Guraru

LAPORAN STUDI KASUS

  1. JUDUL

”Meningkatkan Motivasi Belajar Peserta Didik Dengan Memanfaatkan Media Pembelajaran Berupa Tayangan Video Berbasis Youtube dan e-LKPD (LKPD Digital) Di Kelas XII BDP SMK Angkasa 2 Margahayu

Tahun Pelajaran 2023/2024

 

A. PENDAHULUAN

            Pendidikan merupakan salah satu aspek penentu bagi kemajuan bangsa. Dengan pendidikan manusia dituntut untuk memproleh kepandaian dan ilmu, sehingga akan mampu menguasai bidang yang dipelajari sesuai tujuan dari pelaksanaan pendidikan. Keberhasilan dari proses pendidikan sangat dipengaruhi oleh pembelajaran yang berlangsung karena merupakan inti dari proses pendidikan. Dalam suatu pembelajaran, motivasi peserta didik mengikuti pembelajaran merupakan aspek yang sangat penting.    Motivasi belajar peserta didik sangat dibutuhkan untuk mencapai tujuan pembelajaran, karena sebagai faktor yang banyak memberikan pengaruh terhadap keberhasilan dalam pembelajaran. Motivasi belajar merupakan keseluruhan daya penggerak baik dari dalam diri maupun dari luar peserta didik yang menjamin kelangsungan dan memberikan arah pada kegiatan belajar, sehingga tujuan yang dikehendaki oleh peserta didik dapat tercapai. Dikatakan “keseluruhan daya penggerak” karena ada beberapa motif yang bersama-sama menggerakan peserta didik untuk belajar (Sardiman, 2012: hlm. 75). Setiap peserta didik memiliki tingkat motivasi belajar yang berbeda-beda ketika mengikuti kegiatan belajar di sekolah tergantung dari kebutuhan yang akan dicapai. Perbedaan tingkat motivasi belajar peserta didik menjadi permasalahan untuk mencapai tujuan pembelajaran di sekolah. Tanpa adanya tingkat motivasi belajar tinggi pada peserta didik, maka pembelajaran tidak akan berjalan efektif, sehingga motivasi belajar peserta didik harus diperhatikan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Tinggi rendah motivasi belajar dapat terlihat dari sikap yang ditunjukkan peserta didik pada saat pelaksanaan kegiatan belajar mengajar seperti minat, semangat, tanggung jawab, rasa senang dalam mengerjakan tugas dan reaksi yang ditunjukkan peserta didik terhadap stimulus yang diberikan guru (Sudjana, 2013: hlm. 61). Motivasi belajar peserta didik tidak akan hilang tetapi akan berkembang dalam cara-cara yang bisa membimbing untuk menjadi lebih baik atau juga bisa sebaliknya. Banyak berbagai bentuk penanganan telah diberikan pada peserta didik yang mengalami permasalahan motivasi belajar. Namun penanganan yang diberikan belum mencapai akarnya, yaitu motivasi peserta didik itu sendiri untuk belajar. Penanganan yang tidak tepat pada permasalahan tentunya akan membuat permasalahan tidak teratasi sepenuhnya. Sehingga permasalahan yang masih terjadi akan memberikan dampak yang buruk bagi bangsa khususnya para pelajar sebagai calon penerus bangsa.

            Motivasi penting pada pembelajaran karena menjadi salah satu faktor penyebab seseorang belajar. Dalam kegiatan belajar, motivasi dapat dikatakan sebagai keseluruhan daya penggerak di dalam diri peserta didik yang menimbulkan kegiatan belajar, yang menjamin kelangsungan dari kegiatan belajar dan memberikan arah pada kegiatan belajar. Sehingga dapat dikatakan bahwa peserta didik yang tidak memiliki motivasi belajar, maka tidak akan terjadi kegiatan belajar pada diri peserta didik tersebut.

            Rendahnya motivasi belajar peserta didik akan menghambat pencapaian tujuan pendidikan dan merupakan ancaman bagi kemajuan bangsa yang harus ditangani dengan tepat. Sebagai satuan pendidikan SMK Angkasa 2 Margahayu Kabupaten Bandung tidak terlepas dari permasalahan pembelajaran. Dari penjelasan yang diberikan oleh Kepala Sekolah, Wakil Kepala Kurikulum, guru-guru dan peserta didik kelas XI Kompetensi Kejuruan Bisnis Daring dan Pemasaran (BDP) memiliki tingkat kehadiran peserta didik yang rendah, peserta didik banyak yang mengerjakan PR di sekolah, peserta didik cepat putus asa dalam menghadapi kesulitan, peserta didik tidak bersemangat dalam mengikuti pelajaran, peserta didik tidak aktif dalam pembelajaran, peserta didik ramai dengan temannya saat diterangkan oleh guru dan peserta didik tidak bisa menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru. Selain itu Kepala Program Studi (Kaprodi) menerangkan bahwa peserta didik juga tidak mempedulikan apakah mendapatkan nilai atau tidak dari ulangan harian yang diadakan setelah peserta didik tidak hadir pada hari ujian, sehingga menyebabkan peserta didik memperoleh nilai yang tidak memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang tersebar pada beberapa mata pelajaran karena tidak mendapatkan nilai. Dari angket motivasi yang telah peneliti sebar pada peserta didik kelas XI-BDP SMK Angkasa 2 Margahayu, didapatkan hasil dengan nilai 47,60%. Hasil ini menunjukan bahwa tingkat motivasi belajar peserta didik kelas XI-BDP SMK Angkasa 2 Margahayu dalam kategori rendah. Rendahnya motivasi belajar peserta didik akan menghambat pencapaian tujuan pendidikan dan harus ditangani dengan tepat.

            Seseorang yang memiliki inteligensia yang cukup tinggi, boleh jadi gagal karena kekurangan motivasi, hasil belajar akan optimal kalau ada motivasi yang tepat (Sardiman, 2012: hlm. 75). Dapat dikatakan bahwa peserta didik yang tidak memiliki motivasi belajar, maka tidak akan terjadi kegiatan belajar pada diri peserta didik tersebut. Karena motivasi dan belajar merupakan dua hal yang saling mempengaruhi (Uno, 2013: hlm. 23). Motivasi mempunyai peran penting dalam belajar dan pembelajaran (Uno, 2013: hlm. 27-29). Karena motivasi merupakan faktor yang paling baik untuk prestasi belajar dan motivasi mempunyai kontribusi sampai 64% terhadap prestasi belajar (Siregar dan Nara, 2011: hlm. 52). Peserta didik yang memiliki motivasi belajar yang baik akan menunjukan hasil belajar yang baik. Usaha yang tekun dengan didasari motivasi dapat melahirkan prestasi yang baik bagi peserta didik yang belajar. Intensitas motivasi peserta didik akan sangat menentukan tingkat prestasi belajar (Sardiman, 2012: hlm. 85-86). Memotivasi peserta didik berarti mengatur kondisi, sehingga melakukan apa yang dapat dikerjakan (Nasution, 2000: hlm. 83). Upaya meningkatkan motivasi peserta didik dapat dilakukan dengan: (1) optimalisasi prinsip belajar; (2) optimalisasi unsur dinamis belajar dan pembelajaran; (3) optimalisasi pemanfaatan pengalaman dan kemampuan peserta didik dan (4) pengembangan cita-cita dan aspirasi belajar (Dimyati dan Mudjiono, 2013: hlm. 101-108)

          Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Angkasa 2 Margahayu memiliki peserta didik berjumlah 334 orang dengan jumlah romber 11 rombel yang masing-masing kelas rata-rata berjumlah 31 orang peserta didik. Menurut pengamatan di lapangan dan informasi dari berbagai pihak yang terlibat dalam penelitian di SMK Angkasa 2 Margahayu ini peneliti lebih menggaris bawahi lagi pokok permasalahan yang akan diteliti di SMK Angkasa 2 Margahayu Kabupaten Bandung yang tentunya akan berpengaruh besar terhadap hasil belajar yang dicapai oleh peserta didiknya. Peneliti hanya menyoroti beberapa permasalahan saja, yaitu di antara: 1) Motivasi belajar peserta didik di SMK Angkasa 2 Margahayu Kabupaten Bandung, terutama peserta didik kelas XI Kompetensi Kejuruan Bisnis Daring dan Pemasaran (BDP) yang masih kurang; 2) Penerapan model dan metode pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru di SMK Angkasa 2 Margahayu  Kabupaten Bandung yang masih belum tepat dan sesuai dengan materi yang dipelajari dan karakterisitik peserta didiknya; 3) Penggunaan media dan alat pembelajaran yang digunakan guru di SMK Angkasa 2 Margahayu Kabupaten Bandung yang masih belum maksimal, kreatif dan inovatif.

          Berdasarkan pertimbangan pemikiran di atas maka peneliti mengambil judul ”Memanfaatkan Video Pembelajaran Berbasis Youtube dan e-LKPD (LKPD Digital) Melalui Model Pembelajaran Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Peserta Didik Kelas XIIBDP SMK Angkasa 2 Margahayu Tahun Pelajaran 2023/2024

B. ANALISIS KASUS

Berdasarkan hasil pengamatan dan analisis saya terdapat beberapa faktor penyebab masih kurangnya motivasi belajar peserta didik kelas XII BDP di SMK Angkasa 2 Margahayu, sehingga perlu ditingkatkan lagi, yaitu antara lain adalah sebagai berikut:

  • Motivasi belajar berperan penting dalam penentuan hasil belajar peserta didik, jika peserta didik tidak memiliki motivasi maka hasil belajarpun tidak maksimal.
  • Peserta didik kurang termotivasi dalam mengkuti pelajaran ditandai dengan beberapa peserta didik yang tidak mencapai kriteria ketuntasan minimum.
  • Tugas yang diberikan guru tidak bervariasi serta tidak menarik sehingga cenderung membuat peserta didik kurang motivasi dalam mengerjakan tugas dari guru sehingga hasil belajar kurang maksimal.
  • Model dan Metode pembelajaran yang digunakan guru pada proses pembelajaran di kelas masih kurang tepat dan sesuai dengan materi yang dipelajari sehingga menimbulkan rasa bosan dan jenuh serta malas untuk belajar,
  • Penggunaan media pembelajaran berupa tayangan video berbasis youtube, bahan ajar, PPT dan LKPD manual dan Digital sangat jarang digunakan oleh guru saat melaksanakan proses pembelajaran di sekolah.

C. ALTERNATIF SOLUSI

Berdasarkan permasalahan di atas,  saya sudah melakukan eksplorasi penyebab masalahmelalui google cendekia dan wawancara, dan disimpulkan  bahwa akar penyebab masalahnya adalah:

  1. Motivasi belajar peserta didik masih kurang dikarenakan guru masih belum maksimal dapat mengimplementasikan model- model pembelajaran yang tepat dan sesuai dengan materi yang dipelajari.
  2. Mayoritas guru masih kesulitan menggunakan Media Teknologi dan Informasi sehingga implementasi model dan metode serta media pembelajaran yang akan ditampilkan pada proses pembelajaran sering mengalami hambatan.
  3. Dari kedua akar penyebab masalah tersebut, saya mencoba menemukan alternatif solusi yaitu, mencoba menerapkan model Problem Based Learning yang dikombinasikan dengan media Power Point, Tayangan Video Pembelajaran berbasis Youtube dan e-LKPD (LKPD) Digital untuk mendukung terlaksananya proses pembelajaran yang lebih kreatif dan inovatif di kelas.

D.  HASIL DAN DAMPAK

  1. Hasil

Setelah guru berupaya untuk mengimplementasikan model pembelajaran dengan tepat dan sesuai terutama penggunaan model pembelajaran Problem Based Leraning (PBL) yang dikombinasikan dengan media Power Point, Tayangan Video Pembelajaran berbasis Youtube dan e-LKPD (LKPD) Digital, maka hasil yang dapat dirasakan adalah sebagai berikut:

  • Rekapitulasi data kehadiran peserta didik di sekolah untuk mengikuti proses pembelajaran menunjukkan statistik yang meningkat tajam setiap minggunya;
  • Perolehan nilai akademik peserta didik meningkat drastis;
  • Terjadi perubahan hasil penilaian perubahan sikap, keterampilan dan pengetahuan yang diperoleh masing-masing peserta didik cukup baik secara individu dan peroleh hasil penilaian rata-rata kelas;
  1. Dampak

     a.Dampaknya bagi peserta didik

  • Peserta didik benar-benar sangat termotivasi dengan penggunaan model pembelajaran yang tepat dan disesuaikan dengan materi pelajaran yang disajikan, terutama model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) yang digunakan dalam mata pelajaran Produk Kreatif dan Kewirausaahan yang saya ampu, mereka sangat antusias dan bersemangat untuk mengikuti proses pembelajaran.
  • Peserta didik dapat menjalin komunikasi dan berkolaborasi dengan guru dengan lebih efektif dan efesien dengan digunakan metode pembelajaran dalam bentuk ceramah, diskusi, tanya jawab, penugasan, presentasi dan demontrasi;
  • Peserta didik dapat mengikuti proses pembelajaran secara langsung dan real karena dibimbing dan dipandu langsung oleh guru untuk mengikuti pembelajaran yang berkolaborasi dengan dunia usaha, dunia industri, para pengusaha, para pengrajin dan para pedagang sehingga pembejaran di kelas yang terkesan menjenuhkan dapat terhindar dengan memperbanyak kegiatan pembelajaran di lapangan;
  • Peserta didik merasa dipermudah dalam mengikuti proses pembelajaran dengan disediakannya bahan ajar berupa buku, modul dan Lembar Peserta Didik (LKPD) Digital, media pembelajaran berupa tayangan PPT dan tayangan-tayangan video berbasis Youtube.

    b. Dampaknya bagi guru

    1. Memperluas wawasan dan pengalaman bagi guru dalam mengolah teknik, strategi dan langkah-langkah yang tepat dalam penggunaan model, metode dan media pembelajaran yang tepat dan sesuai untuk digunakan dalam menyajikan setiap materi pelajaran pada proses pembelajaran yang akan dilaksanakan.
    2. Meningkatkan profesionalitas dalam menjlankan tugas dan pekerjaan sebagai guru/pendidik.
    3. Meningkatkan peran guru sebagai fasilitator dalam proses pembelajaran di kelas.
    4. Memberikan motivasi bagi guru-guru lainnya untuk lebih kreatif dalam melaksaakan tugasnya memberikan pengajaran dan pendidikan di sekolah.
    5. Memperbaiki kinerja guru dalam proses pembelajaran khususnya mata pelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan.

 

     c. Dampaknya bagi sekolah

  1. Menerapkan model dan metode pembelajaran yang tepat dan sesuai dengan materi, situasi dan kondisi serta karakteristik peserta didik yang dilaksanakan terhadap pelajaran yang lainnya di sekolah.
  2. Memanfaatkan media, alat pembelajaran dan sarana prasana sekolah dengan semaksimal mungkin
  3. Mengembangkan bakat untuk tercapainya visi dan misi sekolah

 

E. KESIMPULAN

Berdasarkan uraian di atas dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

  • Pembelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan dengan pemanfaatan media berupa video berbasis Youtube dan e-LKPD/LKPD Digital untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik melalui model pembelajaran problem based learning Kelas XII Kompetensi Keahlian Bisnis Daring dan Pemasaran (BDP) terbilang efektif dan layak dijadikan praktik baik pembelajaran, karena mampu meningkatkan minat dan motivasi belajar peserta didik dilihat dari tingkat pemahaman peserta didik terhadap materi pembelajaran dibuktikan dengan capaian hasil belajar peserta didik yang meningkat.
  • Dalam melaksanakan proses pembelajaran sehari-hari lebih guru dituntut lebih tertib dan terstruktur. Dengan penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) secara sistematis dan cermat, pembelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan materi Strategi Pemasaran Produk Barang dan Jasa dengan dengan pemanfaatan media Video Pembelajaran Berbasis Youtube dan e-LKPD/LKPD Digital melalui model pembelajaran problem based learning berorientasi HOTS pada mata pelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan bukan hanya mampu meningkatkan minat dan motivasi belajar peserta didik, tetapi juga mengintegrasikan PPK, literasi membaca, dan kecakapan abad 21.
  • Peserta didik lebih termotivasi dan fokus karena pembelajaran yang lebih menarik dan menyenangkan . hal ini tidak lepas dari pemilihan model, metode dan media pembelajaran guru menjadi lebih variatif dan inovatif.

 

F.  KAJIAN PUSTAKA

Hapsari, Gita Permata Puspita & Zulherman. (2021). Pengembangan Media Video Animasi Berbasis Aplikasi Canva untuk Meningkatkan Motivasi dan Prestasi Belajar Siswa. Jurnal Basicedu, 5(4), 2384-2394. Retrieved from https://jbasic.org/index.php/basicedu

 

Khairani, Miftahul dkk. (2019). STUDI META-ANALISIS PENGARUH VIDEO PEMBELAJARAN TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK. Jurnal Of Biological Education and Research. 2(1). 158-166. http://dx.doi.org/10.30821/biolokus.v2i1.442

 

Maulani, S. ., Nuraisyah, N., Zarina, D. ., Velinda, I. ., & Aeni, A. N. . (2022). Analisis Penggunaan Video sebagai Media Pembelajaran Terpadu terhadap Motivasi Belajar Siswa. Jurnal Pendidikan Dan Teknologi Indonesia, 2(1), 19-26. https://doi.org/10.52436/1.jpti.134

 

Santoso, B., Putri, D. H., & Medriati, R. (2020). UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR DAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA MELALUI MODEL PROBLEM BASED LEARNING BERBANTU ALAT PERAGA KONSEP GERAK LURUS. Jurnal Kumparan Fisika, 3(1 April), 11–18. https://doi.org/10.33369/jkf.3.1.11- 18

 

Syaparuddin, S., & Elihami, E. (2019). PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR SISWA MELALUI VIDEO PADA PEMBELAJARAN PKn DI SEKOLAH PAKET C. JURNAL EDUKASI NONFORMAL,          1(1),     187-200.          Retrieved         from

https://ummaspul.e- journal.id/JENFOL/article/view/318

 

uratno, S., Kamid, K., & Sinabang, Y. (2020). PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI (HOTS) DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR SISWA. JURNAL  MANAJEMEN  PENDIDIKAN  DAN  ILMU  SOSIAL,  1(1),  127-139.

https://doi.org/10.38035/jmpis.v1i1.249

 

Wahyuningtyas, R., & Kristin, F. (2021). Meta Analisis Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning dalam Meningkatkan Motivasi Belajar. MIMBAR PGSD Undiksha, 9(1), 49–55. https://doi.org/10.23887/jjpgsd.v9i1.32676

 

Vivi Puspita, (2021) Efektifitas E-LKPD berbasis Pendekatan Investigasi terhadap Kemampuan Berfikir Kritis Siswa Sekolah Dasar

https://doi.org/10.31004/cendekia.v5i1.456

Robiatul Adawiyah, (2021) Peningkatan Ketuntasan Hasil Belajar Siswa Sekolah Dasar Pada Pembelajaran Tematik Melalui E-LKPD dengan Bantuan Aplikasi Google Meet

https://doi.org/10.31004/basicedu.v5i5.1339

 

Pengertian Pendidikan Menurut Para Ahli

15 Juni 2022 oleh Deepublish Store

https://deepublishstore.com/blog/pengertian-pendidikan-menurut-para-ahli/

 

6 Masalah Pendidikan Di Indonesia dan Analisisnya

16 Desember 2020 oleh Deepublish Store

https://deepublishstore.com/blog/masalah-pendidikan-di-indonesia/

 

Pengertian Motivasi Menurut Para Ahli dan Jenis-jenisnya yang Perlu Dikenali

https://www.liputan6.com/hot/read/4681419/pengertian-motivasi-menurut-para-ahli-dan-jenis-jenisnya-yang-perlu-dikenali?page=2

 

Penelitian Tindakan Kelas

Riviera Blog

https://rivierapublishing.id/blog/penelitian-tindakan-kelas/

 

Mengenal Metode dan Model Pembelajaran Pada Kurikulum 2013

https://smpn2kalibawang.sch.id/read/7/mengenal-metode-dan-model-pembelajaran-pada-kurikulum-2013#:~:text=Model%20pembelajaran%20adalah%20kerangka%20konseptual,dan%20sistem%20pendukung%20(Joice%26Wells)

 

Macam Metode Belajar Menurut Para Ahli, Lengkap Beserta Pembahasannya

edukasi13 Feb 2021

https://blog.kejarcita.id/macam-macam-metode-belajar-menurut-para-ahli-lengkap-beserta-pembahasannya/

 

Video Pembelajaran : Tutorial lengkap Membuat Video pembelajaran

 PIJAR SEPTEMBER 6, 2021

https://pijarsekolah.id/blog/video-pembelajaran-tutorial-lengkap-membuat-video-pembelajaran/

https://www.kangjo.net/berita/detail/contoh-ptk-siklus-1-dan-siklus-2

 

 

Loading

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top