• salam kenal Bapak/Ibu….mohon maaf masih utak atik karena “new comer”. Harus banyak belajar dan menulis dari banyak guraruers. semoga bisa eksis terus di guraru…aamiin…

  • Oleh : R. Ach.. Choirul Fatah, S.Pd.
    Guru Bahasa Inggris MTs.N Pajarakan, Kab. Probolinggo
    Lomba yang diadakan Guraru ini menginspirasi saya untuk mencari cara malas untuk jadi guru tapi tugas selesai, anak senang, target tercapai. Tidak bisa dihindari memang ketika menjadi guru, maka setiap pembelajaran yang sudah kita berikan seyogyanya diberikan tes untuk mengukur ketercapaian pembelajaran. Namun, kendala yang dihadapi guru dalam memberikan tes adalah selain malas membuatnya, yang paling malas lagi adalah mengoreksinya, apalagi kemudian menganalisisnya.

    Guraru yang merupakan singkatan dari Guru Era Baru ini membuat saya berpikir ‘masak’ untuk menantang diri saya yang hanya bermodalkan pengetahuaan rumus excel yang ‘maut’ itu sedikit sekali namun ingin menjawab tantangan permasalahan diatas yaitu bagaimana memberikan tes kepada siswa tanpa harus mengoreksi hasilnya namun selesai, terekap dengan baik, bahkan teranking dengan baik. Bingung kan? Saya juga bingung, namun berpikir ekstrim itu perlu. Yakinlah tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini selama kita berpikir, berusaha dan berdo’a.

    Kalau kita bergabung dalam komunitas Guraru, seharusnya kita adalah termasuk guru sakti. Guru yang tidak biasa (tidak biasa berpikir statis, diam) namun bergerak dan berpikir. Nah, bukan menyombongkan diri nih, gara-gara Guraru mengadakan ajang lomba ini saya jadi ‘berpikir’ (memang biasanya kurang begitu berpikir, 🙂 ). Tantangan menjelma jadi hasil, kalau bahasa bukunya, saya dapat moment ‘The Power of KEPEPET’. Meskipun cara memanfaatkan waktu yang kepepet tadi secara psikologis ada peneliitian yang tidak menganjurkannya, namun bagi saya masih menjadi favorite mistake alias kesalahan yang digemari (kalau memang dianggap tidak benar lho ya).

    Menjadi malas adalah fitrah dan boleh dilakukan asal tanggung jawab selesai, kalau ini mottonya saya rasa dimanapun anda bekerja pasti Bos anda senang. Itulah yang ingin saya sampaikan dalam tulisan ini. Betapa senangnya menjadi guru yang tugasnya dikerjakan oleh ‘Malaikat Teknologi’ (istilah teologi IT saya). ‘Malaikat penolong’ bagi saya selama menjadi guru adalah teknologi. Guru, seolah-olah adalah profesi sempurna yang seakan harus serba tahu. Maka oleh sebab itu dulu saya punya prinsip bahwa guru harus bisa menjawab semua pertanyaan muridnya (apapun itu). Saya sangat berterimakasih ketika awal saya jadi guru, teknologi IT terutama internet dengan kekuatan search engine nya telah membuat saya waktu itu menjadi ‘Guru Sakti’ dihadapan murid saya yang waktu itu belum kenal internet. Jadi, memang ‘tahu lebih dulu’ itu enak, bisa digunakan untuk ‘membohongi’ (tapi tujuannya baik lho ya).

    Saya berkata pada murid saya waktu itu bahwa meskipun saya guru bahasa Inggris, namun saya bisa menjawab semua pertanyaan yang akan mereka ajukan. Jadi untuk menantang mereka saya meminta mereka menanyakan apapun, pasti saya jawab. Saya hanya minta waktu beberapa lama untuk bertanya pada ‘malaikat’, kilah saya (malaikatnya adalah waktu itu HP di tangan dengan koneksi internet). Mereka keheranan ketika ternyata pertanyaan paling tidak disangka ternyata bisa saya jawab (yaitu, apa yang digunakan manusia dulu ketika membangun candi borobudur ? kan belum ada semen?). Wah, dasar guru Sok Tahu. Dulu Sok Tahu, sekarang bilang Sakti. Dasar Keblinger.

