Guraru

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Motivasi Belajar Siswa

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Motivasi Belajar Siswa

Belajar merupakan kewajiban bagi setiap siswa, namun terkadang siswa juga bisa merasakan demotivasi yang menyebabkan siswa menjadi malas belajar, bahkan menolak untuk belajar. Sebagai guru, penting untuk mengetahui bagaimana cara untuk menjaga motivasi belajar siswa tetap tinggi atau memberikan motivasi tambahan bagi siswa agar semangat belajarnya bisa kembali. Untuk mengetahui hal tersebut, sebelumnya guru harus paham macam-macam bentuk motivasi yang bisa diberikan kepada siswa saat di sekolah.

 

Bentuk Motivasi di Sekolah

 

Motivasi memiliki peran yang sangat penting dan dibutuhkan dalam kegiatan belajar mengajar. Bagi siswa, motivasi dapat membantu mereka dalam membentuk aktivitas dan inisiatif, juga dapat mengarahkan dan memelihara ketekunan dalam melaksanakan kegiatan belajar. Terdapat beberapa bentuk motivasi dalam kegiatan belajar di sekolah, antara lain:

 

1. Nilai atau Skor

Selain berperan sebagai alat ukur kemampuan siswa, nilai atau skor yang diberikan dalam pembelajaran di sekolah juga bisa menjadi salah satu bentuk motivasi bagi siswa. Banyak siswa yang kemudian menjadi termotivasi untuk belajar lebih giat lagi agar bisa mendapatkan nilai atau skor yang bagus. Ketika mereka berhasil mendapatkan nilai yang bagus setelah belajar dengan giat, akan muncul perasaan bangga di dalam diri siswa. Perasaan bangga ini juga bisa memicu motivasi belajar siswa untuk terus tumbuh.

 

2. Hadiah

Pemberian hadiah-hadiah kecil juga bisa menjadi bentuk motivasi bagi siswa. Hadiah yang dimaksud tidak harus bernilai tinggi, namun bisa berupa hadiah-hadiah kecil yang lebih bersifat personal. Misalnya, seorang guru bisa memberikan sebuah tantangan, bagi muridnya yang berhasil menjawab pertanyaan dari guru, akan mendapat hadiah sekotak coklat. Dengan begitu, siswa akan merasa antusias dan termotivasi untuk bisa menjawab pertanyaan guru tersebut dengan benar.

 

3. Kompetisi

Kompetisi juga bisa menjadi bentuk motivasi bagi siswa untuk belajar lebih giat. Namun, kompetisi yang diadakan haruslah kompetisi yang sehat, di mana masing-masing siswa akan bersaing secara fair dan tidak saling menjatuhkan. Bentuk kompetisinya pun bisa beragam, seperti lomba cerdas cermat antar kelas, lomba membuat essay, dan sebagainya.

 

4. Pujian

Guru juga bisa memberikan kalimat pujian kepada siswanya sebagai salah satu bentuk motivasi di sekolah. Apabila seorang siswa berhasil mencapai sesuatu, guru bisa memuji dengan kalimat seperti “Kamu hebat!” atau “Pintar sekali!”. Pemberian pujian bisa membuat siswa merasa senang dan diapresiasi, sehingga termotivasi untuk memberikan yang terbaik di kesempatan berikutnya.

 

5. Tes atau Ujian

Terakhir, yaitu tes atau ujian. Tes atau ujian juga bisa menjadi bentuk motivasi dalam pembelajaran di sekolah karena siswa cenderung termotivasi untuk belajar lebih giat saat mereka tahu akan ada tes atau ujian. Namun, sebaiknya guru memberikan pemahaman kepada siswa bahwa adanya tes atau ujian ini bukan untuk menakut-nakuti siswa, tetapi untuk mengevaluasi hasil belajar siswa selama periode waktu tertentu. Dengan begitu, siswa tidak akan merasa tertekan saat mendekati waktu ujian.

 

Faktor yang Mempengaruhi Motivasi Belajar Siswa

 

Faktor yang mempengaruhi motivasi belajar menurut para ahli dapat dibagi menjadi dua tipe, yakni faktor internal dan eksternal. Berikut pembahasannya:

 

1. Faktor Internal yang Mempengaruhi Motivasi Belajar Siswa

Faktor internal merupakan faktor yang berasal dari dalam diri setiap individu. Faktor ini dapat dibagi lagi menjadi dua kategori, yakni faktor fisik dan faktor psikologis.

 

a. Faktor Fisik

Faktor fisik merupakan faktor yang meliputi kesehatan jasmani serta fungsi fisiologis setiap individu. Apabila fisik seorang siswa dalam keadaan sehat dan bugar, maka siswa tersebut dapat dengan lebih mudah mencerna dan memahami pelajaran dengan baik, sehingga motivasi belajarnya pun akan lebih meningkat. 

Sebaliknya, jika kondisi fisik siswa sedang dalam keadaan yang kurang sehat, maka siswa tersebut pun akan merasa lesu, tidak semangat untuk belajar, dan cepat merasa lelah. Oleh karena itu, penting bagi guru untuk memastikan bahwa siswa sedang berada pada kondisi fisik yang sehat dan bugar sebelum mulai menerima pelajaran.

 

b. Faktor Psikologis

Faktor psikologis merupakan faktor yang meliputi segala hal yang terdapat di dalam diri siswa, seperti perasaan, kondisi mental, serta minat dan bakat siswa. Sama halnya dengan kondisi fisik, kondisi psikologis siswa juga tidak kalah penting untuk dijaga kesehatannya. Karena, kondisi psikologis yang tidak sehat juga dapat menyebabkan siswa mengalami demotivasi belajar. Kondisi psikologis yang kurang sehat akan membuat siswa menjadi merasa gelisah, cemas, bahkan stress.

Selain itu, minat dan bakat siswa akan suatu topik juga dapat menjadi faktor yang mempengaruhi motivasi belajar mereka. Misalnya, siswa yang senang dengan pelajaran Matematika akan memiliki motivasi belajar yang lebih tinggi dibandingkan siswa yang tidak terlalu senang dengan pelajaran Matematika. Oleh karena itu, penting bagi guru untuk memberi arahan yang tepat bagi siswa, sesuai dengan minat dan bakatnya masing-masing.

 

2. Faktor Eksternal yang Mempengaruhi Motivasi Belajar Siswa

Di samping faktor internal, ada juga faktor eksternal yang berasal dari luar individu atau dari lingkungan. Faktor ini dapat dibagi lagi menjadi dua kategori, yakni faktor sosial dan faktor non-sosial.

 

a. Faktor Sosial

Faktor sosial adalah segala macam hal di luar individu yang ada kaitannya dengan aktivitas sosial sesama manusia, meliputi lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat sekitar. Contoh pengaruh faktor sosial terhadap motivasi belajar siswa misalnya, sikap keluarga dan guru terhadap prestasi seorang siswa. 

Apabila seorang siswa berhasil meraih pencapaian di bidang akademik, kemudian lingkungan sosial di sekitar siswa tersebut memberi dukungan yang positif, maka hal ini dapat membuat siswa tersebut menjadi termotivasi untuk belajar lebih giat lagi. Namun, apabila lingkungan sosial di sekitar siswa tersebut tidak memberikan apresiasi, atau justru malah mengejek karena prestasi yang dicapai mungkin belum dirasa maksimal, maka akan membuat siswa tersebut menjadi sedih dan mengalami demotivasi belajar.

Oleh karena itu, penting bagi guru serta orang tua di rumah untuk memastikan bahwa lingkungan sosial di sekitar siswa selalu memberikan nilai yang positif. Misalnya seperti, selalu bersikap dan berkomunikasi dengan ramah, memberi perhatian kepada semua siswa, serta memberi bantuan kepada siswa yang mengalami kesulitan belajar. 

 

b. Faktor Non-Sosial

Faktor non-sosial adalah faktor eksternal yang bukan merupakan faktor sosial. Contohnya seperti sarana, fasilitas, serta suasana belajar di sekolah maupun di rumah. Kondisi sekolah dan rumah yang bersih, nyaman, serta dilengkapi dengan fasilitas belajar yang mumpuni tentunya dapat membuat motivasi belajar siswa lebih meningkat. Selain itu, suasana belajar yang tenang dan tidak berisik juga dapat menjadi faktor penunjang motivasi belajar siswa.

Sebaliknya, kondisi lingkungan yang kotor, berisik, dan tidak optimal dapat membuat siswa menjadi malas belajar dan mengalami demotivasi. Oleh karena itu, menjaga kondisi lingkungan belajar tetap baik dan optimal sangat penting untuk dilakukan. 

Di sekolah, guru bisa membuat jadwal piket bagi siswa supaya ruang kelas tetap bersih dan rapi. Sama halnya dengan di rumah, orang tua bisa meminta anak untuk membantu orang tua membersihkan rumah agar selalu terasa nyaman.

 

Pentingnya Motivasi dalam Belajar

 

Mengapa motivasi dalam belajar menjadi penting? Karena tanpa adanya motivasi belajar yang cukup, seseorang tidak akan bisa menangkap ilmu yang dipelajari dengan baik dan optimal. Selain itu, pikiran dan kreativitas seseorang pun dapat terhambat sehingga tidak dapat memberikan hasil karya yang maksimal.

Hal ini tidak hanya berlaku bagi siswa SD, SMP, atau SMA saja, namun juga mahasiswa yang sedang berkuliah, bahkan seorang pekerja sekalipun. Berapapun usianya, manusia tetap membutuhkan motivasi belajar yang cukup agar dapat belajar dan bekerja dengan optimal.

Terlebih di era pandemi Covid 19 ini, motivasi belajar seseorang dapat menjadi lebih cepat pudar akibat kegiatan belajar mengajar yang dilakukan secara online. Belajar secara online di satu sisi memang memberikan banyak kemudahan dan fleksibilitas, namun di sisi lain, ada juga dampak negatifnya. Salah satunya yaitu membuat siswa menjadi tidak semangat belajar karena tidak bisa bertemu langsung dengan guru serta teman-teman sebayanya.

Oleh karena itu, penting bagi seseorang untuk menjaga motivasi belajarnya tetap tinggi. Dalam konteks belajar mengajar di sekolah, seorang guru tentunya memiliki kewajiban untuk membantu siswanya memperoleh motivasi belajar yang maksimal. Begitu pun dengan orang tua di rumah, juga memiliki kewajiban yang sama agar anak bisa senantiasa belajar dengan menyenangkan.

Bagi guru yang ingin membantu siswanya mempertahankan motivasi belajar mereka, terdapat satu platform yang bisa membantu, yaitu Jelajah Ilmu. Jelajah Ilmu merupakan platform LMS pembelajaran terlengkap dan terbaik dengan fitur canggih yang dapat membantu para guru untuk menciptakan pengalaman belajar online yang efektif dan mudah.

Jelajah Ilmu juga memungkinkan guru untuk memberikan tugas dan menerima pengumpulan tugas dari murid, membuat lembar ujian dengan skema penilaian akurat, serta melacak seluruh aktivitas dan kinerja siswa. Guru dapat melakukan segala aktivitas yang berkaitan dengan belajar mengajar secara efektif melalui satu platform saja.

Fitur-fitur yang tersedia di Jelajah Ilmu, antara lain yaitu fitur Tugas, Kelas, Lembar Ujian, Ruang Obrolan, Laporan dan Statistik, serta Materi Ajar. Platform ini tidak hanya cocok untuk guru dan murid, namun juga cocok untuk Kepala Sekolah maupun orang tua siswa di rumah. Semua orang bisa belajar pintar lewat Jelajah Ilmu.

Demikian penjelasan mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi belajar siswa. Dengan artikel ini, diharapkan guru, siswa, maupun orang tua di rumah dapat senantiasa menjaga motivasi belajar tetap tinggi agar bisa belajar dengan maksimal.

Loading

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top