• Pak Bakri, nah itu dia tantangannya, harus tahu diri dan tahu waktu. Hehehe. Saya sempat kecanduan, tapi bisa mengatur waktu lebih baik sekarang, setidaknya tidak update dan engage di facebook waktu jam kerja. […]

  • Pak Iwan, salam persahabatan. Terima kasih apresiasinya. Saya juga ada blog tapi sudah lama tidak update dan kurang konsisten 🙁 Semoga bisa membangkitkan motivasi saya untuk ngeblog lagi.

  • Betul, Pak. Kolaborasi bisa dimungkinkan ada disana. Saya juga pernah meminta siswa untuk memajang karya dan kreatifitas mereka, dan mendorong supaya teman-teman mereka memberikan masukan dan penilaian juga. 🙂

  • Terima kasih untuk VOTE yang diberikan, Pak Umar. Terima kasih sudah menyimak tulisan saya. 🙂

  • Pak @Umar, saya coba instal Mouse Mischief, eh, ternyata tidak compatible untuk Ms Office 2013 yang saya pakai. Bisa digunakan untuk Ms Office 2007 atau 2010. Besok saya coba dengan komputer lainnya deh. 😉

    Terima kasih.

  • Ikut menyumbang artikel dan berbagi:

    ‘Mengajar’ lewat Facebook

    Pastinya kita semua punya akun jejarin sosial, seperti Facebook. Jadi, saya ingin mengajak Ibu/Bapak untuk bisa […]

  • Mengajar selalu memberi saya semangat. Itu yang saya rasakan sampai sekarang, meski saya sudah tidak secara resmi mengajar di dalam kelas, saya masih ingin membagikan pengetahuan yang pernah saya dapatkan.

    Ketika saya ‘dilarang’ mengajar di dalam kelas agar saya lebih bisa fokus dengan pekerjaan mengelola sekolah-sekolah di yayasan pendidikan tempat saya bekerja, saya nekat memanfaatkan akun Facebook saya. Bagaimana saya menggunakan Facebook untuk ‘mengajar’?

     

    [caption id="" align="aligncenter" width="680"]Posting perdana #JumatInggris Posting perdana #JumatInggris[/caption]

     

    Semua bermula dengan keisengan saya menuliskan posting—atau biasa dikenal dengan istilah status di Facebook— untuk mengomentari penggunaan ‘to be’ dalam Bahasa Inggris, karena saya sering mendapati kesalahan dalam tata bahasa dan penggunaan kata itu. Kemudian, saya tertarik dan memutuskan untuk mengambil komitmen mengembangkan ‘rubik mingguan’ yang saya bubuhi dengan tagar #JumatInggris. Tagar yang saya gunakan untuk menandai (dan nantinya memudahkan untuk mencari) posting yang berhubungan dengan materi pelajaran Bahasa Inggris yang saya bagikan lewat Facebook saya.

    Hingga saat ini, sudah hampir empat bulan saya menjaga kontinuitas rubrik #JumatInggris di dinding Facebook saya. Posting #JumatInggris hampir rutin muncul setiap Jumat, kecuali dua kali ketika hari libur (yes, Pak Guru butuh libur juga, celetuk teman saya membela).

     

    [caption id="" align="aligncenter" width="680"]Posting mingguan #JumatInggris selanjutnya. Posting mingguan #JumatInggris selanjutnya.[/caption]

     

    Sama ketika saya dulu terlalu asik mempersiapkan atau mendesain materi pembelajaran dalam kelas, saya menikmati persiapan dan perencanaan materi yang ingin saya bagikan dalam #JumatInggris. Saya merangkai kalimat penjelasannya, supaya terdengar ramah dan gaul tetapi tidak membingungkan bagi para pembaca. Selain itu saya berusaha mendesain sendiri setiap gambar atau foto yang cukup menarik dan representatif (baik dengan Adobe Photoshop, Ms. PowerPoint, atau secara sederhana dengan Ms. Word) untuk mendukung penjelasan yang saya berikan. Mantan dosen saya kemudian menyebutnya ‘photo-teaching’ karena saya menggunakan gambar atau foto untuk melengkapi penjelasan saya. Saya tidak lupa menyusun rencana ‘kurikulum’ yang ingin saya ikuti untuk #JumatInggris ini.

    Jujur, saya merasa senang ketika teman-teman dan para pembaca engage—terlibat—dalam setiap posting #JumatInggris, entah merespon, menjawab (soal yang saya berikan), bahkan membagikan postingan itu ke dinding akun Facebook mereka. Sesekali mereka juga saling diskusi dan menanggapi satu-sama lain. Teman-teman mengapresiasi posting #JumatInggris, dan beberapa yang lain menyebutkan bahwa mereka menyimak dan merasa posting ini memberikan manfaat. Saya merasa makin termotivasi ketika ternyata teman-teman dan beberapa kolega lain—termasuk beberapa mantan dosen—ternyata diam-diam mengikuti dan mengapresiasi apa yang saya kerjakan, meski tidak terlibat langsung berkomentar atau menanggapi.

     

    [caption id="" align="aligncenter" width="680"]Engagement, keterlibatan, teman-teman Facebook saya dalam #JumatInggris. Engagement, keterlibatan, teman-teman Facebook saya dalam #JumatInggris.[/caption]

     

    Facebook—dan situs atau aplikasi jejaring sosial lainnya seperti Twitter, Path, Instagram—menjadi fenomena yang tenar dan tidak asing lagi di Indonesia, terkhusus untuk kalangan remaja. Ketika saya melakukan survey sederhana untuk usia remaja-pemuda di bawah usia 30 tahun, semua responden mengakui bahwa mereka memiliki akun Facebook, meski 15% menyebutkan bahwa mereka tidak aktif menggunakannya. Hal ini yang juga mendorong saya memanfaatkan akun Facebook untuk melanjutkan artikel #JumatInggris.

    Niat, komitmen, dan ketekunan. Tiga hal itu yang saya pelajari menjadi kunci ketika saya terus mengelola rubrik #JumatInggris ini selama hampir empat bulan ini. Saya pun mengundang dan mendorong rekan-rekan guru dan pendidik untuk mulai memanfaatkan akun jejaring sosial kita untuk berbagi pelajaran, tidak sekedar untuk berbagi hal-hal pribadi saja (yang saya sadari sendiri terkadang lebih kedengaran galau atau narsis). Kalau hal ini juga bisa berperan mengembangkan pendidikan dan memberi dampak positif untuk kegiatan belajar-mengajar, why not?

     

    “Artikel ini diikutkan dalam Lomba Menulis Guraru untuk Bulan Pendidikan berhadiah Acer One 10.”

    Topik: Pengalaman belajar dan mengajar di luar kelas

     

  • Keren ini, Pak Umar. Thanks for sharing. Pengin mencobanya. 😀

  • Daniel Kurniawan became a registered member 8 years, 4 months ago

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar