• Katanya setiap anak di Indonesia berhak mendapatkan pendidikan, itu yang sering aku dengar dri pelajaran Kewarganegaraan saat aku duduk di bangku SMA

    Katanya . . .

    Namun kenyataan nya, masih banyak adik-adik ku yang belum bisa mendapat nikmatnya ilmu, mayoritas mereka memiliki alasan yang kuat mengapa mereka tidak dapat memperoleh ilmu di bangku sekolah.

    Karena keterbatasan biaya . .

    Aku pun mulai berfikir, apa yang dapat aku lakukan bagi adik-adik ku ini ? Aku tidak memiliki cukup dana untuk menyekolahkan mereka secara formal di sekolah, namun di satu sisi aku melihat potensi mereka yang cukup besar untuk menjadi seorang yang berpengaruh di masa depan. Akhirnya aku mencoba untuk bergabung di suatu komunitas yang concern terhadap anak-anak jalanan di Depok. Aku ingin berbagi ilmu dengan mereka, dengan menjadi guru relawan untuk mereka.

    Dan pada akhirnya, aku pun menjadi salah satu kakak pembimbing di sana, banyak sekali pengalaman yang ku dapatkan disana saat itu. Aku juga mengajar beberapa murid Sekolah Menengah Pertama dimana mereka juga merupakan adik-adik yang bernaung di dalam rumah singgah tersebut.

    Suatu hari Aku bersama seorang temanku mengajari mereka Fisika di rumah singgah, saat itu aku terpana melihat soal-soal try out mereka, kalian tahu kenapa ? karena soal-soal mereka itu memiliki banyak kesamaan dengan soal-soal fisika ku yang saat itu kupelajari di bangku SMA. Dan pada saat kami mulai membahas soal-soal try out tersebut. Kami terdiam.

    “Kak, tolong jelasin soal percepatan ini donk ?”

    “. . . Dek, kakak juga masih bingung, kita cari rumusnya sama-sama di internet yah”

    Hal ini sungguh memalukan buat ku pada awalnya, bagaimana mungkin seorang guru tidak bisa membantu muridnya memecahkan soal muridnya yang masih SMP sedangkan gurunya seorang siswa SMA tingkat akhir. Aku pun akhirnya tahu betapa berat nya profesi guru itu. Aku seringkali bercanda dengan teman di kelas tanpa memperhatikan guru ku yang sedang mengajar, padahal Ia telah bersusah payah berusaha mentrasfer ilmu nya kepada kami. Sungguh .. Aku malu sekali saat itu.

    Akhirnya kami mulai mencari rumus-rumus fiski di internet, saat itu tidak terjadi kondisi dimana seorang guru mengajari murid nya, tapi seorang guru yang belajar bersama murid nya. Dan itu sangat menyenangkan bagiku. Walaupun aku saat ini tidak dapat mengajari mereka karena sedang fokus dalam perkuliahan ku, tapi aku ingin kembali kesana ..

    Dan berbagi dengan mereka . . Adik-adik kesayangan ku

    Beberapa foto saat kami mengajar :
    a

    b

    Artikel ini diikutkan dalam Lomba Menulis Guraru untuk Bulan Pendidikan Berhadiah Acer One 10

  • Bismar Eduard became a registered member 6 years, 6 months ago

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar