Uncategorized
8

#GuruSeru Juni 2013: Belajar Matematika Bersama Hedy Lim (+4)

Pengelola Guraru June 18, 2013

Bu Hedy Lim tak pernah bosan mengikuti teknologi demi kebutuhan proses belajar mengajarnya. Ia memakai banyak tools digital untuk mengajar dan media sosial untuk mendukung kegiatan belajar mengajarnya. Sudah pernah membaca artikel-artikel Bu Hedy di situs Guraru? Simak artikel-artikel dari Bu Hedy di halaman profilnya. Sekarang, mari simak artikel hasil wawancaranya dengan kami! :)

Sarjana Teknik Industri ini merasa “salah tempat” ketika bekerja. Menyadari panggilannya adalah mengajar, berdasarkan pengalamannya menjadi guru les semasa SMA, ia kembali menekuni bidang pendidikan dan memulai kariernya sebagai seorang guru Matematika. Menurut Bu Hedy, ia merasa senang jika berhasil membuat rekan pelajar mengerti apa yang diajarkan.

Bersama Bu Hedy, belajar Matematika bisa menjadi ringan dan santai. Ia membiarkan siswa memilih beberapa solusi dalam menyelesaikan soal dan menggunakan alat bantu berhitung jika diperlukan. Kadang, ia juga mengajak siswa bermain sesuai dengan materi yang tengah dipelajari. Selain itu, tentunya, Bu Hedy juga menggunakan beragam tools dan media sosial.

HedyLim_kegiatan belajar mengajar

 Tiap situs dan media sosial bagi Bu Hedy memiliki fungsi masing-masing yang saling mendukung. Ia memanfaatkan situs kelas online sekolah dan pribadi, juga blog, untuk berbagi informasi. Sementara media sosial, seperti Facebook, Twitter, dan Skype, digunakannya sebagai perekat dan jembatan informasi antar situs-situs tersebut sekaligus untuk “hangout” bersama para muridnya.

Keberadaan media sosial menurutnya sangat berpengaruh pada kedekatan antara guru dan murid. “Intinya kan bukan sok gaul ikutan siswa, melainkan menjaga kontak, saling menghargai privacy, juga secara tidak langsung mengajarkan siswa untuk lebih baik dalam belajar menjadi warga dunia digital,” jelas Bu Hedy. Melalui media sosial, banyak hal yang dapat ia lakukan, mulai dari memberikan dukungan moral pada siswa sampai tanya jawab mengenai materi. Siswa, di sisi lain, dapat memilih cara belajar yang cocok dengan mereka.

“Integrasi berbagai media pengajaran dengan proses belajar-mengajar rasanya lebih penting daripada sekadar penggunaan banyak media,” kata Bu Hedy. Biasanya, setelah memasukkan materi ke web, ia menyediakan sesi tanya jawab di media sosial. Hal ini juga mengasah kecerdasan interpersonal siswa; salah satunya dengan mengamati dan mengerti maksud, motivasi, dan perasaan orang lain, juga saling membantu jika ada yang belum paham.

Terkait teknologi dan mengajar kreatif, Bu Hedy memiliki pendapat dan saran bagi rekan pengajar. “Kreatif bukan tujuan,” katanya. “Yang penting adalah pengertian siswa atas sebuah topik, dan siswa terpancing untuk berpikir lebih jauh. Jadi, jangan berlomba untuk jadi kreatif saja, tapi mari terus mencari cara menjangkau siswa dengan metode dan ‘bahasa’ yang mereka mengerti, dan metode kreatif akan ikut tumbuh dengan sendirinya.”

Bu Hedy meyakini bahwa teknologi yang lebih baru akan selalu muncul. “Selalu akan ada teknologi baru. Dulu OHP, Scantron, sekarang Prezi, Socrative. Kalau hanya untuk menggantikan fungsi alat terdahulu, lebih baik tidak usah berganti teknologi. Gantilah teknologi kalau hal tersebut bisa membuat kita dan siswa mengalami loncatan cara belajar,” katanya. Penggunaan teknologi lama pun bisa dimaksimalkan, misalnya mengubah penyajian presentasi dengan PowerPoint yang seringkali masih berupa “papan tulis cantik” karena menampilkan kalimat-kalimat panjang.

Paradigm shift itu nyata. Kadang guru perlu merenungkan, brainstorm, diskusi, dan meniatkan diri untuk berganti paradigma. Banyak refleks kita diatur oleh paradigma pendidikan kita yang tidak kita sadari,” tukas Bu Hedy.

Bagaimana menurut Guraru? :)

 

Guraru bisa menominasikan #GuruSeru bulan depan! Kirimkan nama, akun media sosial, dan nama akun Guraru ke pengelola@guraru.org. Mari turut berpartisipasi!

1,441 total views, 2 views today


Harap login untuk Vote UP postingan ini.

Comments (8)

  1. Avatar of Bu Etna @gurutematik

    Selamat Bu Hedy, salam kenal ya. Insya Allah Indonesia akan segera melejit, ketika banyak guru yang mengikuti jejak Ibu. Saya amat bangga pada Ibu,walau sudah purna tugas dari PNS namun menjadi guru dapat dilakukan seumur hidup, kapan saja dan dimana saja. Insya Allah saya dapat mendampingi ibu melayani bangsa. Salam perjuangan.

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!