#GuruSeru 2013 (0)

#GuruSeru April 2013: Fitta Astriyani

GuruKreatif_ Banner

Twitter: @fit_star

Blog: http://funkreatifittaz.blogspot.com

Ibu Fitta percaya bahwa suasana belajar yang nyaman dan cara yang menarik akan memaksimalkan potensi siswa. Karena itu, Ibu Fitta menggunakan media sosial sebagai salah satu tools pendukung untuk kegiatan belajar mengajar. Ia juga mengajak para guru untuk menghadirkan Creative teaching dalam setiap kesempatan belajar mengajar. Guru harus berpikiran terbuka kepada perubahan yang terjadi, belajar hal baru dan banyak berdiskusi dengan orang-orang kreatif dari berbagai profesi. Selain itu, media sosial perlu dioptimalkan, agar wawasan kita lebih luas dan akhirnya menghasilkan pembelajaran yang lebih hidup, kreatif, dan visioner.

Baca selengkapnya

 

#GuruSeru Mei 2013: Rudy Hilkya

mei2013-bannerwebsite

Twitter: @fisikarudy

Blog: http://fisikarudy.wordpress.com

 

Berbagai cara dilakukan Pak Rudy demi menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan memuaskan bagi siswa, orang tua, juga institusi tempat ia mengajar. Ia banyak bercerita dan bercanda ala seorang comic atau stand-up comedian, juga mengajak siswa memadukan Fisika dengan berbagai kegiatan lain; seperti permainan semacam kuis di televisi, bermusik, menggambar, atau membuat prakarya. Pak Rudy berusaha membangun kelas yang demokratis, dan—sedikit sitir dari sila-sila Pancasila, katanya—menjunjung persatuan dan kesatuan yang dibalut dalam musyawarah demi permufakatan berselimut keadilan sosial bagi seluruh warga belajar.

Baca selengkapnya

 

#GuruSeru Juni 2013: Hedy Lim

Print

Twitter: @juniormatthew

Blog: http://hedy.me

 

Bersama Bu Hedy, belajar Matematika bisa menjadi ringan dan santai. Ia membiarkan siswa memilih beberapa solusi dalam menyelesaikan soal dan menggunakan alat bantu berhitung jika diperlukan. Kadang, ia juga mengajak siswa bermain sesuai dengan materi yang tengah dipelajari. Selain itu, tentunya, Bu Hedy juga menggunakan beragam tools dan media sosial. Keberadaan media sosial menurutnya sangat berpengaruh pada kedekatan antara guru dan murid. Melalui media sosial, banyak hal yang dapat ia lakukan, mulai dari memberikan dukungan moral pada siswa sampai tanya jawab mengenai materi. Siswa, di sisi lain, dapat memilih cara belajar yang cocok dengan mereka.

Baca selengkapnya

#GuruSeru Juli 2013: Sukani

Print

Twitter: @Pak_Sukani

Blog: http://okemat.blogspot.com

Dalam mengajar, Pak Sukani menerapkan fun learning dengan mengkombinasikan IT dan permainan. Sejak mulai mengajar di tahun 2007, Pak Sukani telah menggunakan media sosial dalam proses pembelajaran. Beragam media sosial ia manfaatkan, mulai dari blog, Facebook, Twitter, Friendster, Yahoo Messenger, Scribd, 4shared, Ziddu, dan lain-lain. Mulai tahun ajaran 2013/2014, Pak Sukani menerapkan sebuah metode belajar yang juga baru bagi peserta didiknya. Terlebih dahulu, siswa dimintanya untuk mengakses materi ajar yang telah diunggah di rumah dalam bentuk Digibook (digital book), di rumah masing-masing. Lalu, keesokan harinya, ia mengadakan sesi tanya jawab, diskusi kelompok, dan presentasi, untuk menggali pengetahuan siswa lebih dalam.

Baca selengkapnya

 

#GuruSeru Oktober 2013: Taufik Ibrahim

20131007_GuruSeru_1

Twitter: @opikibra30

Blog: http://taufikibrahim.wordpress.com

 

Keinginan untuk terus mendorong dan memotivasi siswa diwujudkan Pak Taufik melalui cara-cara yang menyenangkan dan membuat siswa nyaman. Tak jarang ia mengajak siswa bernyanyi dengan aneka jenis lagu atau mengajak mereka menyaksikan tayangan-tayangan yang memotivasi. Mulai tahun 2011, Pak Taufik mulai mengenal media pembelajaran online berupa blog. Ia juga mulai menggunakan media sosial geschool.net, Twitter, dan Facebook. Sejak itu, Pak Taufik pun rajin memanfaatkan teknologi internet untuk membuat media pembelajaran yang kreatif; mulai dari artikel, tes online, sampai video tutorial. “Media sosial yang saya gunakan secara garis besar mencoba untuk memperkenalkan dunia Kreasi, Inovasi, serta Motivasi untuk Pembelajaran; dan rata-rata bernuansa ICT Literate,” jelasnya.

Baca selengkapnya

 

#GuruSeru November 2013: Isna Puryanta

20131128_guruseru_Nov

Twitter: @botaksakti

Blog: http://cintabelajarcintanya.wordpress.com

 

Menurut Pak Isna, efektivitas pembelajaran tergantung bukan pada sistem dan media, melainkan rasa saling percaya di antara pembelajar. Saling percaya itulah, jelasnya, yang akan membangkitkan saling jujur, saling menerima, dan saling memahami. Untuk membentuknya, media sosial berperan penting. Setelah itu, penggunaan media yang kreatif tentunya akan lebih menunjang terciptanya pembelajaran yang efektif. Ia memang senang menggunakan media sosial untuk memancing siswa mengeluarkan dan mengasah kemampuan mereka. “Saya ingin anak-anak saya selalu berjiwa pejuang, tidak takut kritik, dan tidak takut mencoba,” tuturnya. Kegiatan ‘memancing’ ini dilakukan karena ia tidak suka menyuruh. Ketimbang menyuruh, menurut Pak Isna, ia lebih senang kalau siswanya melakukan seperti yang ia lakukan.

Baca selengkapnya

13,832 total views, 2 views today


Harap login untuk Vote UP postingan ini.

No comments yet

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar