Guraru

PENGGUNAAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN KOMBINASI DARI BEBERAPA UNSUR SAMA PADA KELAS XII IPA 1

PENGGUNAAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN KOMBINASI DARI BEBERAPA UNSUR SAMA PADA KELAS XII IPA 1

 Jonathan Alexius Halawane

 Guru merupakan komponen yang sangat penting dalam proses pembelajaran, guru juga berperan penting dalam mengembangkan potensi peserta didik. Tujuan pembelajaran matematika adalah untuk melatih perkembangan dan kecerdasan otak agar dapat menganalisis dan menyelesaikan masalah. Meskipun dalam kenyataannya pembelajaran matematika merupakan mata pelajaran yang kurang diminati peserta didik.

Kombinatorika menggunakan soal cerita yang membuat siswa kesulitan dalam menafsirkan maksud dari soal tersebut. Kesulitan tersebut menunjukkan bahwa siswa hanya menghafal tanpa memahami konsep dari kombinasi itu sendiri.

Problem Based Learning merupakan salah satu model kegiatan pembelajaran yang lebih aktif, karena didalamya terdapat sejumlah proses yang dilakukan peserta didik. Metode ini dilakukan dengan tujuan untuk mengembangkan kemampuan siswa dalam berpikir kritis, mengembangkan kemandirian belajar, dan meningkatkan kepercayaan diri siswa.

Pembelajaran dengan menggunakan model Problem Based Learning membantu siswa untuk mengingat, memahami, menerapkan hingga menganalisis terhadap suatu masalah. Dengan adanya diskusi kelompok mengajak semua siswa saling bekerjasama dan saling membantu.

Tujuan yang akan dicapai adalah meningkatkan kemampuan siswa dalam menyelesaikan kombinasi dari beberapa unsur sama pada kelas XII IPA 1 SMA Negeri 10 Ambon.

Yang menjadi masalah dari Praktik pembelajaran ini adalah kurangnya pemberian soal latihan di sekolah dan di rumah, media dan bahan ajar yang digunakan masih kurang, guru belum menggunakan model atau metode pembelajaran yang tepat, dan guru kurang mencoba atau berlatih penggunaan teknologi dalam pembelajaran.

Praktik ini dapat dijadikan referensi oleh pihak lain untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran terkait kombinasi dari beberapa unsur sama.  Pembelajaran berpusat kepada siswa sehingga pengetahuan akan materi lebih efektif dan mudah dipahami. Penggunaan model Problem Based Learning yang di padukan dengan Power Point Classpoint dan LKPD membuat siswa lebih mudah memahami dan menyelesaikan masalah terkait kombinasi dari beberapa unsur sama. Dengan adanya diskusi kelompok, pembelajaran ini bisa membangkitkan jiwa kompetisi antar siswa.

Peran dan tanggung jawab saya dalam praktik pembelajaran adalah membuat rencana pelaksanaan agar rencana yang di buat dapat disesuaikan dengan kondisi yang ada serta tujuan yang diharapkan untuk meningkatkan kemampuan siswa dapat tercapai dengan baik, melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan rencana yang telah dilakukan, dan mengevaluasi proses pembelajaran dan hasil untuk mengetahui sejauh mana Tingkat pemahaman siswa terhadap materi yang diberikan.

Tantangan dalam mencapai tujuan ini, antara lain adalah guru lebih mementingkan mengejar materi ajar dan target yang telah ditetapkan oleh kurikulum dari pada pemahaman siswa, metode mengajar guru masih monoton dengan demikian guru harus menyiapkan perangkat pembelajaran dengan metode yang tepat, sehingga dapat digunakan dengan mudah oleh siswa untuk memahami materi, dan media yang di gunakan guru masih kurang, untuk itu guru harus mencari berbagai referensi untuk mengembangkan media pembelajaran yang mudah di pahami siswa serta meyenangkan.

Langkah-langkah yang dilakukan untuk menghadapi tantangan tersebut adalah:

  1. Memahami terlebih dahulu terkait model pembelajaran yang akan digunakan serta fase yang ada dalam model pembelajaran tersebut. Dimana dalam pelaksanaan praktik baik ini model pembelajaran yang digunakan model Problem Based Learning dengan pendekatan saintifik.
  2. Menyusun perangkat pembelajaran yang akan digunakan serta dikaitkan dengan model pembelajaran Problem Based Learning (RPP, Bahan Ajar, Power Point, LKPD). Media yang disusun harus membangun minat dan keingintahuan siswa, serta membuat siswa lebih mudah memahami materi yang akan di berikan.
  3. Melaksankan kegiatan pembelajaran dengan menggunakan model Problem Based Learning, yang terdisi dari 5 fase, yaitu: 1) Orientasi siswa pada masalah, 2) Mengorganisasi siswa untuk belajar, 3) Membimbing penyelidikan individual maupun kelompok, 4) Mengembangkan dan menyajikan hasil karya, 5) Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah.
  4. Melakukan penilaian dari proses pembelajaran yang telah dilakukan, serta membuat rencana tindak lanjut untuk pembelajaran berikutnya agar berjalan lebih optimal.
  5. Melakukan refleksi dan diskusi dengan rekan sejawat terkait rencana praktik baik dan rencana tindak lanjut yang akan dilaksanakan.

Dampak dari aksi yang dilakukan.

  1. Pembelajaran di kelas lebih menyengkan dan tidak berpusat pada guru. Penerapan model PBL mudah dipahami siswa sehingga mereka dengan cepat dapat mengkondisikan kelompok dalam berdiskusi dan presentasi hasil.
  2. Minat siswa meningkat, dapat terlihat saat menampilkan video masalah dalam kehidupan sehari-hari terkait materi kombinasi dari beberapa unsur sama, siswa terlihat tertarik untuk mengikuti pembelajaran. Peningkatan yang paling menonjol adalah saat pemilihan kelompok secara acak menggunakan whilename, siswa tidak menolak dan berlama-lama untuk presentasi.
  3. Siswa terlihat serius dalam melakukan diskusi dan melakukan presentasi. Dalam menyelesaikan soal latihan dengan classpoin tipe short answer mereka terlihat antusias untuk masuk ke kelas serta mengirimkan jawaban.
  4. Saya dapat menyisipkan kegiatan pembelajaran ke handphone siswa, sehingga mereka dapat memanfaatkan handphone untuk pembelajaran, seperti mengakses classpoint.

Pembelajaran dengan model Problem Based Learning  pada materi kombinasi dari beberapa unsur sama hasilnya sangat efektif, hal ini dapat terlihat bahwa dalam pembelajaran, nilai sikap yang diperoleh siswa rata-ratanya baik. Selain itu hasil belajar yang diperoleh juga baik, yaitu 20 dari 22 siswa sudah melewati KKM yang ditentukan atau 90,91% siswa sudah mencapai KKM.

Respon orang lain terkait dengan strategi yang dilakukan, antara lain

  1. Dari teman sejawat, secara keseluruhan sudah dapat mengkondisikan kelas dengan baik dan menjadikan siswa terlibat aktif.
  2. Siswa merasa senang dengan proses pembelajaran yang berlangsung karena mereka dapat terlibat secara aktif, dan materinya mudah dipahami, serta bersaing untuk mendapatkan penghargaan.

Pelajaran yang bisa diambil dari proses dan kegiatan yang sudah dilakukan yakni dapat menjadikan guru lebih kreatif dan inovatif dalam memilih dan menggunakan model pembelajaran yang sesuai dengan indikator materi pembelajaran sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik.

Loading

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top