• Surya Darma commented on the post, Permen Gratis 7 years ago

    Siap, Pak Iwan! Saya menuju ke TKP πŸ™‚

  • Surya Darma commented on the post, Permen Gratis 7 years ago

    Terimakasih, Pak Bakri. Saya banyak belajar dari murid2 saya. Terimakasih sudah mampir. Salam kenal kembali πŸ™‚

  • Waah, jadi ingat masa kecil saya di kampung πŸ™‚

  • Senangnyaaa bisa berguru dari banyak guru di web ini πŸ™‚

  • Banyak sekali informasi penting di GURARU, ya. Selamat untuk para pemenang. Mudah2an saya bisa ikut meramaikan di tahun mendatang πŸ™‚

  • Salam kenal, Bu. Wah, pengen baca, Bu. Pasti sangat menarik artikelnya. Sayang mata saya yang minus ini ngga bisa melihat imagenya dengan jelas.

  • Guru kreatif, siswa pun senang πŸ™‚

  • Betul! Salam GURARU, Pak Iwan Sumantri πŸ™‚

  • Terimakasih, Pak Umar Tholib. Alhamdulillah, kalau ada makna yang bisa diambil dari tulisan saya πŸ™‚

  • Surya Darma commented on the post, Permen Gratis 7 years ago

    Betul sekali, Pak Iwan. Semoga guraru dapat mewariskan karakter itu pada anak didik. Terimakasih sudah mampir. Salam hormat πŸ™‚

  • Surya Darma commented on the post, Permen Gratis 7 years ago

    Benar, Pak Umar Tholib. Oleh karena itu, penting menanamkannya sejak dini pada anak didik. Terimakasih sudah mampir. Salam hormat πŸ™‚

  • Bel pulang sudah berdentang beberapa menit yang lalu. Sebagian besar murid-muridku sudah turun dari kelas kami yang saat itu memang berada di lantai tiga. Posisi kelas yang sangat cocok bagi mereka yang ingin […]

  • Waw! Dahsyat, Pak. Mudah2an bisa meniru inovasi yang Bapak terapkan πŸ™‚

  • Iya, Pak. Dunia anak memang seru. Sebagai guru, saya banyak belajar dari mereka. Terimakasih sudah membaca πŸ™‚ Salam kenal πŸ™‚

  • Assalamualaikum. Saya anggota baru, Pak. Bismillah, mudah-mudahan bisa ikutan πŸ™‚

  • Menjadi guru itu, banyak senangnya. Senang ketika melihat anak didik dapat memahami apa yang diajarkan, melihat mereka berubah menjadi lebih baik, melihat kreativitas mereka dalam bermain, mengatasi permasalahan, beradaptasi, berkelompok, berdiskusi, dan sebagainya.

    Hal itulah yang terkadang membuat saya berfikir, yang belajar itu sebenarnya siapa? Saya, atau mereka? Karena kenyataannya, saya memang guru yang mendidik mereka, tapi justru sayalah yang banyak belajar dari mereka.

    Suatu ketika, saya dapati dua orang anak didik saya di kelas 3 bertengkar. Β Hebat betul pertengkarannya. Ujung-ujungnya saling cakar. Melihat kondisi waktu itu, seolah mereka tak akan saling memaafkan.

    Usut punya usust, ternyata yang satu asyik menggambar. Satunya datang, mencoret-coret gambar temannya. Dikiranya tak mengapa, rupanya yang punya gambar tak terima.

    JEDUAK!

    Sebuah tinju mendarat di dada yang mencoret tadi. Merasa tersakiti, yang ditinju balas mencakar. Jadilah mereka, cakar-cakaran.

    Saat saya datang menengahi, masing-masing membela diri.

    “Dia nyoret gambar saya!”

    “Dia nonjok dada saya!”

    Setelah diberi penjelasan, mereka pun menjadi paham, lantas saling bermaafan.

    “Maaf ya, saya udah nyoret gambar kamu.”

    “Iya. Saya juga minta maaf, udah nonjok kamu.”

    Kaku kah mereka setelah pertengkaran itu? Ternyata tidak. Tak sampai dua menit kemudian, mereka sudah terlihat asyik bermain catur. Ah, anak-anak. Bandingkan dengan orang dewasa. Sekali bertengkar, lama sembuhnya. Masih menyimpan ganjalan, kendati sudah saling memaafkan.

     

    β€œArtikel ini diikutkan dalam Lomba Menulis Guraru untuk Bulan Pendidikan berhadiah Acer One 10”

  • Surya Darma posted an update 7 years ago

    Bismillah. Assalamualaikum, Bapak/Ibu guru. Perkenalkan, saya Bu Surya, anggota baru di Guraru. Salam kenal.

  • Surya Darma changed their profile picture 7 years ago

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar