1

Untuk siswa-siswi ku (+2)

Ninik Febriani May 11, 2013

Terbayang kembali masa-masa bersama,saat dimana aku belum mengenal mereka dan mereka juga belum tahu aku.Aku tak tahu apa keinginan mereka mereka juga tak tahu apa mau ku.

Dengan berbagai keunikan dan karakteristik yang melekat pada diri mereka , aku ingat bagaimana pertama kali bertemu mereka,aku harus berpikir keras agar mereka tertarik padaku.Aku memulai pertemuan pertama dengan bercerita tentang suatu novel yang pernah kubaca dan memberiku inspirasi(terima kasih untuk Anderea Hirata dengan karyanya Laskar Pelangi).
Aku memancing inspirasi mereka untuk berani mengungkapkan siapa mereka ,dan aku lihat tatapan mata mereka yang berbinar-binar selesai aku bercerita dan membagikan batu permata.
Ada senyum,ada tawa,ada celetukan lucu,ada tatapan berbinar,ada kerutan kening,ada uap-an mengantuk dan bosan.Semua ada dan terlintas kembali seperti tayangan film.

Aku pernah dibuat panik saat menerima laporan tentang kenakalan mereka,pertengkaran mereka dengan sesama temannya atau informasi dari sesama rekan kerjaku tentang perilaku mereka di kelas saat KBM berlangsung.
Dan aku juga pernah dibuat bangga dengan kerjakeras dan semangat mereka untuk mencari dana dengan ngamen agar acara Reuni Akbar dapat terlaksana….Luar biasa
Tapi aku juga pernah menangis dan terharu saaat salah satu dari mereka datang padaku dan mengungkapkan ketidakmampuannya membeli tempat sampah guna memenuhi ambisi pimpinan.Atau dilain kesempatan,saat KBM telah selesai aku bersama dengan mereka melaksanakan sholat dzuhur berjamaah.Mungkin terlihat sepele hanya sholat berjamaah saja kok? Tapi tidak untukku…itu luar biasa Subhanallah karena Allah telah membuka hati mereka untuk melaksanakan perintahNYA ,Sebelumnya di pagi hari saat upacara bendera walikelas yang juga guru agama Islam bertindak sebagai pembina upacara menyampaikan amanat tentang kewajiban sholat bagi muslim yang telah baligh entah karena teringat dengan amanat saat upacara ,yang pasti selesai KBM pelajaran ku usai dan saat aku ingin melaksanakan sholat dzuhur mereka beramai-ramai juga dan bergegas mengambil air wudhu dan kamipun melaksanakan sholat berjamaah di imamin salah seorang dari mereka yang aku tidak pernah membayangkan ia memiliki keberanian untuk menjadi imam.

Sekarang mereka telah menyelesaikan segala hal yang berkaitan dengan pendidikannya di jenjang menengah.Dan mereka harus kembali berjuang untuk meraih mimpi agar bisa mewujudkan cita-cita mereka .

Aku akan selalu mengenang mereka karena telah memberiku warna dalam kehidupanku…
mereka telah mengajariku tentang menjadi dewasa,menjadi bijaksana dan menjadi teladan.

Terimakasih anak didikku …doaku menyertai kesuksesan kalian…AMIN

956 total views, 1 views today


Harap login untuk Vote UP postingan ini.

Comments (1)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar