Guraru

Mengenal Pengertian Model Pembelajaran Portofolio hingga Contohnya

Mengenal Pengertian Model Pembelajaran Portofolio hingga Contohnya

Di dunia pendidikan, terdapat berbagai macam model pembelajaran yang dapat diterapkan oleh guru dan siswa sesuai kebutuhan masing-masing. Salah satu contoh model pembelajaran yang bisa diterapkan di sekolah adalah model pembelajaran portofolio. Apa itu model pembelajaran portofolio?

 

Pengertian Model Pembelajaran Portofolio

Model pembelajaran portofolio adalah suatu pendekatan pembelajaran di mana siswa akan berfokus pada pembuatan portofolio, yakni kumpulan hasil kerja yang telah siswa lakukan selama periode waktu tertentu. Kumpulan hasil kerja atau portofolio yang dibuat tersebut digunakan untuk menunjukkan kemajuan siswa dalam suatu subjek atau keterampilan. 

Biasanya, periode waktu yang dibutuhkan untuk mengumpulkan dan menyimpan contoh kerja tersebut adalah selama satu semester atau satu tahun akademik. Portofolio ini dapat mencakup berbagai jenis tugas atau proyek, misalnya seperti karya seni, laporan, esai, atau hasil kerja lainnya. 

Portofolio yang dihasilkan juga bisa digunakan sebagai bahan evaluasi keterampilan dan pemahaman siswa. Evaluasi ini dapat dilakukan oleh guru maupun oleh siswa sendiri, karena dalam model pembelajaran portofolio, siswa juga diminta untuk berpartisipasi dalam proses refleksi dan evaluasi terhadap karya mereka sendiri. Mereka juga akan diminta untuk menyusun rencana pembelajaran di masa depan berdasarkan hasil evaluasi portofolio tersebut.

 

Langkah-Langkah Model Pembelajaran Portofolio

Untuk menerapkan model pembelajaran portofolio, guru bisa melakukan langkah-langkah sebagai berikut:

 

1. Menetapkan Tujuan Pembelajaran

Langkah pertama yang harus dilakukan dalam model pembelajaran portofolio adalah menentukan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai siswa. Tujuan pembelajaran ini berkaitan dengan kompetensi yang ingin dikuasai siswa dan berperan sebagai fokus utama dalam membuat portofolio.

 

2. Memetakan Jenis Karya Sesuai Topik

Setelah menetapkan tujuan pembelajaran, guru dan siswa bisa memetakan jenis karya yang akan dibuat siswa sesuai topik yang ingin dikuasai. Topik di sini merupakan topik-topik yang relevan atau yang diturunkan dari tujuan pembelajaran di awal. Sebagai contoh, misalnya tujuan pembelajarannya adalah ingin menguasai teknik menggambar, lalu ditentukan topik-topik apa saja yang relevan. Kemudian guru dan siswa bisa memetakan jenis karya apa yang cocok dan dapat mewakili setiap topik tersebut. 

Jenis karya di sini tidak hanya berupa karya seni saja, namun juga bisa berupa hasil kerja lainnya yang nantinya akan dibuat selama siswa belajar. Misalnya seperti, esai, karya tulis ilmiah, tugas, proyek, dan lain-lain tergantung tujuan pembelajarannya.

 

3. Membuat dan Mengumpulkan Karya

Setelah memetakan jenis karya sesuai topik, siswa dapat mulai belajar sembari membuat karya untuk masing-masing topik pembelajaran. Selagi membuat karya, siswa tidak perlu merasa terbebani dan merasa harus membuat karya yang perfect. Guru harus mengarahkan siswa untuk lebih berfokus kepada pemahaman siswa terhadap topik, supaya apabila siswa masih belum bisa menghasilkan karya sesuai yang diinginkan, nantinya siswa dapat mengulangi pembuatan karya pada tahap revisi dengan lebih baik karena sudah memahami topiknya dengan betul.

Selagi membuat karya, siswa sebaiknya mendokumentasikan dan mengumpulkan hasil karya yang telah jadi dengan rapi. Untuk hasil karya fisik sebaiknya juga didokumentasikan dalam bentuk digital, seperti dalam bentuk foto dan video. Siswa juga bisa mendokumentasikan proses pembuatan karya dari awal hingga selesai.

 

4. Menyeleksi Hasil Karya

Setelah membuat karya dan hasil karyanya sudah terkumpul, saatnya untuk menyeleksi hasil karya. Guru dan siswa cukup memilih beberapa karya saja dari seluruh hasil karya yang sudah terkumpul. Hasil karya yang dipilih tentunya adalah karya yang terbaik dan paling relevan untuk dijadikan portofolio.

 

5. Evaluasi dan Refleksi 

Selanjutnya, yaitu tahap evaluasi dan refleksi atas hasil karya yang sudah terkumpul dan diseleksi. Pada tahap ini, guru bisa melakukan evaluasi dengan memberi feedback terhadap hasil karya masing-masing siswa. Karya apa yang bagus dan karya apa yang masih kurang bagus. Apa alasan karya tersebut dikatakan bagus dan apa alasan karya lain dikatakan kurang bagus. Guru juga bisa meminta siswa untuk melakukan refleksi diri, kira-kira hal apa yang menyebabkan hasil karya mereka bisa bagus dan hal apa yang membuat hasil karya mereka kurang bagus.

 

6. Revisi

Langkah terakhir, siswa bisa melakukan revisi hasil karya yang masih kurang baik. Guru bisa membimbing siswa saat melakukan revisi agar hasil revisi nantinya bisa sesuai dengan yang diharapkan guru maupun siswa.

Dengan mengikuti langkah-langkah tersebut, guru dan siswa bisa melaksanakan pembelajaran portofolio dengan lebih mudah dan terstruktur.

 

Keunggulan Model Pembelajaran Portofolio

Model pembelajaran portofolio memiliki beberapa kelebihan, di antaranya yaitu:

 

  • Memungkinkan siswa untuk terlibat aktif dalam proses pembelajaran 
  • Mendorong siswa untuk bisa mempraktikkan hasil belajar secara langsung dengan membuat karya
  • Mendorong siswa untuk belajar mengevaluasi dan merefleksikan hasil kerja mereka sendiri
  • Membantu siswa memahami letak kesalahan mereka dan belajar memperbaikinya
  • Mengembangkan keterampilan presentasi dan kemampuan siswa untuk berbicara di depan umum, karena siswa harus mempresentasikan hasil karya mereka
  • Guru dapat memberikan feedback yang lebih spesifik kepada setiap siswa
  • Mendorong siswa untuk lebih bertanggung jawab dalam belajar dan memotivasi mereka untuk menghasilkan karya terbaik

 

Kelemahan Model Pembelajaran Portofolio

Di samping kelebihan, model pembelajaran portofolio juga memiliki beberapa kekurangan, antara lain:

  • Membutuhkan motivasi yang cukup besar bagi siswa untuk dapat membuat karya secara konsisten
  • Memerlukan sarana teknologi untuk membuat dan menyimpan portofolio siswa secara digital
  • Membutuhkan waktu dan usaha yang besar bagi guru untuk menilai dan memberi feedback atas hasil karya siswa satu per satu
  • Tidak semua siswa bisa memiliki kemampuan yang sama baiknya saat menghasilkan karya maupun saat mempresentasikan hasil karyanya di depan umum
  • Tidak semua aspek pembelajaran dapat tercakup dalam portofolio, karena portofolio cenderung lebih fokus pada pencapaian hasil karya siswa

 

Contoh Model Pembelajaran Portofolio

Contoh model pembelajaran portofolio yang bisa dilakukan guru dan siswa antara lain sebagai berikut:

 

1. Portofolio Proyek

Sesuai namanya, pada pembelajaran portofolio proyek, siswa akan diminta untuk membuat portofolio yang berisikan proyek-proyek yang telah mereka kerjakan selama masa pembelajaran berlangsung, misalnya selama satu semester atau satu tahun. Proyek yang masuk ke portofolio harus berkaitan dengan topik yang sedang dipelajari.

 

2. Portofolio Tulisan

Pada pembelajaran portofolio tulisan, siswa akan diminta untuk membuat portofolio berisikan hasil karya mereka yang berupa tulisan. Tulisan yang dimaksud dapat berupa jurnal, artikel, esai, laporan hasil penelitian, karya tulis ilmiah, dan sebagainya.

 

3. Portofolio Seni

Pada pembelajaran portofolio seni, siswa akan diminta untuk membuat portofolio di bidang seni. Portofolio ini dapat berisikan berbagai karya seni, baik dalam bentuk fisik maupun digital, seperti, gambar, ilustrasi, lukisan, kriya, patung, dan karya seni lainnya.

 

4. Portofolio Keterampilan

Pada portofolio keterampilan, siswa akan diminta untuk membuat portofolio yang berisikan kemampuan dan keterampilan mereka pada bidang tertentu. Misalnya, di bidang public speaking, maka portofolionya dapat berupa kumpulan video saat siswa melakukan presentasi, berpidato, menjadi pembawa acara, dan sebagainya yang berkaitan dengan keterampilan berbicara di depan umum. 

Dengan model pembelajaran portofolio, baik guru maupun siswa dapat mencapai hasil pembelajaran yang lebih terdokumentasi dan lebih terstruktur. Guru juga dapat melihat secara langsung perkembangan siswa selama satu semester atau satu tahun melalui portofolio yang telah dibuat. Untuk menerapkan model pembelajaran portofolio dengan mudah, guru bisa menggunakan platform Jelajah Ilmu.

Jelajah Ilmu merupakan platform yang dapat membantu guru untuk menciptakan pengalaman belajar daring yang efektif bagi para siswanya. Melalui platform ini, guru dapat dengan mudah melacak setiap aktivitas dan kinerja siswa. Siswa dapat mengumpulkan tugas maupun hasil karya untuk portofolio melalui satu platform saja, sehingga hasil kerja siswa dapat terdokumentasi dengan baik.

Dengan begitu, guru dapat melakukan penilaian, memberikan feedback, serta mengevaluasi portofolio siswa dengan lebih mudah. Selain itu, guru juga dapat membantu siswa memahami kekuatan dan kelemahan mereka masing-masing melalui feedback atas portofolio tersebut.

Loading

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top