• iya anak-anak sudah punya blog keren pak. murisd daya di kota tdk ada punya blog. malah sengaja dijauhkan dulu dari gadget. alasannya bia gak salah memanfaatkan dunia maya. sebab kalau sudah diluar sekolah perlu […]

  • wow bagus. mirip seperti disekolah saya pohon ilmu ala sapa ibu (sarapan pagi ilmu baru)
    salam pendidikan
    semoga dapat memberikan inspirasi NEKAT menjadi GURARAU yang BENAR2 […]

  • keren. salam pendidikan
    semoga dapat memberikan inspirasi NEKAT menjadi GURARAU yang BENAR2 BARU.

    Tak Harus Pintar untuk Jadi Hebat

  • waahhh saya setuju tambah lagi t orang kota yang dianggap tak pandai pun perlu juga bu.

    Tak Harus Pintar untuk Jadi Hebat

    salam maju bersama

  • Pak umar benar sekali. setiap individu memiliki kemampuan yang luar biasa yang tak terduga.

  • Lanjutkan terobosan baru demi pendidikan Indonesia

    Salam persahabatan

  • kiriman kedua saya. semoga dapat memberikan inspirasi NEKAT menjadi GURARAU yang BENAR2 BARU.

    Tak Harus Pintar untuk Jadi Hebat

  •  

    Seorang guru bukanlah semata-mata mengajarkan pengetahuan saja melainkan mendidik untuk menjadikan siswanya menjadi manusia seutuhnya. Untuk mendidik diperlukan kesabaran dan kasih sayang yang tulus. Dengan kesabaran dan kasih sayang yang tulus akan menjadikan siswa kita menjadi pribadi yang mulia.

    Setiap guru pasti ingin siswanya memiliki prestasi dalam berbagai bidang. Untuk meraih prestasi tersebut berbagai upayapun akan dilakukan. Khusunya dalam sebuah perlombaan.  Tidak bisa dipungkiri bahwa jauh dalam hati guru pasti ingin siswanya menjadi yang terbaik dalam sebuah kompetisi. Untuk itu, guru akan memilih bibit terbaik agar mendapatkan panen yang luar biasa. Hal itu pun sangat sering penulis lakukan. Penulis selalu memilih siswa berpengetahuan terbaik untuk mewakili sebuah perlombaan.

    Tindakan ini setelah dipikirkan dengan baik ternyata terasa sangat tidak adil untuk siswa lainnya. Kita pun ketika menjadi siswa selalu merasa guru tak adil dalam menenuikan pilihan. Padahal kita pun sangat ingin menampilkan kemampuan kita. Ketika itu kita akan merasa kecewa dan enggan untuk menunjukkan diri. Kita akan semakin tidak ingin untuk maju.

    Berawal dari pemikiran itu, saya mencoba sebuah terobosan baru sebagai guru era baru. Mulai dari sebuah pemikiran bahwa semua orang pasti bisa menjadi hebat walau tak pandai. Pemikiran ini tidak semata-mata tanpa bukti. Banyak fakta yang menunjukkan orang yang tak pandai membaca mampu menjadi orang besar dan hebat.

    Terobosan baru dari pemikiran saya itu saya lakukan di tahun 2015 ini. Saya mulai mencari siswa yang memiliki kemauan walau tak mampu dalam pengetahuan. Siswa yang menjadi pilihan saya ini saya latih untuk mengikuti lomba bercerita. Memang perlu perjuangan yang keras untuk membimbingnya agar mampu bercerita dengan baik.

    Awalnya air mata pun turut menetes karena ingin menyerah. Ingin rasanya mencari yang lebih baik. Mengucapkan kata penyesalan yang teramat dalam. Namun seketika air mata mulai terhenti ketika melihat siswa yang ada dihadapanku terus saja berlatih tanpa henti.  Meski hasil seleksi awal yang didapatkan tidak sempurna, namun ada rasa bahagia luar biasa ketika melihat siswa kita tampil dengan usaha terbaiknya.

    Pada seleksi berikutnya hasil yang diperoleh semakin baik. Hingga sampailah pada seleksi ketiga di tingkat Provinsi. Seleksi di tingkat ini sudah sekian kali saya lalui bersama siswa lainnha, namun belum pernah menembus peringkat 3 besar bahkan 5 besar. Padahal yang mewakili adalah siswa terbaik dari segi kemampuan dan pengetahuan.

    Untuk seleksi kali ini pun saya tidak mengharapkan juara. Melainkan dapat memberikan pengalaman luar biasa pada siswa saya ini. Pengalaman itu tentiu akan memberi kesan istimewa karena ada kebanggan tersendiri dalam dirinya mampu mewakili kabupaten di tingkat provinsi. Dan ternyata pengalaman itu bahkan menjadi sangat luar biasa ketika ia mampu meraih peringkat ke 2 dari 26 peserta terbaik tiap kabupaten di Bali.

    Tangis harupun tak mampu tertahankan. Ternyata untuk menjadi Hebat memangvtak harus pintar. Cukup dengan usaha dan kemauan pasti akan mampu menjadi luar biasa. Dengan usaha dan kemauanpun kita bisa memberi terobosan baru di dunia pendidikan.

     

    Mari menjadi guru era baru melalui terobosan-terobosan baru.

    salam Guraru.

    [caption id="attachment_42245" align="aligncenter" width="324"]latihan rutin sebelum bertanding latihan rutin sebelum bertanding[/caption]

     

    [caption id="attachment_42243" align="aligncenter" width="324"]20150519_100248 Tampil mempesona karena kerja keras dan usaha.[/caption]

     

    [caption id="attachment_42241" align="alignnone" width="324"]Aku bisa walau rangking akhir di kelas. Aku bisa walau rangking akhir di kelas.[/caption]

     

    “Artikel ini diikutkan dalam Lomba Menulis Guraru untuk Bulan Pendidikan berhadiah Acer One 10”

  • Semakin lama artikel yg masuk semakin menginspirasi. Salam sukses dunia oendidikan Indonesia.

  • ide yang sangat luar biasa. sehingga semua tulisan bisa bermanfaat bagi pendisikan Indonesia.

  • wahhhh keren nic br tau pengumunan hari ini. n udah bikin pengalaman dlm wktu singkat. saya mau ikutan berbagi pngalaman nic. adavbeberapa ide tentang pembuatan game edukasi sederhana. kususnya guru SD mudah2an […]

  • Sebelum masuk tahun 2006 PC menjadi perangkat yang sangat menakutkan dalam pendidikan. Banyak guru yang takut terhadap alat ini. Bahkan ada yang telah memilikinya tetapi disimpan sangat rapi dan dijadikan barang keramat. Dan yang membuat kita lebih terperanga, ketika tersebar gosip bahwa virus komputer dapat menyerang manusia. Wow, kondisi yang demikian membuat guru menjadi enggan belajar memakai PC untuk kepentingan administrasi dan kegiatan pembelajaran.

    Tepat pada akhir tahun 2006, ketika saya mulai menjadi pendidik yang masih berstatus GTT, saya mencoba untuk mulai memperkenalkan kepada teman-teman pendidik senior lain bahwa PC itu memiliki manfaat yang luar biasa dalam mempermudah kegiatan kita. Ya, karena saya ketika itu masih tergolong sangat muda, banyak guru senior yang tidak terlalu mempercayainya. Ketika itupun saya mulai menunjukkan beberapa manfaat komputer sebagai pembantu luar biasa pekerjaan seorang guru.  Komputer bisa dijadikan asisten, teman maupun pacar setia kita saat itu.

    Perlahan penggunaan PC pun mulai saya lakukan pada kegiatan pembelajaran. PC  dengan setia membantu  saya saat mengajar di kelas. Tak perlu menguras tenaga banyak dalam mengajar. Hanya dengan sekali klik kita bisa menunjukkan seluruh dunia pada peserta didik. Hanya dengan sekali klik semua bisa di hemat, mulai dari penggunaan spidol, kapur tulis, kertas dan lain-lain. Hanya dengan sekali klik pula perminan edukasi, alat peraga dan berbagai jawaban tentang hal yang diragukan bisa kita tuntaskan dalam waktu singkat.

    Aksi itu membuat guru lain mulai mau berkenalan dengan PC. Teman-teman pendidik senior mulai mengenalnya walau hanya dengan menekan power on dan power off. Dan kini PC dikenal sebagai simponi atau nada dasar dalam pembelajaran. PC tak lagi sebagai sendawa dalam simponi pembelajaran. Justru Guru saat ini mulai kecanduan PC dalam segala kegiatannya.

    Pengalaman berharga itu kini memberi kenangan manis dalam pegalaman awal saya sebagai seorang pendidik.Beranjak darinya saya semakin sering memanfaatkan PC sebagai alat canggih yang siap membantu saya dalam berinovasi. Saya tak pernah lagi membeli alat peraga atau alat bantu lain dalam mengajar. Saya mulai membuatnya sendiri. Mulai dari membuat berbagai alat permainan edukasi seperti ulartangga modifikasi, monopoli modifikasi, remi modifikasi dan modifikasi permainan lainnya.

    Berbagai dampak positif terbentuk dari hanya sebuah PC. Walau di sebuah desa, anak-anak sekolah tempat awal saya mengajar tak lagi memiliki pemikiran sempit terhadap PC. Merekapun mulai bisa memanfaatkan PC secara sehat. Dan inipun akan menjadi PR buat kita semua sebagai tenaga pendidik agar bisa menerapkan Teknologi sehat pada era modern. Teknologi ini yang nantinya dapat mengantarkan penerus bangasa ke arah postif. Sehingga teknologi tetap menjadi simponi dan tak lagi kembali menjadi sendawa dalam simponi kehidupan lainnya. Salam semangat Pendidik Indonesia.

     

    Berikut gambar permainan edukasi asil modifikasi PC.

    [caption id="attachment_42047" align="aligncenter" width="324"]Dadu dan kartu tebak bintang Dadu dan kartu tebak bintang[/caption]

     

    C360_2015-05-21-12-19-49-634 C360_2015-05-21-12-20-19-961

     

    “Artikel ini diikutkan dalam lomba Menulis Guraru Untuk Bulan Pendidikan berhadiah Acer One 10”

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar