2

Wasapada Gerakan Kaum Sodom Mengintai Anak Kita ! (0)

handri zakki pratama June 29, 2015

Apa yang harus dilakukan?

gerakan setan

Darah remaja selalu bergolak, selalu ingin menjadi yang terperhatikan, seolah-olah mereka pusat perhatian, semua mata harus tertuju padanya, melihat apa yang dikenakannya, mendengar apa yang jadi maunya, dan mengikuti jalan pikirannya yang tak jarang masuk akal. Remaja pula yang buat trend, haus akan sensasi, haus akan pujian, dan yang lebih berbahaya haus untuk berlomba-lomba mengikuti trend atau membuat trend baru sesuka hati mereka.

Tak usah berkecil hati, saya hanya buat tulisan untuk sekelompok kecil remaja saja yang punya perilaku seperti yang telah disebutkan diatas. Ini tak akan merubah sedikitpun reputasi kelompok besar dunia remaja yang penuh prestasi.

Potret tulisan ini adalah bentuk kekhawatiran saya akan kondisi psikis remaja pada kelompok homo erectrus (evolusi belum sempurna) ini. Cara berpikir mereka begitu simpel. Meniru trend tanpa mendalami apa untung dan ruginya ketika trend tersebut mereka ikuti! Ya, memang bagi para pengeruk kepentingan dunia remaja ini adalah omset yang tak terbatas nilainya.

*Ambil contoh kasus*

Lewat media sosial saya tahu di Amerika sana sekarang sedang ada trend (katanya) penyetaraan isu perkawinan, ya biar setara (katanya) laki-laki berhak kawin dengan laki-laki juga, begitupun wanita berhak kawin dengan wanita juga. Saya enggan membahas trend konyol  dari negara yang juga sama konyolnya. Logika dan nurani saya jelas menolak perkawinan sesama jenis!

Nah, lucunya saya kedapatan beberapa postingan di beranda medsos tentang trend konyol ini. “#EqualityForward #HappyPrideMonth #50states” begitu kata postingannya sambil update foto profil yang diberi efek warna persis rainbow cake, di foto tersebut juga diselipkan foto kecil (inzet) yang gambarnya jari lambang peace yang juga berlatar warna mirip rainbow cake, jelas saya memperhatikan siapa remaja yang punya postingan ini.

Saya tak habis pikir, trend layaknya kaum sodom dari negeri orang bisa dengan mudah di copy paste oleh remaja kita. Apa mereka “pelaku” dari gerakan trend tersebut juga? dan berencana membuat trend yang sama di Indonesia?

Saya takut (lebih dari khawatir). Tugas kita bersama untuk mencerahkan jalan pikiran mereka. Bagi saya yang bergelut di dunia pendidikan, hal ini akan dijadikan PR untuk mengawasi perilaku para peserta didik disekolah. Mungkin setelah ini saya akan membuka obrolan serius dengan Guru Konseling di sekolah.

Saya juga berharap agar pengawasan ketat bagi para orang tua mengenai akses informasi yang ditelusuri oleh anak kita. Jangan sampai mereka mengelabui kita hanya untuk sebuah trend yang kelak akan merugikan dirinya sendiri.

Apa yang harus kita lakukan?

Saya harap bisa berbagi informasi lebih lagi.

Sahabat bisa temukan saya di f: Handri Zakki Pratama | t: @handrizakk | B: handrizakk.blogspot.com

1,115 total views, 1 views today

Tagged with: ,

Harap login untuk Vote UP postingan ini.

Comments (2)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!