Guraru

LAPORAN STUDI KASUS – Memanfaatkan Video Pembelajaran Berbasis Youtube dan e-LKPD (LKPD Digital) Melalui Model Pembelajaran Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Peserta Didik Kelas XII-BDP SMK Angkasa 2 Margahayu Tahun Pelajaran 2023/2024

LAPORAN STUDI KASUS

Memanfaatkan Video Pembelajaran Berbasis Youtube dan e-LKPD (LKPD Digital) Melalui Model Pembelajaran Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Peserta Didik Kelas XIIBDP  SMK Angkasa 2 Margahayu Tahun Pelajaran 2023/2024

 

 

A.  Deskripsi Studi Kasus

Pelaksanaan PPL yang saya lakukan telah menemukan beragam kasus, seperti masih kurangnya motivasi belajar, minimnya partisipasi peserta didik dalam kegiatan diskusi kelompok dan rendahnya keterampilan berpikir kreatifnya. Pertama, masih kurangnya motivasi belajar, dilihat dari dikehadiran yang masih belum mencapai 100%, minimnya partisipasi  peserta didik dalam kegiatan diskusi kelompok dilihat dalam aktifitas peserta didik dalam mengerjakan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), selama kegiatan pengerjaan LKPD masih ada peserta didik yang melakukan aktifitas duduk bercerita dengan teman lain selama diskusi berlangsung sehingga dalam mengerjakan LKPD hanya satu atau dua orang yang aktif dan bertanggung jawab dalam menyelesaikannya. Kedua, rendahnya Keterampilan berpikir kreatif selama proses pembelajaran berlangsung dapat dilihat hasil pengerjaan LKPD yang minim akan gagasan dan ide baru serta sulitnya mendapatkan solusi dari identifikasi masalah dari setiap materi pelajaran yang disampaikan peserta didik cendrung mengandalkan solusi atau jawaban yang sudah ada sebelumnya, tanpa mencoba melihat topik dari sudut pandang berbeda.

B.  Analisis Situasi

Berdasarkan hasil observasi didapatkan informasi bahwa dalam pembelajaran guru hanya menilai kemampuan kognitif dan belum memfasilitasi kemampuan berpikir kreatif sehingga memiliki keterampilan berpikir kretaifnya rendah dan belum terbimbing untuk berpikir kreatif dan ketika peserta didik dihadapkan pada masalah real di lingkungan masyarakat, peserta didik belum mampu mengaitkan antara ilmu yang diperolehnya dengan masalah di sekitarnya dan pada proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru masih sangat konvensional, menerapkan model pembelajaran belum tepat dengan materi pelajaran, media pembelajaran yang masih kurang seperti LKPD belum terakomodir  kebutuhannya, format LKPD yang kurang menarik dan terlihat nyata situasi dimana dalam diskusi kelompok hanya satu atau dua orang yang aktif dan bertangggung jawab dalam penyelesaian LKPD.

Analisa faktor yang dapat menyebabkan kurangnya motivasi belajar peserta didik, minimnya partisipasi peserta didik dalam diskusi kelompok yaitu beberapa peserta didik mungkin merasa tidak percaya diri untuk berbicara di depan, yang menjadi hambatan bagi partisipasi mereka dalam diskusi. Jika hanya beberapa peserta didik mendominasi diskusi kelompok dan mengambil alih pembicaraan, peserta didik lain mungkin merasa terpinggirkan dan tidak berpartisipasi. Dominasi ini dapat menciptakan lingkungan yang tidak inklusif dan mengurangi partisipasi secara keseluruhan dan kelompok menyebabkan merasa sulit untuk menemukan kesempatan untuk berbicara dan lebih cenderung menjadi pendengar pasif.

Pembelajaran yang terlalu memfokuskan pada pemahaman faktual dan mengedepankan penghafalan materi dapat mengurangi peluang peserta didik untuk berpikir kreatif. Model dan metode pembelajaran yang kurang menarik dan cenderung monoton juga dapat menghambat perkembangan kreativitas peserta didik.

C.  Alternatif Solusi

Beragam permasalahan yang saya temukan selama praktik pengalaman  lapangan membuat saya menemukan berbagai alternatif solusi dalam memecahkan masalah tersebut diantaranya: penggunaan model pembelajaran yang lebih tepat dengan materi pelajaran yang disajikan dalam (RPP), pemanfaatan media pembelajaran berupa video pembelajaran berbasis youtube, dan  saya merancang LKPD yang menarik dan melibatkan semua peserta didik dalam proses penyelesaiannya, seperti menyajikan contoh kasus dalam bentuk video, artikel dan gambar sehingga mengakomodir semua gaya belajar peserta didik dan melibatkan mereka secara aktif serta menstimulus mereka menemukan sendiri masalah-masalah yang terdapat pada LKPD dan memunculkan pertanyaan berdasarkan masalah, mencari sendiri jawaban atas pertanyaan yang di temukan serta menyajikan hasil dalam media PPT sehingga mereka lebih bebas membuat ide berdasarkan pengelaman belajar, mencari informasi yang berkaitan dengan masalah.

LKPD

https://drive.google.com/file/d/1EgCizIC-yzmRB8z35Q8HzJNpCRYC2B0o/view?usp=sharing

LKPD

https://drive.google.com/file/d/1tTyUTAyhFa2AR5umo9lN4x7U9_JoyaQm/view?usp=sharing

Saya juga menciptaan kondisi pembelajaran yang melibatkan pengalaman belajar peserta didik, hal perlu diberdayakan demi terbudayakannya kemampuan berpikir kreatif, penciptaan kondisi pembelajaran dapat dilakukan salah satunya melalui penggunaan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dengan harapan meningkatkan proses berpikir kreatif peserta didik dalam mencari gagasan, konsep dan menemukan jawaban sendiri dari suatu permasalahan yang ditanyakan serta mampu mengembangkan pengetahuan yang dimilikinya. Ketika berpikir kreatif meningkat diharapkan pula dapat meningkatkan hasil belajar yang selama ini menjadi tolak ukur guru. Hal tersebuat sudah saya buat dalam merancang proses pembelajaran maupun dalam pelaksanaanya.

RPP1

https://drive.google.com/file/d/10xGGZARFcL2V9vGp8aWbfmdU57j86Xms/view?usp=sharing

RPP2

https://drive.google.com/file/d/18dtNmgRp-Jw556NGaRLsOShkoxzfa2b8/view?usp=sharing

Bahan Ajar

https://drive.google.com/file/d/1yCjmdigeSGacpODtutMJ8iVvE7tLscKK/view?usp=sharing

Video Pembelajaran

https://youtu.be/bZr8tGgOYTI?si=x–K44ooCaTWaRAL

https://youtu.be/aNWpXMPDhRo?si=q9l64sfiOwyfDele

https://youtu.be/5BICmylUqHQ?feature=shared

Materi

https://youtu.be/pLGqngqEoDA?si=48h4cvKLgT9Ovu4S

Artikel:

https://nemo.code.blog/2020/08/31/menerapkan-metode-perakitan-produk-barang-jasa/

https://lp2m.uma.ac.id/2022/10/14/pengujian-produk-definisi-jenis-tips-bagi-perusahaan

Menggunakan pembelajaran yang aktif seperti diskusi kelompok dengan jumlah anggota 4-5 orang dalam penyelesaian LKPD, memberikan apresiasi kepada peserta didik atas usaha dan pencapainya serta melibatkan dan memberikan tanggungjawab kepada peserta didik yang kurang aktif sehingga meningkatkan rasa percaya diri mereka dan melakukan refleksi diakhir pembelajaran untuk mengevaluasi dan memperbaiki pembelajaran yang lebih efektif efesien dan inovatif sesuai kebutuhan peserta didik.

D.  Evaluasi

Beragam instrumen pembelajaran seperti RPP, bahan ajar, penyajian video pembelajaran berbasis youtube dan media lainnya yang dibuat seperti pengembangan LKPD Digital  dengan memberikan stimulus masalah dalam bentuk video, artikel dan gambar, mengorganisasikan peserta didik dalam kelompok kecil beranggotakan 4-5 orang memberikan dampak yang positif seperti peningkatan partisipasi dalam menyelesaikan LKPD dan melatih menemukan ide dan gagasannya dalam menjawab dan mengkomunikasikan masalah yang mereka temukan hal ini melatih mereka untuk berpikir kreatif. Partisipasi peserta didik terlihat ketika mereka membagi tugas dan tanggung jawab dalam mengerjakan dan mengkomunikasikan hasil diskusi mereka dalam bentuk presentasi.

Peningkatan berpikir kreatif terlihat ketika mereka mengkomunikasikan dan menganalisis masalah yang ada pada LKPD dengan ide dan gagasan sendiri yang terlihat dalam bagaimana mereka menjawab pertannyaan yang mereka  munculkan sendiri. Dalam proses pembelajaran tidak semuanya mengalami peningkatan namun dengan kemampuan dan keunikanya masing-masing. Saya menyadari masih banyak kekurangan dalam proses pembelajaran.

 

Loading

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top