bisa mengejar teman-temannya.

    Menjadi seorang guru ternyata banyak pengalaman yang sulit dilupakan.
    Banyak pelajaran berharga yang sulit untuk dilupakan.
    Berikut ini beberapa pelajaran penting yang aku dapatkan bersama para siswa, diantaranya:

    1. Ilmu (Pengetahuan) sebelum menyampaikan
    Bagaimana mungkin seorang bisa memberikan sesuatu namun ia sendiri tidak mempunyai suatu apapun. Sama halnya seorang guru, bagaimana mungkin anak didik bisa paham materi yang disampaikan sedangkan ia sendiri tidak paham atau tidak memiliki pengetahuan tentang materi yang ia sampaikan.

    2. Kesabaran membuahkan hasil yang manis

    Kesabaran pasti akan membuahkan hasil yang manis. Ketika seorang guru dihadapkan dengan keadaan anak didik yang tidak sesuai dengan apa yang diinginkan, maka kesabaran dalam mendidik mereka adalah kuncinya. Hargailah proses anak didik kita.

    3. Metode mengajar yang bervariasi menjadikan anak didik lebih bersemangat

    Guru yang menggunakan metode mengajar bervariasi secara tidak langsung guru menjadi model yang kreatif. Setiap anak didik memiliki gaya belajar yang berbeda-beda, kejenuhan dan rasa bosan akan menghinggapi anak didik jika metode yang kita gunakan monoton.

    4. Motivasi seorang guru membangkitkan semangat anak didik dalam belajar

    5. Keteladanan seorang guru kunci sukses terbentuknya anak bangsa yang berkarakter

    Guru —–> digugu lan ditiru

    6. Perkataan seorang guru kepada anak didiknya akan selalu teringat

    Masih teringat jelas dibenak ini,

    Ketika itu masa-masa liburan semester 1 2014/2015, di pagi hari tiba-tiba berdering handphoneku.

    “kriiiiiiiiing,,,,

    ” Halo, Selamat pagi ”

    ” Selamat pagi pak guru” Jawab sang penelepon sebelum aku tau siapa dia.

    Ternyata dia ibu dari salah satu siswa yang ku ampu.

    Setelah lama berbincang-bincang, maksud dan tujuan ibu tersebut adalah meminta tugas menghafal untuk anaknya selama liburan semester. Beliau mengutarakan bahwa saat ini anaknya lagi sangat semangat menghafal.

    Mendengar itu hati ini berbunga-bunga, betapa tidak. Disaat yang lain sibuk menghabiskan liburan dengan pergi kemana-mana, ia memilih berdiam diri di rumah untuk belajar menghafal ayat-ayat suci Al-Qur’an. Sungguh ini membuatku bahagia.

    Demikianlah diantara pengalaman yang sangat menyenangkan bagiku bersama anak didik.

    “Artikel ini diikutkan dalam lomba menulis Guraru untuk Bulan Pendidikan berhadiah Acer One 10”.

  • ThumbnailSaat ini perangkat lunak untuk menjalankan android sudah banyak kita jumpai, gadget-gadget sudah menjadi teman sehari-hari dari usia kanak-kanak sampai orang tua. Kita bisa melihat ketika anak didik kita pulang […]

  • Julianto became a registered member 7 years, 3 months ago

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar