Guraru

Profil Pelajar Pancasila Sebagai Identitas Siswa Indonesia

Halo Rekan Guraru! Ketika mendengar nama Indonesia, yang terbesit di benak kita pasti tidak jauh dari kata ramah, beragam, gotong royong, dan sopan. Melihat dari sejarahnya, keberadaan bangsa Indonesia memiliki ideologi yang menunjukkan identitas bangsa yang nilai-nilai budaya masyarakat Indonesia yaitu Pancasila. Dalam konteks pendidikan, Kemendikbud Ristek menginisiasi kumpulan karakter dan kompetensi yang diharapkan untuk dimiliki peserta didik berdasarkan nilai-nilai luhur Pancasila. Mengapa harus Profil Pelajar Pancasila? Simak artikel ini hingga akhir!

Makna Profil Pelajar Pancasila

Profil Pelajar Pancasila adalah gambaran karakter dan kemampuan yang diinginkan dari peserta didik, berdasarkan pada nilai-nilai luhur Pancasila. Profil Pelajar Pancasila merupakan representasi pelajar Indonesia yang memiliki keterampilan global dan perilaku yang sejalan dengan nilai-nilai Pancasila, dengan enam ciri utama: eriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif.

Relevansi Pancasila dan Profil Pelajar Pancasila

Pancasila merupakan pedoman atau landasan yang mengandung nilai dan prinsip yang harus dijunjung tinggi dalam menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara. Pancasila adalah symbol persatuan dan kebhinekaan bangsa Indonesia yang memiliki suatu ciri khas yang berbeda dari bangsa lain dimana seluruh masyarakatnya selalu berpedoman terhadap nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Profil Pelajar Pancasila merupakan bentuk hasil perumusan tujuan dan visi pendidikan yang ingin dicapai agar peserta didik memiliki kompetensi yang relevan antara nilai-nilai Pancasila dalam konteks pembelajaran. Kompetensi tersebut mencakup karakter, moral, integritas, dan keterampilan berpikir kritis. Pendidikan yang berpihak pada peserta didik dalam abad ke-21 harus memastikan bahwa para pelajar tidak hanya memahami, tetapi juga menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Contoh Penerapan Dimensi Profil Pelajar Pancasila

Profil Pelajar Pancasila dapat digunakan untuk mendorong peningkatan kualitas pendidikan serta membekali peserta didik kompetensi yang dibutuhkan pada abad ke-21.

  • Dimensi Beriman, Bertakwa Kepada Tuhan YME dan Berakhlak Mulia

Pelajar Indonesia yang beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia adalah pelajar yang berakhlak dalam hubungannya dengan Tuhan YME dalam menerapkan kehidupan sehari-hari. Elemen yang penting adalah akhlak pribadi, akhlak pada manusia, akhlak kepada manusia, akhlak kepada alam dan akhlak bernegara.

Dalam konteks Beriman, Bertakwa Kepada Tuhan YME, hal yang dapat dilakukan adalah dengan menekankan pemahaman agama dan melakukan pembiasaan kegiatan keagamaan. Implementasi dalam sekolah yaitu budaya bersalaman dengan guru di pagi hari, kegiatan berdoa bersama sebelum dan sesudah pembelajaran disertai dengan pemberian makna doa sebenarnya, sholat berjamaah, dan pembiasaan membaca Kitab Suci masing-masing agama di hari jumat.  

Dalam konteks berakhlak mulia, dapat ditanamkan kepada peserta didik untuk menghormati sekaligus menghargai teman dan guru, bekerja sama yang baik antar teman, berbicara santun dan tertib dalam kegiatan pembelajaran. Penekanan ini sekaligus diharapkan dapat mengurangi bullying yang marak terjadi di sekolah.

  • Dimensi Berkebhinekaan Global

Pelajar Pancasila harus mampu mempertahankan nilai-nilai luhur, kearifan lokal dan identitas bangsa. Namun disisi lain tetap memiliki wawasan dan keterampilan global dan mampu terbuka untuk berinteraksi dengan budaya lain. Sehingga diharapkan akan muncul rasa kebanggan dan cinta tanah air, secara bersamaan memupuk rasa saling menghargai budaya lain secara positif. Implementasi yang dilakukan di Sekolah yaitu Melaksanakan Upacara hari senin, Menyanyikan lagu kebangsaan dan lagu wajib nasional sebelum dan sesudah pembelajaran, menyanyikan lagu daerah untuk ice breaking, menghargai teman yang berbeda agama dan ras , serta menerapkan pembelajaran yang terintegrasi dengan kearifan lokal.

  • Dimensi Bergotong Royong

Peserta didik diharapkan dapat memiliki kemampuan bergotong royong untuk melakukan kegiatan secara bersama-sama dengan suka rela agar kegiatan yang dikerjakan dapat berjalan lancar, mudah, ringan. Peserta didik dapat melakukan kolaborasi, kepedulian, dan berbagi. Implementasi yang dapat dilakukan di sekolah yaitu peserta didik melakukan pembelajaran secara berkelompok dan saling berkolaborasi dalam memecahkan permasalahan, saling membantu untuk menciptakan ruang kelas yang bersih dan nyaman, saling peduli antar teman, serta membantu teman ketika teman mengalami kesusahan.

  • Dimensi Mandiri, Kritis, dan Kreatif

Seorang guru harus mampu mendesain pembelajaran yang berpusat pada peserta didik dan mampu mengembangkan keterampilan 4C, berpikir kritis (critical thinking), berpikir kreatif (creative thinking), kolaborasi (collaboration), dan komunikasi (communication) melalui pemberian pertanyaan-pertanyaan pemantik, motivasi, dan juga mengintegrasikan teknologi dalam proses pembelajaran.

Untuk mewujudkan dimensi mandiri dalam pembelajaran, peserta didik dapat didorong untuk mengeksplor pengetahuan secara mandiri. Namun guru tetap memberikan bimbingan dan arahan agar peserta didik mendapat pengetahuan yang benar. Dalam mewujudkan dimensi bernalar kritis, peserta didik diminta untuk merefleksi pemikiran dan proses berpikir dalam pengambilan keputusan. Sedangkan untuk perwujudan dimensi kreatif, peserta didik dituntut untuk berpikir secara kreatif dalam mencari alternatif solusi permasalahan.

Baca Juga: Contextual Teaching and Learning: Ciri-Ciri, Contoh, dan Langkah

Langkah Penerapan Profil Pelajar Pancasila dalam Pembelajaran yang Berpihak Pada Peserta Didik

  1. Mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila dalam kurikulum bukan hanya sebagai mata pelajaran. Namun juga sebagai landasan nilai dalam setiap mata pelajaran melalui dimensi Profil Pelajar Pancasila
  2. Memperhatikan kebutuhan peserta didik dalam hal bakat minat dan potensi peserta didik.
  3. Menerapkan pembelajaran yang melibatkan peserta didik secara aktif dengan cara mengajak peserta didik berdiskusi, berkolaborasi, dan berpikir kritis.
  4. Memperhatikan perkembangan karakter peserta didik, seperti kejujuran, rasa tanggung jawab, dan kepedulian sosial.
  5. Memanfaatkan teknologi pendidikan yang ada di sekolah untuk mendukung pembelajaran yang interaktif dan berbasis digital.

Nah, demikian penjelasan terkait Profil Pelajar Pancasila dan penerapannya dalam pembelajaran. Semoga dapat menambah wawasan Rekan Guraru dan menjadi inspirasi untuk diterapkan dalam pembelajaran. Nantikan artikel terbaru dari Pengelola Guraru di sesi selanjutnya. Semangat berinovasi!

 

Referensi

https://itjen.kemdikbud.go.id/web/profil-pelajar-pancasila-menggali-makna-manfaat-dan-implementasinya/

Loading

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top