Guraru

Menyusun Cerita Praktik Baik (Best Practice) Menggunakan Metode Star (Situasi, Tantangan,Aksi, Refleksi Hasil Dan Dampak) Terkait Pengalaman Mengatasi Permasalahan Siswa Dalam Pembelajaran

MENYUSUN BEST PRACTICES

 

 

Menyusun Cerita Praktik Baik (Best Practice) Menggunakan Metode Star (Situasi, Tantangan,Aksi, Refleksi Hasil Dan Dampak)

Terkait Pengalaman Mengatasi Permasalahan Siswa Dalam Pembelajaran

 

 

 

 

                                               

 

 

 

 

OLEH                  :   YOHANA  AFRIANI  RAMBE

NIM                                       :   23102460477

KELAS                 : IPS KELAS A (PPG DALJAB KATEGORI 1 ANGKATAN  3)

SEKOLAH           : SMP NEGERI 1 JAYAPURA

 

 

 

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PROFESI GURU FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

2023

 

SITUASI

  1. Kondisi   yang   menjadi   latar   belakang   masalah Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan di SMP Negeri 1 Jayapura, terdapat beberapa sikap siswa dalam kegiatan pembelajaran yaitu

 

  1. Kurangnya perhatian siswa saat pembelajaran

Banyak siswa yang kurang semangat dalam proses pembelajaran, ditunjukkan melalui perilaku tidak konsentrasi ketika di kelas, seperti mengantuk, tidak memperhatikan guru ketika memberikan penjelasan materi di kelas. Selain itu, masih ada siswa yang asyik mengobrol ketika pembelajaran berlangsung.

  1. Siswa pasif dalam mengikuti pembelajaran

Jarang sekali ada siswa yang mau presentasi atau sekedar menunjukkan hasil penyelesaian masalah atau soal yang di berikan.

  1. Siswa jarang bertanya dalam pembelajaran

Beberapa siswa fokus menyimak materi yang diberikan tetapi siswa cenderung malu bertanya ketika belum memahami materi yang disampsikan ataupun berpendapat dalam proses pembelajaran di kelas.

  1. Siswa lebih pasif dalam membangun pemahamannya

Saat guru memberikan latihan soal, siswa kesulitan untuk menyelesaikan soal tersebut padahal soal yang diberikan masih berkaitan dengan soal yang diberikan sebelumnya. Siswa kesulitan dalam menjawab permasalahan yang berbeda dari contoh yang diberikan. Ketika pembelajaran berlangsung juga terlihat bahwa siswa belum terbiasa dalam membuat kesimpulan mengenai materi yang telah dipelajari. Siswa masih bingung ketika disuru membuat kesimpulan atau catatan mengenai hal-hal penting yang telah dipelajari. Sehingga ketika materi tersebut sudah berlalu siswa sering melupakan hal-hal penting yang ada dalam materi tersebut.

Berdasarkan hasil wawancara kepada teman sejawat (guru IPS ) dikatakan bahwa kesulitan siswa menyelesaikan soal IPS  terutama  pemgaruh kondisi geografis terhadap penjelajahan samudera  dikarenakan materi yang bersifat abstrak dan termasuk materi yang dianggap siswa sulit. Siswa cenderung terbiasa lebih  menjawab soal langsung bertanya pada geogle daripada membaca yang bersifat instand langsung jawaban ada  . Ketika diberikan soal yang sama dengan contoh, siswa bisa menjawab tetapi jika diberikan soal yang berbeda siswa  kesulitan dan sering bingung melakukan langkah-langkah penyelesaian.

 

Dalam wawancara tersebut juga disampaikan bahwa siswa kesulitan beragumen ketika diminta untuk menyelesaikan apa yang dituliskan, padahal jawaban yang dibuat sudah benar. Selain itu diakhir kegiatan pembelajaran guru jarang melakukan suatu pengulangan mengenai apa yang telah dipelajari, dalam hal ini pengulangan yang dimaksud dapat berupa pemberian pendalaman materi baik melalui tes, kuis, maupun tugas untuk memantapkan pemahaman konsep matematika siswa. Diperkuat juga dengan hasil ulangan siswa dari tahun ke tahun pada materi pengaruh kondisi geografis terhadap penjelajahan samudera   ini, hampir 90% siswa nilainya di bawah KKM.

Gambaran permasalahan yang dipaparkan tersebut menunjukkan bahwa siswa memiliki motivasi belajar rendah. Hal ini terlihat dari banyak sikap yang tidak sesuai dengan indikator motivari belajar siswa. Selain itu permasalahan di atas juga mengidentifikasikan bahwa kegiatan pembelajaran IPS SMP Negeri 1 Jayapura tidak memberikan kesempatan siswa dalam mengembangkan kemampuan .

Wawancara yang dilakukan penulis terkait faktor-faktor yang meyebabkan munculnya permasalahan di atas diketahui bahwa :

  1. Pembelajaran yang masih terpusat pada guru

Pembelajaran tersebut kurang memberikan akses bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan pemahaman materi ipsnya

  1. Pembelajaran yang kurang bermakna

Guru kurang menghubungkan materi yang berkaitan dengan kehidupan nyata sehingga siswa mengalami kesulitn dalam menggunakan konsep yang telah dimilikinya untuk menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan kehidupan nyata.

  1. Guru belum optimal menggunakan model pembelajaran yang inovatif
  2. Belum optimalnya penggunaan media pembelajaran yang menarik
  3. Pemanfatan teknologi dalam pembelajaran pun belum optimal

 

 

 

  1. Mengapa praktik ini penting untuk dibagikan

Praktek pembelajaran ini menurut saya penting dilakukan dan dibagikan karena :

  1. Sebagian guru mengalami hal yang sama khususnya mata pelajaran IPS kelas VIII
  2. Pembelajaran ini dapat memotivasi saya untuk melakukan perbaikan dalam proses pembelajaran

 

  1. Dapat menumbuhkan motivasi bagi siswa dan kemampuan siswa dalam memahami materi pelajaran pun dapat terbangun sehingga dapat memperbaiki hasil belajar juga menjadi bekal untuk siswa dalam mempelajari materi dijenjang
  2. Dapat memotivasi guru lain untuk membuat inovasi dan kreativitas dalam mendesain proses pembelajaran yang lebih berpusat pada siswa
  3. Diharapkan praktek ini bisa menjadi inspirasi bagi rekan-rekan guru
  4. Metode PBL menurut saya bagus digunakan karena merupakan salah satu model pembelajaran pendekatan yang dikembangkan untuk melibatkan lebih banyak siswa aktif dalam pemecahan masalah,berdiskusi . model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) merupakan suatu model pembelajaran yang didasarkan pada banyaknya permasalahan yang membutuhkan penyelidikan autentik yakni penyelidikan yang membutuhkan penyelesaian nyata dari permasalahan yang nyata.Pembelajaran yang mengembangkan diskusi dan kerja kelompok memberikan aktivitas lebih banyak pada

 

Peran dan tanggungjawab saya dalam praktik ini adalah :

  1. Mendesain pembelajaran yang inovatif, menyenangkan menggunakan model pembelajaran yang tepat dan media pembelajaran yang Sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai secara efektif dan bisa menigkatkan motivasi juga kemampuan pemahaman siswa pada materi
  2. Mempraktekkan model pembelajaran inovatif terpilih yaitu model pembelajaran PBL dikelas yang saya ajar, dan membagikan praktik baik tersebut kepada guru-guru agar semua guru memiliki persepsi yang sama bahwa peserta didik harus aktif dalam pembelajaran dan bukan hanya mendengarkan guru yang

 

 

TANTANGAN

Berikut adalah tantangan yang saya hadapi untuk mencapai tujuan tersebut pada PPL aksi 2 Tantangan dalam persiapan PPL Aksi yaitu

  1. Waktu yang terbatas dalam mempersiapkan rancangan model pemelajaran inovatif bagi siswa
  2. Memiliki penggunaan media pembelajaran yang tepat dan menarik untuk siswa

 

 

Tantangan dalam pelaksanaan PPL Aksi yaitu

  1. Membaca belum menjadi budaya disekolah. Siswa belum membaca bahan ajar yang sudah disampaikan pada pertemuan
  2. Tidak terbiasanya siswa menggunakan metode diskusi dalam kegiatan pembelajaran

 

  1. Kemampuan guru dalam mengatur waktu

Pada PPL aksi 2, terdapat beberapa kendala teknis sehingga pengoperasiannya memerlukan waktu yang lama. Hal tersebut berdampak pada tahapan model PPL yang tidak terlaksana yaitu tes tertulis sebagai penilaian individu,lupa mengabsen siswa,dan perekaman video yang kurang pas pada saat siswa bertanya atau menjawab pertanyaan tidak di zoom dengan baik,sehingga hasil video kurang pas 

  1. Belum memahami cara editing video dan aplikasi yang digunakan untuk editing video

 

 

Siapa saja yang terlibat

Yang terlibat dalam praktek pembelajaran ini adalah

  1. Saya sendiri sebagai guru
  2. Peserta didik sebagai subjek proses pembelajaran.
  3. kepala sekolah yang selalu memberi arahan dan bimbingannya
  4. Dosen dan guru pamong sebagai pembimbing pelaksanaan pembelajaran.
  5. Rekan sejawat yang telah membantu dalam kelancaran proses
  6. Teman Guru dan siswa sebagai juru kamera

 

 

AKSI

 

Langkah-langkah yang harus di lakukan oleh guru sesuai tantangan yang dihadapi antara lain:

  1. Pemilihan model pembelajaran
    • Strategi yang dilakukan guru dalam pemilihan model pembelajaran adalah dengan memahami karakteristik materi dan
    • Proses pemilihan model pembelajaran ini diawali dengan guru mempelajari dan memahami macam- macam model pembelajaran, lalu menyesuaikan dengan materi dan memahami karakter siswa denganmelihat kemampuan dasar

Strategi yang dilakukan guru yaitu memilih untuk menggunakan model pembelajaran PBL sedangkan untuk metodenya berupa diskusi, tanya jawab,persentasi,bermain games  dan penugasan.

