Artikel Pilihan

PRESENTASI MENARIK DENGAN PREZI

Salah satu daya tarik mengajar antara lain dengan performance penyampaian…

Selengkapnya

Artikel Pilihan

Tampilan Baru untuk Website Guraru

Guraru, tak terasa website Guru Era Baru (Guraru) hampir menginjak…

Selengkapnya

Artikel Pilihan

Cara Mudah Membuat Aplikasi Android Sendiri

Menjadi tiga besar artikel pilihan di bulan Juni 2014 memotivasi…

Selengkapnya

Home > Info untuk Guru > > Manfaat Bermain dalam Belajar

Manfaat Bermain dalam Belajar (+1)

Penulis: Pengelola Guraru
Kategori:

Memasuki jenjang pendidikan sekolah dasar, apalagi sekolah menengah, belajar menjadi hal yang semakin ‘serius’. Waktu belajar sebagian besar hanya melibatkan buku-buku pelajaran dan tugas-tugas dengan suasana yang formal, hingga siswa seringkali merasa jenuh di dalam kelas. Kejadian siswa yang tertidur, mengobrol, saling berkirim pesan, atau bahkan tidak masuk kelas, merupakan sesuatu yang tak jarang terjadi. Untungnya, kini mulai banyak guru yang kreatif dalam memilih metode belajar agar siswa tidak merasa bosan dan lebih memahami makna materi yang sedang dipelajari.

Salah satu metode yang digunakan adalah activity-based approach. Menurut Vale dan Feunteun (1995), activity-based approach berpotensi mengurangi tekanan sosial dan emosional yang menghambat pembelajaran efektif. Pendekatan ini dapat dipraktekkan melalui berbagai jenis kegiatan, antara lain bermain.

Ketika siswa belajar secara intrinsik, mereka memperoleh pemahaman yang jauh lebih mendalam mengenai materi yang tengah dipelajari (Crookes & Schmidt, 1991; Deci, 1995). Motivasi intrinsik tersebut dapat ditumbuhkan melalui permainan. Pertama, karena permainan membuat siswa merasa tertantang dan terstimulasi (Deci & Ryan, 1985); dan kedua, karena permainan memungkinkan siswa belajar melihat konsekuensi dari tiap tindakan mereka (Coleman, 1967).

Selain itu, ketika suatu kegiatan menarik bagi siswa, pengalaman dan keterampilan yang diperoleh siswa akan tersimpan lebih dalam di ingatan. Seperti dikatakan oleh Gudjons (dalam Budhiarti, 2013) bahwa manusia menyimpan 20% dari apa yang ia dengar, 30% dari apa yang ia lihat, 80% dari yang ia simpulkan sendiri dan 90% dari apa yang ia lakukan.

Coleman (1967) menjabarkan beberapa manfaat belajar sambil bermain. Pertama, jika dipelajari dengan sungguh-sungguh, permainan akan memperbesar kemungkinan suksesnya proses belajar. Kedua, permainan merupakan versi sederhana dari kehidupan nyata yang kompleks dan dengan demikian melatih siswa untuk terjun ke dalamnya. Ketiga, permainan mencakup partisipasi aktif sehingga lebih efisien dibandingkan pengajaran secara pasif.

 ManfaatBermainBelajar3

Ada banyak jenis permainan yang dapat dipraktekkan di kelas, mulai dari kuis, pretend play, dongeng, sampai musik. Hedy Lim dalam artikelnya di http://edukasi.kompasiana.com/2013/02/07/belajar-sambil-bermain-532236.html menulis bahwa guru sebaiknya menemukan cara yang sesuai dengan situasi dan kondisinya. Ide dapat diperoleh melalui forum pendidikan atau melakukan survey pada siswa. Ia sendiri pernah mempraktekkannya dengan mengajak siswa bermain Tetris 3D untuk mengajak mereka mengenal jenis-jenis bangun tiga dimensi.

Bagaimana dengan Guraru yang lain? Pernahkah mempraktekkan bermain sambil belajar dan bagaimana manfaatnya? Mari berbagi cerita, foto atau video di website Guraru! :)

 

 

 

Referensi:

http://genkienglish.net/playandaffect.htm

http://edukasi.kompasiana.com/2013/02/07/belajar-sambil-bermain-532236.html

http://edukasi.kompasiana.com/2013/02/07/belajar-sambil-bermain-532236.html

 

 

797 total views, 2 views today



Harap login untuk Vote UP postingan ini.


  1. Avatar of Bu Etna @gurutematik

    Bermain dalam belajar atau belajar melalui permainan memang dapat membuat siswa gembira, rileks, sehingga antusias keingin tahuannya Insya Allah meningkat. Namun kita harus berhati-hati karena sebagian siswa yang kurang disiplin akan suka pada permainannya saja. Mereka enggan berpikir, sehingga nalarnya tidak berfungsi. Permainan harus selektif, karena harus tepat guna. Siswa sekolah lanjutan ataspun dapat diberi permainan, terutama konsep yang abstrak dan kehidupan sehari-harinya agak sulit dicontohkan. Misal dalam pembelajaran kimia yang saya lakukan, konsep ikatan kimia dengan peragaan bergandengan tangan, termasuk ikatan antqr monomer. Tatacama senyawa dadt dilakukan dengan bermain kartu, rantai atom karbon dalam senyawa karbon dengan menggunakan jari tangan. Alhamdulillah, keceriaan yang muncul dapat menggerakkan nalar mereka. Bagaimanapun, kedisiplinan tetap harus dijaga, penilaian afektif jangan dilupakan.

    Bu Etna @gurutematik Komentar pada June 12, 2013 7:40 am

You must be logged in to post a comment.

Panduan

Mari bergabung dengan Guru Era Baru! Baca panduan disini.

Panduan Bergabung

Klik Disini
Dr. Acer

Punya pertanyaan seputar komputer dan produk Acer lainnya?

Tanya Dr. Acer

Submit