Guraru

Mengenal Jabatan Fungsional Guru untuk Memahami Karir Pengajar Indonesia

Mengenal Jabatan Fungsional Guru untuk Memahami Karir Pengajar Indonesia

Sebagai tenaga pendidik, guru perlu berfokus pada pengembangan siswa, serta peningkatan mutu dan kualitas pendidikan secara keseluruhan. Namun, di samping itu, guru juga perlu berfokus pada pengembangan diri secara profesional, demi memperoleh angka kredit yang dapat mengantar mereka mendapatkan kenaikan jabatan maupun kenaikan pangkat secara fungsional. Hal ini disebut dengan istilah jabatan fungsional guru. Apa yang dimaksud dengan jabatan fungsional guru dan seperti apa gambaran jenjang karir guru di Indonesia? Berikut penjelasan selengkapnya.

Pengertian Jabatan Fungsional Guru

Jabatan fungsional guru adalah jabatan yang memiliki ruang lingkup, tugas, tanggung jawab, serta wewenang untuk mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, dan melakukan evaluasi terhadap siswa. Siswa yang dimaksud yaitu peserta didik yang berada di jenjang PAUD, TK, SD, SMP, dan SMA atau SMK. Seluruh guru yang mengampu pada jenjang-jenjang tersebut layak mendapatkan kesempatan untuk memiliki jenjang jabatan fungsional guru yang diberikan setelah guru memenuhi beberapa persyaratan, di mana salah satu syaratnya yaitu sudah berstatus sebagai guru Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Jenjang Jabatan Fungsional Guru 

Jenjang jabatan ini terdiri atas beberapa jabatan yang urut tingkatannya mulai dari terendah hingga tertinggi. Jenjang jabatan fungsional guru yaitu sebagai berikut:

1. Guru Pratama

  • Penata muda, golongan ruang III/a
  • Penata muda tingkat I, golongan ruang III/b

2. Guru Muda

  • Penata, golongan ruang III/c
  • Penata tingkat I, golongan ruang III/d

3. Guru Madya

  • Pembina, golongan IV/a
  • Pembina tingkat I, golongan ruang IV/b
  • Pembina utama muda, golongan ruang IV/c

4. Guru Utama

  • Pembina utama madya, golongan ruang IV/d
  • Pembina utama, golongan ruang IV/e

Syarat Pengangkatan Pertama Jabatan Fungsional Guru

Pengangkatan pertama jabatan fungsional dapat dilaksanakan bagi guru yang berpangkat Penata Muda atau golongan III/a. Syarat dan berkas yang diperlukan untuk pengangkatan pertama jabatan ini adalah sebagai berikut:

1. Syarat Pengangkatan

  • Memiliki gelar minimal S1/D-IV (Sarjana)
  • Memiliki Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK)
  • Memiliki sertifikat pendidik (sudah sertifikasi)
  • Pangkat paling rendah adalah Penata Muda golongan III/a
  • Semua unsur penilaian pada Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerja (DP3) bernilai baik dalam waktu satu tahun terakhir
  • Memiliki riwayat kinerja yang baik pada masa program induksi

2. Berkas yang Dibutuhkan

  • Surat Keputusan Calon Pegawai Negeri Sipil (SK CPNS) dan Surat Keputusan Pegawai Negeri Sipil (SK PNS)
  • Penetapan Angka Kredit (PAK)
  • Ijazah terakhir dan transkrip
  • Sertifikat Pendidik
  • Surat Keterangan Induksi
  • Kartu Identitas Pegawai Negeri Sipil (Karpeg)
  • Surat Perintah Melaksanakan Tugas Pertama (SPMT)
  • Surat pernyataan telah berpengalaman mengajar minimal 2 tahun dari kepala Dinas Pendidikan atau pejabat yang ditunjuk
  • Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) 1 tahun terakhir

Syarat Kenaikan Jabatan Fungsional Guru

Guru perlu mengumpulkan sejumlah angka kredit yang telah ditentukan supaya bisa memperoleh kenaikan jabatan fungsional. Syarat-syaratnya adalah sebagai berikut:

1. Syarat Kenaikan

  • Sudah mencapai angka kredit yang telah ditentukan dalam jangka waktu satu tahun terakhir
  • Memiliki SKP minimal baik dalam satu tahun terakhir
  • Tersedia formasinya

2. Berkas yang Dibutuhkan

  • Kartu Pegawai Negeri Sipil
  • SPMT
  • Ijazah pendidikan terakhir
  • Sertifikat Pendidik
  • SK Pangkat
  • PAK
  • SKP 1 tahun terakhir
  • SK Jabatan

Syarat Kenaikan Pangkat Fungsional Guru

Selain kenaikan jabatan fungsional, guru juga dapat memperoleh kenaikan pangkat fungsional. Syarat-syaratnya adalah sebagai berikut:

1. Syarat Kenaikan

  • Sudah mencapai angka kredit yang telah ditentukan dalam jangka waktu satu tahun terakhir
  • Memiliki SKP minimal baik dalam dua tahun terakhir
  • Tersedia formasinya

2. Berkas yang Dibutuhkan

  • Kartu Pegawai Negeri Sipil
  • SPMT
  • Ijazah pendidikan terakhir
  • Sertifikat Pendidik
  • SK Pangkat
  • PAK
  • SKP satu tahun terakhir
  • SK Jabatan

Unsur Dan Sub Kegiatan yang Dapat Memberikan Angka Kredit

Untuk bisa memperoleh angka kredit, guru perlu melakukan beberapa unsur dan sub kegiatan. Unsur dan sub kegiatan yang dapat memberikan angka kredit bagi kenaikan pangkat dalam jabatan ini antara lain sebagai berikut:

1. Pendidikan

  • Pendidikan formal dan memperoleh ijazah
  • Pendidikan dan pelatihan (Diklat) prajabatan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPP) Prajabatan atau sertifikat, termasuk untuk program induksi

2. Pembelajaran dan Bimbingan

  • Melaksanakan pembelajaran bagi guru kelas dan guru mata pelajaran
  • Melaksanakan proses bimbingan bagi guru bimbingan dan konseling
  • Melaksanakan tugas lain yang relevan dengan fungsi sekolah

3. Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan

  • Pengembangan diri, contohnya seperti mengikuti Diklat Fungsional dan kegiatan kolektif dalam rangka menunjang keprofesian guru
  • Publikasi ilmiah, contohnya seperti mempublikasikan hasil penelitian dan buku teks pelajaran
  • Karya inovatif, contohnya seperti membuat teknologi tepat guna, menciptakan karya seni, membuat inovasi sebagai alat peraga dalam proses pembelajaran, dan berpartisipasi dalam penyusunan standar atau pedoman

4. Penunjang Tugas Guru

  • Menempuh pendidikan di luar bidang studi dan mendapatkan gelar atau ijazah
  • Mendapatkan penghargaan atau tanda jasa
  • Secara aktif melaksanakan kegiatan yang menunjang tugas guru, contohnya seperti menjadi pembina ekstrakurikuler, menjadi tutor, dan lain sebagainya

Demikian penjelasan mengenai jabatan fungsional guru untuk memahami jenjang karir tenaga pendidik di Indonesia. Bagi Anda yang berprofesi sebagai guru, tentunya Anda perlu melaksanakan pembelajaran yang berkualitas, tidak hanya demi perkembangan siswa, namun juga demi perkembangan profesional guru, supaya bisa memperoleh kenaikan jabatan dan pangkat secara fungsional. Salah satu cara untuk melaksanakan pembelajaran berkualitas yaitu dengan memanfaatkan kemajuan teknologi di sekitar kita.

Di bidang pendidikan, pemanfaatan teknologi bisa dilaksanakan melalui penggunaan platform Learning Management System dalam pembelajaran sehari-hari seperti Jelajah Ilmu. Jelajah Ilmu adalah LMS yang dapat membantu para guru menciptakan pengalaman belajar yang efektif, sehingga dapat meningkatkan kualitas pendidikan secara keseluruhan. LMS ini juga dapat digunakan untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar sehari-hari, mulai dari pemberian tugas, pengerjaan tugas, asesmen, hingga pembuatan laporan belajar.

Dengan menggunakan LMS Jelajah Ilmu, pendidikan di sekolah menjadi lebih terdigitalisasi berkualitas. Selain itu, guru juga dapat menggunakan Jelajah Ilmu sebagai sarana untuk membuat penelitian yang dipublikasikan, sehingga guru bisa meningkatkan angka kredit demi memperoleh kenaikan jabatan fungsional.

Loading

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top