  • Proses yang dilakukan yaitu dengan memahami sintaks model apakah sesuai dengan indikator, tujuan pembelajaran, juga materi yang akan dipelajari oleh peserta didik.
  • Sumber daya yang diperlukan yaitu guru harus memahami sintaks model pembelajaran PBL dan juga memiliki pengetahuan tentang jenis-jenis metode yang dipakai dalam

 

  1. Pemilihan metode pembelajaran yang variatif dan inovatif
  1. Strategi yang dilakukan guru yaitu dengan melakukan kegiatan pembelajaran yang menyenangkan dan berpusat pada peserta didik. Dimana tahapan-tahapan kegiatan tersebut telah disesuaikan dengan sintaks metode pembelajaranyang dipilih dan dirancang oleh guru dalam membuat modul ajar
  2. Proses yang dilakukan yaitu merancang kegiatanpembelajaran dalam modul ajar sesuai dengan metode pembelajaran yang
  3. Sumber daya yang diperlukan yaitu kemampuanguru dalam merancang dan menyusun setiap kegiatan pembelajaran yang menyenangkan bagi peserta didik agar lebih termotivasi dan aktif sehingga hasil belajarnya akan
    1. Pemilihan media pembelajaran yang menarik
  4. Strategi yang dilakukan guru yaitu memilih media pembelajaran yang mudah dipahami peserta didik dengan memanfaatkan gambar yang sesuai dengan cakupan materi yang ditayangkan dalam bentuk slide powerpoint ppt dan video pembelajaran
  5. Proses yang dilakukan yaitu dengan mencari gambar yang relevan dengan materi yangakan dipelajari oleh peserta
  6. Sumber daya yang diperlukan yaitu kemampuanguru dalam mengaitkan atau menghubungkan apakah gambar tersebut sudah sesuaidengan

 

 

REFLEKSI HASIL DAN DAMPAK

 

Dampak dari aksi dan langkah-langkah yang dilakukan adalah:

  1. Pemilihan model pembelajaran dapa PBL t menumbuhkan keaktifan dan berpikir
  2. Penggunaan model pembelajaran PBL dimana kegiatannya berpusat pada peserta didik, menjadikan peserta didik lebih aktif, dapat berpikir analisis dan kreatif dibandingkan dengan saat masih menggunakan model dan metode yang monoton. Selain itu, karena pada saat pembelajaran peserta didik di bagi menjadi beberapa kelompok serta per kelompok melakukan diskusi dan melakukan presentasi
  3. Pemilihan metode yang variatif sangat efektif untuk meningkatkan keaktifan siswa saat
  4. Penggunaan media pembelajaran dalam bentuk video yang ditampilkan memudahkan peserta didik dalam mempelajari dan memahami materi, lebih bersemangat dan tidak

 

cepat bosan. Sehingga keaktifan dan kemampuan berpikir analisis peserta didik dapat ditingkatkan dan menyelipkan games dan ice briking supaya tidak membosankan dalam proses pembelajaran .

  1. Dalam proses pembelajaran yang berlangsung, dengan menggunakan strategi tersebut respon dari lingkungan sekitar yaitu dari peserta didik dan teman sejawat memberikan respon positif diantaranya sebagai berikut:
    1. Peserta didik merasa senang dengan proses pembelajaran yang berlangsung karena mereka dapat terlibat secara aktif dan kegiatannya menarik, menyenangkan, serta mudah Hal tersebut dapat dibuktikan dengan kegiatan refleksi saat kegiatan pembelajaran berlangsung.
    2. Dari teman sejawat, secara keseluruhan sudah dapat mengkondisikan kelas dengan baik dan menjadikan peserta didik dapat terlibat secara aktif.
  2. Penggunaan media yang menarik sangat membantu pemahaman
  • Respon siswa terhadap kegiatan pembelajaranini sangat menarik dan antusias. Hal ini terlihat saat kegiatan refleksi akhir pembelajaran siswa memaparkan bahwa pembelajaran seru dan
  • Faktor keberhasilan pembelajaran ini sangat ditentukan oleh penguasaan guru terhadap model, media, dan metode dan langkah-langkah pada modul ajar yang

Pembelajaran yang bisa diambil dari proses dan kegiatan yang sudah dilakukan oleh guru yakni dapat menjadikan guru lebih kreatif dan inovatif dalam memilih dan menggunakan model pembelajaran yang sesuai dengan indikator materi pembelajaran sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan

Loading

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top