    Kembali kepada permasalahan mengoreksi tes siswa tanpa mengoreksinya sendiri tapi selesai dengan bantuan ‘Malaikat Excel’. Tangan-tangan Excel lah yang akan menyelesaikan pengoreksian jawaban siswa. Saya sebagai Bos nya tinggal membuat prototype programnya yang berupa sedikit desain dan rumus untuk dipatuhi Excel. Rumus yang saya gunakan pun pasti pengguna awam bisa (karena saya termasuk didalamnya, J). Rumusnya antara lain hanya ‘=’ (sama dengan) dan ‘if’ serta bantuan hyperlink saja. Penasaran bagaimana membuat dan cara kerjanya? Berikut ini adalah konsep dan langkah-langkah saya membuat ‘Malaikat Pengoreksi’ itu:

    Pertama saya membuat di excel desain seperti dibawah ini:

    1

    Selanjutnya saya membuat sheet pada workbook diatas sebanyak soal yang ingin dibuat. Saya membuat master sebanyak 50, karena 50 soal adalah soal model pilihan ganda paling banyak yang biasa dibuat guru.

    Saya kemudian membuat desain mudah dan sederhana seperti gambar dibawah ini. Saya membuat satu master sheet dulu, setelah matang saya gunakan move and copy sheet sehingga saya tidak membuat berkali-kali sheet yang sama. Setelah itu gunakanlah hyperlink pada tombol ‘next’ , ‘previous’ dan ‘home’’. Mohon maaf, pada saat membuat master ini, sebagian jiwa Inggris saya muncul (namun tidak mengurangi sama sekali nasionalisme dan patriotisme saya, 🙂 ).

    2

    Untuk kolom soal diatas saya menggunakan kotak teks (text box) sehingga memudahkan copy dan paste teks dari microsoft word. Gambar diatas menunjukkan semua sheet yang sudah di move and copy sebanyak 50 sheet dan satu sheet bernama ‘skor’ untuk mengolah koreksi dan nilai tiap file yang dikerjakan siswa.

    3

    Gambar diatas menampilkan sheet pengolahan nilai dan koreksi otomatis yang saya maksud. Dengan rumus ‘=’ saya membuat link pada semua sheet yang telah diwarnai kuning yang berisi jawaban siswa tiap item soal menjadi deretan seperti pada sel d4 sampai dengan at4 seperti terlihat pada gambar. Sedangkan deretan dibawahnya (d6 sampai dengan at6) berisi rumus ‘if’ untuk mengkonversi jawaban benar atau salah menjadi 0 dan 1. 1 bila benar dan 0 bila salah. Rumus if yang digunakanpun sederhana yaitu ‘if’ dan ‘=’ (contoh; if(d4=d2;1;0) ). Dengan rumus tersebut maka excel akan mencocokkan jawaban siswa pada sel d4 dengan kunci pada sel d2 dan akan menetapkan angka 1 bila benar dan 0 bila salah pada baris dibawahnya yaitu d6. Begitu pula berlaku rumus yang sama pada sel E,F,G, dst. Untuk mempermudah pembuatannya kita bisa menggunakan copy paste rumus dengan sedikit merubah nama sheet nya saja.

    Selanjutnya, angka 0 dan 1 diolah dengan rumus ‘sum’ untuk mencari jumlah benar (terlihat pada sel c11), sehingga dengan hasil rumus ‘sum’ tersebut maka ditemukan jumlah benar jawaban siswa yang sama dengan kunci jawaban. Lalu, dengan mudah saya terapkan dengan pengalian skor tiap butir soal sehingga menjadi nilai siswa (terlihat pada sel c3 untuk nilai siswa, sedangkan c4 berisi skor butir soal sebagai pengali terhadap jumlah benar jawaban siswa). Mudah dan sedehana bukan?

    Setelah selesai dengan langkah pembuatan master diatas langkah selanjutnya saya membuat proteksi sheet untuk menghindari siswa salah pencet atau klik sehingga data aman dan terlindungi dan menyembunyikan sheet tabs pada excel supaya tampilan hanya tersedia dengan menu ‘next number’, ‘previous number’ dan ‘home’ saja. Tampilan akan tampak sederhana pada siswa.

    Setelah selesai langkah ini maka dilanjutkan dengan pembuatan file kunci jawaban yang nantinya di link kan dengan sheet ‘skor’ pada master soal. Sedangan file berikutnya adalah file rekap. Yang perlu diperhatikan dalam pembuatan file rekap adalah file ini harus saya buat dengan link yang foldernya sudah dipersiapkan terlebih dahulu. Kemudian, file itu akan di link kan ke file excel yang berisi soal dengan nama file nomor absen. Apabila ada 20 siswa maka copy sebanyak siswa tersebut. Lalu, ubahlah dengan nama file nomor (contoh; 1.xlsx, 2.xlsx, 3.xlsx, dst.). Setelah selesai kemudian link kan ke setiap file soal pada sel di sheet ‘skor’ yang berisi nilai. Hal ini penting untuk mengantisipasi berubahnya tempat penyimpanan setelah salah satu file tersebut di upload ke blog. Apabila folder dan letak file yang berisi soal dan rekap berubah, maka bisa jadi kita akan sedikit mengedit lagi atau bahasa populernya syncronize posisi atau letak kedua file tersebut.

    Berikutnya yang tak kalah penting adalah membuat sebuah blog. Untuk membuatnya kita bisa mendaftar di blogspot.com atau wordpress.com. disini, saya menggunakan wordpress dengan alasan karena banyak direkomendasikan sewaktu saya googling dan yang utama karena sifatnya yang gratis. Fungsi dari blog atau weblog ini adalah sebagai media penyedia file untuk didownload oleh siswa. Membuatnya tidaklah sulit dan bisa diperoleh langkah-langkahnya di google atau search engine lainnya dengan mudah. Namun, blog saja tidak serta merta selesai. Kita harus menyediakan juga pihak lain untuk menyimpan file kita di langit (istilah saya untuk file hosting provider atau cloud storage).

    4

    Gambar tampilan dropbox (untuk membuat file cloud storage).

    Setelah selesai dan mempunyai akun dropbox maka segera upload file soal excel yang telah kita buat satu saja dengan diberi nama file kelas yang akan menjalani tes (nantinya nama file tersebut akan di rename oleh siswa dengan nomor absen mereka masing-masing yang telah kita sediakan di menu awal pengerjaan soal). Berikut ini adalah gambar tampilan file soal yang siap di download di weblog saya.

    5

    Tampilan file yang siap didownload di wordpress saya (yang disertai link ke dropbox)

    Setelah siswa mendownload file excel di blog saya maka siswa kemudian mengerjakannya dengan cara mengetikkan jawaban multiple choice di sel berwarna kuning yang telah disediakan di setiap sheet soal. Kemudian, mereka akan mengirimkan kembali via email ke alamat email yang sudah saya cantumkan di menu file soal.

    Berikut ini adalah tampilan masuknya jawaban siswa melalui email yang tinggal saya download dan simpan ke folder yang sudah disiapkan.

    6

    Gambar dibawah ini adalah gambar peletakan file yang didownload bersama file kunci dan rekap. file kunci adalah file yang mempunyai link ke file soal (di gambar file soal sudah di rename oleh siswa sesuai nomor absen masing-masing) yang terletak pada sheet skor sebagaimana telah disebutkan sebelumnya.

    7

    Gambar dibawah ini adalah tampilan kunci jawaban dengan soal sebanyak 10. Kunci ini dihubungkan (di link kan) ke sheet skor pada file soal.

    8

    Gambar berikut ini adalah tampilan rekap hasil koreksi siswa yang dilakukan oleh Malaikat Excel setelah beberapa file kiriman siswa di download dan dikumpulkan di satu folder.

    9

    Hasil akhir dari rekap koreksian oleh Excel ini tinggal kita lanjutkan pengembangannya dengan perintah ‘sort’ untuk mendapatkan ranking atau dengan perintah ‘rank’. Atau bisa kemudian dengan gabungan rumus ‘if’ dan ‘percentage’ dan untuk mendapatkan hasil analis tes.

    Demikian sekelumit cerita di dunia pengajaran luar kelas saya yang karena Guraru dengan Lomba menulisnya ini membuat saya mendapatkan pengalaman belajar untuk diri sendiri, berguna untuk menutupi kemalasan saya, mendorong tumbuhnya pemakaian IT, serta tak lupa pembelajaran yang lebih bermakna setelah adanya evaluasi versi guru malas.

    O ya, kesan murid pertama saya jelaskan tentang cara kerja pengoreksian ini , mereka cukup terpukau memiliki guru malas seperti saya (Ge Er modeon’).

     

     

    Penulis : Choirul Fatah

     

    Artikel ini diikutkan dalam Lomba Menulis Guraru untuk Bulan Pendidikan berhadiah Acer One 10

  • choirul fatah became a registered member 6 years, 7 months ago

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar