• silahkan pak, sekedar coretan pengalaman, dibandingkan guru lain yang menulis di guraru saya belum ada apa-apanya

  • sama-sama, saya juga pemula pak.

  • Tulisan ini menceritakan suatu pengalaman mengajar, setelah merasa yakin akhirnya pada malam ini tulisan ini saya publish, setelah melihat tulisan peserta lainya yang memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran. Pelajaran yang saya pegang adalah Teknologi Informasi dan Komunikasi. Ketika mengajar kelas XI, terdapat materi Internet. Hal yang menurut siswa mudah untuk dipelajari karena telah biasa membukanya.

    Ketika melakukan grand tour observation terhadap pemahaman siswa tentang internet ternyata kesimpulannya internet adalah facebook. Hal yang cukup “mengenaskan” padahal mereka telah mendapatkan materi tersebut sejak SMP. Akhirnya saya membentuk pola pikir dalam penggunaan internet untuk memcahkan masalah yang mereka hadapi.
    KASUS I
    Kebetulan pada saat proses pembelajaran di kelas, seorang siswi bertanya setelah melakukan pengunduhan data di internet, folder tidak dapat dibuka dan icon dari folder tersebut tidak jelas. Saya ajak siswa berfikir dengan tahapan:

    1. Amati folder tersebut dan pikirkan tindakan apa yang dapat dilakukan untuk mengetahui jenisnya (ada siswa yang mengajukan pendapat dengan melihat detil dari folder tersebut)
    2. Lakukan tindakan yang sudah dipilih dan pikirkan alternatif pemecahan masalah (diketahui jenisnya RAR)
    3. (Saya ajarkan cara pemberdayaan internet untuk memecahkan masalah, siswa digiring untuk melakukan pencarian dengan menggunakan search engine) akhirnya mereka dapat menuntaskan masalah tersebut dengan baik

    REFLEKSI
    Sebenarnya siswa sudah terbiasa dengan penggunaan internet, pemberdayaan teknologi dalam pembelajaran, namun sifatnya terkondisi oleh guru, bukan atas masalah yang timbul dari diri mereka dan mencari alternatif pemecahan masalah sebelum mengeluh kepada guru atau orang tuanya. Kemandirian dalam pola pikir dalam penggunaan internet sangat penting dari pada teoritis penjelasan yang berkaitan dengan jaringan. Hal tersebut dapat dicari siswa ketika mereka memerlukannya.

    KASUS II
    Siswa kelas XI IPS 2 setelah proses pembelajaran selesai mengeluh karena ada tugas pembuatan Video untuk tugas Bahasa Besemah. Alat yang digunakan untuk pengambilan video menggunakan HP, dimana format yang dihasilkannya adalah MP4. Permasalahannya mereka hanya mengetahui bahwa movie maker sebagai video editor.
    Akhirnya saya ajak untuk berdiskusi, silahkan kalian buka internet dan pilih kata kunci yang sesuai, ada siswa yang mengajukan pendapat edit video. Akhirnya mereka mengetahui aplikasi lainnya selain yang mereka miliki, yang menjadi masalah adalah deadline tugas mereka yang sangat singkat. Seorang siswi bertanya ” bisa gak pak MP4-nya diubah ?”. Saya hanya tersenyum saja, ternyata materi mereka ketika kelas X hanya sekedar teori saja, dimana extensi file akan menunjukkan jenis file itu sendiri dan cara menanganinya.
    Saya jelaskan secara singkat tentang extensi file, mereka pun mengerti maksud dan tujuannya, saya arahkan lagi pola pikirnya untuk mencari di internet, akhirnya seorang siswi menggunakan kata kunci mengubah extensi file. Sampailah mereka pada tujuan yang sebenarnya saya tuju yaitu format factory, suatu aplikasi yang dapat mengubah format video yang kita miliki.

    REFLEKSI
    Dengan permasalahan di atas, ternyata kembali pada pemahanamn teori yang mentah dari siswa, sehingga mereka sendiri yang kebingungan kemana arah berjalan. Extensi file telah disampaikan ketika kelas X, pada materi sistem operasi. Akhirnya pembentukan pola pikir kembali menjadi permasalahan dalam menuntaskan tugas mereka.

    KASUS III
    Ketika Laboratorium Komputer akan digunakan untuk TUK guru, maka perbaikan jaringan pun dilakukan, saya libatkan siswa laki-laki dalam pemasangan jaringan komputer. Salah satu dari mereka berkata “ternyata komputer bukan sekedar untuk mengetik dan internetan saja”.

    KESIMPULAN
    Bidang apa yang tidak tersentuh oleh kemajuan Teknologi Informasi dan Komunikasi ? hal inilah yang perlu menjadi pemberdayaan dari guru terhadap siswa dalam implementasi teori pada mata pelajaran yang dipegangnya dengan kemajuan TIK, sebagai contoh: Logika matematika berhubungan dengan fungsi logika di excel. Pembentukan pola pikir untuk memecahkan masalah dengan memberdayakan internet merupakan langkah yang perlu ditanamkan, sehingga siswa tidak ketergantungan dengan guru, kecuali dalam hal-hal tertentu saja. Dengan pola pikir yang benar, maka tidak perlu lagi takut siswa akan membuka dan mengakses situs yang tidak mendidik.

    Artikel ini diikutkan dalam Lomba Menulis Guraru untuk Bulan Pendidikan berhadiah Acer One 10

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar