Uncategorized
23

#GuruSeru Mei 2013: Rudy Hilkya, Membuat Fisika Jadi Menyenangkan (+16)

Pengelola Guraru May 23, 2013

Artikel-artikelnya di situs guraru dan opini-opininya di jejaring sosial menunjukkan bahwa di tangan Pak Rudy Hilkya, Fisika yang banyak ditakuti siswa bisa menjadi pelajaran yang menyenangkan. Pak Rudy sering mempraktekkan beragam metode pengajaran yang mampu menarik minat siswa, tak jarang juga memanfaatkan media online seperti blog, Twitter, juga Facebook. Ingin tahu lebih jauh? Berikut hasil wawancara kami dengan guru Fisika di SMAN-2 Palangkaraya ini.

Terinspirasi Guru Fisika

Kepiawaian seorang guru Fisika semasa beliau bersekolah di SMAN-3 Palangkaraya dalam mengajar dan bergaul dengan siswa membuat Pak Rudy Hilkya tertarik dan memutuskan memilih program studi Pendidikan Fisika semasa kuliah. Belajar dari kelebihan dan kekurangan sang guru, Pak Rudy memulai perjalanan mengajarnya pada tahun 1995 dengan menjadi guru privat siswa TK hingga SMA dengan berbagai suka dukanya. “Honor les telat dibayar, harus menagih, harus pandai mengatur budget,” katanya. Sempat juga ia menjadi Asisten Dosen untuk Pengenalan Laboratoriaum Dasar Fisika. Sambil mengajar privat, ia mengikuti PPL (Praktek Pengalaman Lapangan) dan kemudian menjadi guru tidak tetap di SMAN-1 dan SMAN-4 Palangkaraya, sampai akhirnya diangkat menjadi PNS Guru pada tahun 2001.

 

Dari Prakarya Sampai Teknologi

Berbagai cara dilakukan Pak Rudy demi menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan memuaskan bagi siswa, orang tua, juga institusi tempat ia mengajar. Ia banyak bercerita dan bercanda ala seorang comic atau stand-up comedian, juga mengajak siswa memadukan Fisika dengan berbagai kegiatan lain; seperti permainan semacam kuis di televisi, bermusik, menggambar, atau membuat prakarya. Pak Rudy berusaha membangun kelas yang demokratis, dan—sedikit sitir dari sila-sila Pancasila, katanya—menjunjung persatuan dan kesatuan yang dibalut dalam musyawarah demi permufakatan berselimut keadilan sosial bagi seluruh warga belajar.

Jejaring sosial dan media internet lainnya juga banyak mendukung kegiatan belajar mengajar Pak Rudy. Setelah mengajak para siswanya membuat grup “fisikarudy” di Facebook pada tahun 2008, kini Pak Rudy pun mulai berkomunikasi via akun Twitter @fisikarudy. Ia juga menggunakan blognya, http://fisikarudy.wordpress.com, sebagai tempat menuangkan berbagai pendapat dan pengetahuan.

Selain Twitter, Facebook, dan blog, Pak Rudy juga pernah menggunakan Moodle dan Classdojo, untuk memberi penilaian afektif atas perilaku siswa, juga Edmodo. Kini yang banyak digunakannya adalah geschool.net, di mana siswa dapat melakukan banyak hal: mengerjakan latihan soal, membaca e-book, berteman dengan sesama pelajar dan guru se-Indonesia, mengikuti kuis dan tryout secara online, berbagi catatan digital, juga menulis blog.

 Rudy Hilkya - Kegiatan Mengajar

 

Media Sosial dalam Pandangan Pak Rudy

Dengan memberi kesempatan pada guru dan siswa untuk berekspresi, dalam pandangan Pak Rudy, media sosial juga menumbuhkan keinginan untuk terus berkembang, meningkatkan kualitas diri, juga terus-menerus belajar dan berkarya menambah khazanah pengetahuan bagi bangsa dan negara.

Pak Rudy sendiri memanfaatkan media sosial untuk mengumumkan tugas, mengirimkan kuesioner, tautan atau materi ajar, hingga berbagi opini dan perasaan dengan siswa. Dengan adanya media sosial, penetrasi operasi belajar dan mengajar jadi semakin tidak berjarak.

“Hubungan pertemanan antara guru dan siswa membangun kecerdasan emosional masing-masing pihak. Semakin peka dan aware terhadap hal-hal yang baik dan buruk,” jelasnya. “Sekaligus saya bisa mengawasi siswa juga masyarakat agar mereka tidak terjerembab dalam perilaku yang tidak berkenan.” Guru juga jadi semakin memahami peserta didik mereka, dan siswa menjadi lebih leluasa mengemukakan pendapatnya tanpa terbatas sekat kelas dan waktu tatap muka yang terbatas. Di samping itu, orang tua dan masyarakat jadi bisa mengontrol aktivitas perilaku dan komunikasi antara guru dan siswa.

 

Media Sosial dan Sistem Pengajaran yang Kreatif

Menurut Pak Rudy, media sosial dan pengajaran yang kreatif berjalan dengan sinergis dan saling mendukung. Pengajaran kreatif memerlukan komunikasi agar pihak-pihak yang terkait dengan proses pembelajaran menjadi terbuka pikirannya dan tidak menyimpan asumsi keliru terhadap pengajaran.

Dalam hal mengajar kreatif dan media sosial, Pak Rudy berpendapat bahwa para guru umumnya masih terbelenggu dengan keterbatasan dan ketidaktahuan, juga keberanian untuk keluar dari zona nyaman dan berekspresi melalui berbagai hal terkait pendidikan. Padahal, dengan keberanian mengeksplorasi diri dan berinovasi kreatif dengan media sosial, justru pada guru yang semakin diuntungkan oleh ruang dan waktu yang tak terbatas.

Maka, Pak Rudy menyarankan pada sesama rekan pengajar untuk mulai mengubah opini dan pendapat di sekeliling dengan cara yang cerdas, efektif, dikenal luas dan gampang dikerjakan, yaitu media online. “Pengajaran kreatif semakin bermakna dan kental inovasinya jika didukung saling berbagi informasi bersama para guru di era pembaharu ini,” ujar Pak Rudy menutup wawancara.

 

mei2013-kutipan

12,482 total views, 5 views today


Harap login untuk Vote UP postingan ini.

Comments (23)

  1. Avatar of Rudy Hilkya

    Terima Kasih Pak Okky, perjalanan kita masih panjang dan masih banyak hal-hal menarik lainnya terus melanglang buana dan berbagi pengetahuan, terima kasih atas semangatnya

    Rima Yani & Andre Your my inspiration too ! Keep learn in faith guys

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!