8

Yang Penting Praktikum Pak? (+5)

Tri GP : @gurukimiaasyik January 17, 2014

Salam Guraru

Ketiadaan/ketidaklengkapan sarana/prasarana Laboratorium di sekolah membuat  saya berpikir untuk tetap mengadakan praktikum kimia di sekolah. Yang penting praktikum dapat dilaksanakan di sekolah. Di sekitar kita banyak sekali bahan-bahan alami yang bisa kita buat untuk praktek di sekolah. Di artikel asam dan basa ini siswa di minta untuk mencari bahan alami seperti : kunyit, bunga kembang sepatu, bunga mawar, bunga pacar dll. Bahan-bahan alami ini dibuat ekstrak dirumah untuk digunakan praktikum dengan Judul : Indikator Asam dan Basa Alami.

 asam basa alami

Mau tahu caranya, Cekidot … :-)

Teori Asam dan Basa

Asam mempunyai rasa asam, sedangkan basa mempunyai rasa pahit. Namun begitu, tidak dianjurkan untuk mengenali asam dan basa dengan cara mencicipinya, sebab banyak diantaranya yang dapat merusak kulit (korosif) atau bahkan bersifat racun.

Asam dan basa dapat dikenali dengan menggunakan zat indikator, yaitu zat yang memberi warna berbeda dalam lingkungan asam dan lingkungan basa (zat yang warnanya dapat berubah saat berinteraksi atau bereaksi dengan senyawa asam maupun senyawa basa).
Dalam laboratorium kimia, indikator asam-basa yang biasa di gunakan adalah indikator buatan dan indikator alami. Berikut ini penjelasan tentang indikator asam-basa buatan dan indikator asam-basa alami

1.             Indikator asam basa buatan

Apakah LUMUT KERAK termasuk asam, basa atau netral?

Sebenarnya, untuk mengetahui asam atau basanya suatu zat dapat dicicipi dengan menggunakan lidah. Akan tetapi, perlu kita ingat juga bahwa tidak semua zat aman bagi tubuh kita. Masih ingatkah kalian bahwa ada bahan kimia yang bersifat racun?

Berdasarkan hal tersebut di atas, maka untuk keperluan eksperimen, para ilmuan menciptakan lakmus. Lakmus adalah sejenis zat yang di peroleh dari jenis lumut kerak/liken (Rocella tinctoria), suatu simbiosis jamur dan alga. Lakmus yang banyak digunakan dalam laboratorium-laboratorium kimia sekarang ini tersedia dalam bentuk kertas. Sebagai indikator asam-basa, lakmus memiliki beberapa kelebihan antara lain adalah sebagai berikut:

  • Lakmus dapat berubah warnanya dengan cepat saat bereaksi dengan asam maupun basa. Warna yang terjadi pada lakmus dapat terlihat jelas. Lakmus akan berwarna merah dalam larutan asam dan akan berwarna biru dalam larutan basa.
  • Lakmus sukar bereaksi dengan oksigen dalam udara bebas, sehingga dapat bertahan lama.
  • Lakmus mudah di serap oleh kertas, sehingga di gunakan dalam bentuk kertas lakmus (agar zat lebih mudah meresap)

Kertas lakmus jenisnya ada dua, yaitu kertas lakmus merah & kertas lakmus biru.

Semua zat tergolong asam apabila :

  • lakmus biru berubah menjadi merah, atau
  • lakmus merah tidak berubah warna

Semua zat tergolong basa apabila :

  • lakmus merah menjadi biru, atau
  • lakmus biru tidak berubah warna

Indikator Asam Basa

Nama Indikator Dalam Basa Dalam Asam
Lakmus
Metil merah
Fenolftalen
Brom timol biru
biru
kuning
merah
biru
merah
merah
tak berwarna
kuning

Selain lakmus, dalam laboratorium kimia juga masih banyak lagi indikator asam-basa buatan antara lain fenolftalen, metil merah dan brom timol biru. Fenolftalen dalam larutan asam tetap (tak berubah warnanya), sedangkan dalam larutan basa berubah menjadi warna merah. Metil merah dalam larutan asam berwarna merah sedangkan dalam larutan basa berwarna kuning.

Indikator asam basa buatan: indikator yang dibuat di laboratorium, indikator buatan ada yang berbentuk cair dan kertas.

Perubahan Warna dan rentang pHindikator buatan dalam larutan Asam dan Basa

Indikator Wujud Asam Basa Rentang pH
Lakmus Kertas Merah Biru 5,5 – 8,0
Metil jingga Cair Merah Kuning 3,1 – 4,4
Metil merah Cair Merah Kuning 4,4 – 6,2
Bromtimol biru Cair Kuning Biru 6,0 – 7,6
Fenolftalein Cair Tidak berwarna Merah 8,3 – 10,0

Baik indikator buatan maupun alami digunakan untuk mengindikasi (mengetahui) ada tidaknya asam atau basa dalam sampel.

2.             Indikator Asam Basa Alami

Indikator alam merupakan bahan-bahan alam yang dapat berubah warnanya dalam larutan asam, basa, dan netral. Indikator alam yang biasanya dilakukan dalam pengujian asam basa adalah tumbuhan yang berwarna mencolok, berupa bunga-bungaan, umbi-umbian, kulit buah, dan dedaunan. Perubahan warna indikator bergantung pada warna jenis tanamannya, misalnya kembang sepatu merah di dalam larutan asam akan berwarna merah dan di dalam larutan basa akan berwarna hijau, kol ungu di dalam larutan asam akan berwarna merah keunguan dan di dalam larutan basa akan berwarna hijau.

Indikator asam basa alami: indikator yang berasal dair bahan-bahan alami, cara memperolehnya dengan mengekstrak

Perubahan Warna dari Ekstrak Tanaman dalam Larutan Asam dan Basa

Ekstrak tanaman Warna asli Perubahan warna dlm larutan asam Perubahan warna dlm larutan basa
Kubis merah Ungu/merah lembayung Merah muda Hijau
Bunga sepatu Merah tua Merah Kuning
Bunga mawar Merah muda Merah muda Hijau
Bayam merah Merah Merah muda Kuning
Geranium Merah Jingga tua/orange Kuning
Kunyit Jingga tua/orange Kuning Merah
Bunga pacar Jingga tua/orange Merah kuning

Membuat Indikator Asam-Basa Alami

Indikator asam-basa yang baik adalah zat warna yang memberi warna berbeda dalam larutan asam dan larutan basa. Bagimanakah cara membuat indikator alami? Di bawah ini, beberapa cara pembuatan indikator alami dengan menggunakan bunga sepatu, bunga hidrangea, kol merah, kunyit, dan bayam merah.

1.   Cara pembuatan indikator alami dari bunga sepatu

  • Pilihlah beberapa helai mahkota bunga berwarna merah dari bunga sepatu.
  • Gerus dalam lumpang dengan sedikit air.
  • Saring ekstrak mahkota bunga merah tersebut.

2.  Cara pembuatan indikator alami dari bunga Hidrangea

  • Pilihlah beberapa helai mahkota bunga Hidrangea
  • Gerus dalam lumpang dengan sedikit air.
  • Saring ekstrak mahkota bunga Hidrangea tersebut.

3.  Cara pembuatan indikator alami dari kol merah

  • Haluskan sejumlah kol merah yang masih segar
  • Rebus selama 10 menit
  • Biarkan air kol merah menjadi dingin
  • Saring dalam toples besar

4.  Cara pembuatan indikator alami dari kunyit

  • Parut kunyit yang telah dibersihkan
  • Saring ekstrak kunyit dengan alkohol menggunakan kain ke dalam mangkok kecil

5.  Cara pembuatan indikator alami dari bayam merah

  • Bayam merah diiris kecil-kecil, rendam dalam air suling yang sudah dipanaskan,
  • Di tunggu sampai air berwarna ungu.
  • Saring dan diamkan dalam suhu ruang sampai dingin.
  • Indikator dapat disimpan dalam lemari es jika tidak digunakan.

Contoh LKS dapat di download di SINI   atau di dropbox SINI

Contoh Hasil Praktikum Siswa dapat di download di SINI

Semoga Bermanfaat

Aamiin

Salam Blogger : Kimia SMK ASYIK

7,135 total views, 2 views today


Harap login untuk Vote UP postingan ini.

About Author

Tri GP : @gurukimiaasyik

BANGKINANG, RIAU, Indonesia. Saya Tri GP lahir pada tanggal 18 Agustus 1974 di Pematang Siantar, Medan. Seorang guru biasa yang memiliki motivasi untuk berbagi dengan sesama, mendekatkan diri kepada ALLAH SWT, dan berbakti kepada orang tua. Passionnya adalah menulis, berkarya dan mengembangkan IT untuk Pembelajaran. Saya adalah guru kimia dan komputer, Trainer, Motivator, dan Narasumber/Instruktur terkait pemanfaatan IT untuk pembelajaran. Saya sangat giat mendorong Guru-guru agar Belajar IT dan aktif sharing/berbagi seputar pendidikan baik di website: guraru.org, kompasiana.com, web & blog pribadi: trigpss.com ; maupun media sosial. HP: 085271629875 e-mail: [email protected] PENDIDIKAN : SD NO. 104248 LUBUK PAKAM ; SMP NEGERI 1 LUBUK PAKAM ; SMA NEGERI 1 LUBUK PAKAM ; S1 IKIP MEDAN ; S2 UPI BANDUNG

View all posts by Tri GP : @gurukimiaasyik →

Comments (8)

  1. Kereeen apanya Pak Subakri….. Biasa aja kaleeee
    Hal ini terjadi karena sarana/prasanara di sekolah kurang memadai.. Hehehe
    Semoga Guru-Guru Sains selalu berpikir kita bisa praktikum dengan benda/zat-zat disekitar kehidupan kita.
    Ayo Maju Terus Pendidikan Indonesia
    🙂

  2. Saya copas untuk guru IPA di sekolah saya… juga untuk anak saya, Tks Pak Tri Goesema Putra
    Mau tanya? kalau Cabe, bawang, garam jadi sambel itu dulu siapa penemunya ya? dulu kan alat uji coba lab belum ada dan orang dulu testernya bagaimana pakai apa dan diapakan he he he

  3. Bagus pak, kehidupan sehari-hari harus dapat dinalar oleh siswa, sehingga siswa dapat memahami apapun yang ada di sekitarnya. Harus berhati-hati ketika membawa siswa dari kongkrit ke abstrak, kalau terjadi loncatan, tak sambung, maka praktik tak bermanfaat dan konsep abstrak hanya dihafal. Selamat dan salam sukses.

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar