Uncategorized
7

Flipped Classroom: ‘Membalik’ Model Pembelajaran Tradisional (+2)

Pengelola Guraru August 2, 2013

Flipped Classroom adalah model pembelajaran yang “membalik” metode tradisional, di mana biasanya materi diberikan di kelas dan siswa mengerjakan tugas di rumah. Konsep Flipped Classroom mencakup active learning, keterlibatan siswa, dan podcasting. Dalam flipped classroom, materi terlebih dahulu diberikan melalui video pembelajaran yang harus ditonton siswa di rumah masing-masing. Sebaliknya, sesi belajar di kelas digunakan untuk diskusi kelompok dan mengerjakan tugas. Di sini, guru berperan sebagai pembina atau pemberi saran.

Picture01

Penerapan model flipped classroom memiliki banyak keuntungan dibandingkan model pembelajaran tradisional. Tersedianya materi dalam bentuk video memberikan kebebasan pada siswa untuk menghentikan atau mengulang materi kapan saja di bagian-bagian yang kurang mereka pahami. Selain itu, pemanfaatan sesi belajar di kelas untuk proyek atau tugas kelompok mempermudah siswa untuk saling berinteraksi dan belajar satu sama lain.

Namun, meski memiliki banyak kelebihan, flipped classroom membutuhkan persiapan matang agar dapat berjalan dengan optimal. Guru tentunya harus membuat video pembelajaran yang menarik, berkualitas, serta dapat dipahami siswa tanpa tatap muka secara langsung; sementara siswa, di sisi lain, harus memiliki akses terhadap koneksi internet.

Lebih jelasnya mengenai flipped classroom dapat Guraru simak dalam video berikut.

http://www.youtube.com/watch?v=ojiebVw8O0g

 

Salah satu Guraru yang mulai menerapkan flipped learning dalam proses pembelajarannya adalah Pak Sukani. Mulai tahun ajaran baru ini, ia mengemas materi Matematika dalam digibook yang harus dipelajari siswanya di rumah. Untuk melengkapinya, #GuruSeru Juli 2013 ini membuat kelas online menggunakan Edu20. Artikel dan videonya dapat Guraru saksikan di sini! 🙂

Adakah Guraru yang juga menerapkan flipped classroom di kelas? Apa saja kelebihan dan kekurangannya dibandingkan model pembelajaran tradisional?

 

Sumber:

http://net.educause.edu/ir/library/pdf/eli7081.pdf

http://www.youtube.com/watch?v=ojiebVw8O0g

 

Gambar: http://learn-spark.blogspot.com/2012/09/flipped-classroom.html

 

22,452 total views, 1 views today


Harap login untuk Vote UP postingan ini.

Comments (7)

  1. Terimakasih pengelola guraru atas sharingnya. Benar sekali bahwa flipped classroom sangat bagus sekali untuk digunakan dalam proses pembelajaran, apalagi sekarang terkait kurikulum 2013 dimana proses pembelajaran berpusat kepada siswa (mencari tahu) dan peran siswa dalam proses pembelajaran menjadi hal yang utama maka flipped classroom menjadi salah satu model pembelajaran yang bisa dijadikan referensi (rekomendasi).

    pak Botaksakti : Mudah-mudahan masalah ketersediaan sarana bisa teratasi pak.

  2. Wah mantap, sy belum pernah lakukan itu. Meskipun sy selalj makai sarana IT kl ngajar sy masih keenakan dgn gaya tradisional. Lanjutkan 🙂
    Gmn kl sebelum pulang siswa diberi salinan berkas video untuk ditonton siswa untuk persiapan materi berikutnya? Intinya kan menyelesaikan masalah koneksi internet 🙂

  3. Terimakasih pak Urip Kalteng atas kunjungan dan komentarnya. Mari bapak kita bersama-sama melanjutkan.

    Untuk Video ini tidak terhubung internet pak. Video ini bisa diputar secara offline. Jadi tidak perlu salinan berkas video. Jika menggunakan salinan berkas video, berarti sama saja dengan membaca buku biasa.

    Keistimewaan menggunakan video pembelajaran adalah ada sound, gambar, animasi, flash dan bisa diputar berulang-ulang. Jadi kalau ada siswa yang belum paham dalam memahami suatu materi maka dapat memutar video tersebut secara berulang-ulang sampai siswa tersebut paham.

  4. Flipped Classroom bagus dan memiliki banyak manfaat bagi siswa. Dengan belajar melalui membaca atau menonton video pembelajaran terlebih dahulu, mereka bisa lebih nyambung jika sudah kembali ke kelas.
    Yang paling saya sukai adalah kemampuan metode ini dalam mengatasi kecepatan belajar tiap siswa yang berbeda-beda. Namun juga perlu diingat dengan kita mengenal metode dan gaya belajar siswa, harus mengakui bahwa ada banget siswa yang tidak mudeng dengan belajar sendiri, justru garis besarnya harus diumpan dulu misalnya oleh si guru (sudah menjadi tugas guru pula bukan?).

    Jadi intinya menurut saya, ada siswa yang sangat cocok dengan gaya flipped ini, tapi ada juga yang cocok dengan cara lain (misalnya “chalk and talk” dan “lecture style”).

    Satu contoh lagi, jika kita memberikan tugas belajar siswa duluan dengan hanya memberikan video pembelajaran generik buatan orang lain (dari youtube misalnya), kadang sentuhan ke siswa kita menjadi kurang. “Custom” kadang dibutuhkan di sini. Beberapa rekan menganggap video Salman khan bagus nih untuk siswa belajar sendiri tentang suatu topik misalnya…. Lalu? Yang terjadi si anak bingung karena cara jelasin Salman Khan berbeda dengan gurunya.

    (Semoga) hal ini menjadi pemacu untuk guru agar jangan takut (atau malas) bikin bahan sendiri. Tidak perlu semuanya menjadi flipped kok, kalau semua begitu, nanti sekolah2 bisa berubah fungsi menjadi penyelenggara ujian saja…..nanti dinas mungkin juga akan kebingungan, diknas juga, apa lagi ya nama kurikulumnya 😉

  5. Sebenarnya dahulu juga kita sudah menggunakan flipped classroom, dengan memberi umpan buku pegangan sebagai bahan bacaan untuk dipelajari dirumah sebelum kelas dimulai.. hanya saja pembelajaran dengan buku itu yang kurang interaktif dan kurang multi media…dibanding dengan sekarang…. intinya kan dgn metode ini siswa harus aktif ‘BELAJAR sebelum BELAJAR’ sehingga ketika materi hal yang gak ‘mudeng’ bisa langsung ditanyakan ke pak gurunya.. 🙂

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar