0

Yang diabaikan yang kreatif (+2)

Ninik Febriani May 18, 2013
Hampir melewati 1000 hari bersama , memutar memory lalu saat awal bertemu dan bertatap muka di kelas 7.6. Ingat sekali bagaimana awal perkenalan pertama dimulai . Memperkenalkan diri , mulai belajar memahami satu dengan yang lain . Dengan berbagai karakter yang berkumpul dalam satu kelas . Ada si tukang tidur walau diakhir tak bersama lagi tapi cukup memberi kesan akan kehadirannya saat bersama . Ada si ceria dengan tawa renyahnya dan kehadirannya yang selalu dinanti . Ada si kalem , ada yang gendut , ada yang selalu bersemangat kala diskusi . Tak lupa ada pula yang mendapat predikat mengkhawatirkan karena perilakunya yang sering ber’ulah ‘ menjajal melanggar aturan sekolah . Nano-nano rame rasanya.
Masa di kelas 7 berhasil dilalui , memasuki kelas 8.7 dengan karakter yang kembali berubah . Terdengar sedikit suara sumbang tentang kepasifan penghuninya . Tapi tidak menurutku . Kelas ini berbeda dan memang berbeda , tak perlu memaksa untuk menjadi sama dengan yang lainnya. Justru menarik karena berbedanya itu . Agak menyakitkan ketika harus mengenang tak semuanya bisa kembali bersama di kelas 9 .
Dalam suasana baru bertemu dengan kawan baru dari kelas yang lain . Walau tak begitu setuju dengan alasan pejabat berwenang memindahkan dan mengumpulkan dalam kelas 9.3 karena dulunya bermasalah . Pernah terucap dari salah satu siswa yang menurut pengamatan bukan si ‘troublemaker’ ” benerkah saya tidak dikelas yang dulu karena saya nakal bu ?” Oh tidak anakku , kamu sedang dilatih untuk beradaptasi dalam lingkungan baru . Dan ternyata 6 bulan bersama acungan 2 jempol serta applaus yang meriah . Juga piala penghargaan untuk kerja keras . Kerjasama team yang baik dalam pementasan drama yang menakjubkan . Yang baru dan yang lama mampu bersinergi . Yang baru dan yang lama menampilkan kolaborasi pentas yang apik dan kompak .
Bagiku tak ada lagi si A dari kelas mana , yang ada 9.3 yang hebat , 9.3 yang inspiratif , 9.3 yang kompak dan kreatif . Juga 9.3 yang banyak memberi warna dalam kehidupanku .
Dan cukup membuat tercengang adalah ketika mendapat apresiasi acungan 2 jempol lagi dari pramu bakti di sekolah , ” hebat ya bu kerjaan anak-anak itu ” sambil bercerita sudah melihat majalah kelas edisi perdana kelas 9.3.
Makasih anak-anakku , tetap berkarya , tetap menjadi pribadi yang bermanfaat . Tak pernah ada kata menyesal pernah mengenal kalian . Karena kalian adalah calon -calon orang hebat pada saatnya nanti . Selamat dan terus berjuang , doa tulusku akan selalu menyertai langkah kalian .

831 total views, 1 views today


Harap login untuk Vote UP postingan ini.

No comments yet

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar