5

Tulisanku Bagus Sekali (0)

Subhan August 23, 2012

Pada artikel guraru ini minim sekali tanggapan/kritik/saran dari sesama penulis /pembaca artikel terhadap artikel yang tampil di blog guraru ini padahal tulisan yang tampil menurut saya sangat bagus dan perlu, saya berharap artikel/tulisan yang ditulis sungguh-sungguh oleh penulisnya tersebut dan diupload cape-cape butuh apresiasi dari semua yang pernah menulis atau pembaca setia di guraru ini dan saya lebih suka membaca komentar-komentar pembaca sebab dari komentarnya tersebut saya dapat penguatan dan menangkap persepsi pembaca dari sudut pandang yang beda tentang isi tulisan, namun sayangnya singkat-singkat saja sehingga sulit menangkap makna tersirat dari komentarnya.


Penulis artikel di guraru ini umumnya hanya suka menulis dan enggan memberikan komentar, saran atau tanggapan, minimal apresiasi karya tulis orang lain tersebut bahkan membaca tulisan orang lainpun tidak kali ya? , semua merasa: “Tulisanku bagus sekali”. mungkin hanya tulisan sendirilah yang terus bolak-balik di lihat-lihat… berapa orang yang sudah membaca dan siapa saja yang sudah memberi komentar dan apa komentarnya?, bagus gak komentarnya?, bahaya gak komentarnya? …he he he gak kali ya?


Semuanya hanya ingin menulis dan enggan serta ngeri memberikan tanggapan, saran tentang senang tidak senang, kagum dan biasa saja karena mungkin menjaga perasaan penulis lain dan menjaga image masing-masing.

Kalau begini terus semua sepakat dengan pendapat Dale Carnegie: “ Pada dasarnya manusia itu merasa dirinya paling penting dari siapapun”. Tulisan menjadi lebih bermakna jika orang lain tergugah dan mau memberi ungkapan akibat.

Kritik tulisan adalah upaya memahami dan menikmati tulisan. Bagaimana kesan anda tentang tulisan kisah Si tukang kayu? karya Pak Sukasmo


Dalam dunia seni rupa kritik seni itu sangat penting, meskipun banyak orang salah mengerti tentang makna kritik yang biasanya dianggap kurang terpuji, namun kenyataannya orang membutuhkan prinsip dasar untuk memperkuat dan memperkukuh penilaian sehingga sampai pada kesimpulan nilai baik, lebih baik dan yang terbaik.


Tujuan kritik seni rupa adalah aktivitas pengkajian yang serius terhadap karya seni, evaluasi seni, apresiasi seni, dan pengembangan seni ke taraf yang lebih kreatif dan inovatif. Bagi kritikus seni berfungsi sebagai memperluas wawasan sedangkan bagi senimannya kritik itu untuk “cambuk” kreativitas dan bagi masyarakat untuk meluaskan wawasan.


Memang tidak semua orang dapat melakukan kritik seni, perlu ada persyaratan atau bekal perlengkapan agar kritiknya berbeda dengan penilaian orang kebanyakan dan cukup meyakinkan pembaca. Diantara syaratnya adalah: perlu ada studi formal di lembaga pendidikan minimal tentang sejarah seni rupa, sejarah kesenian, dan sejarah kebudayaan. kritikus harus berpengalaman mengamati dan menghayati seni, baik di studio seni, museum dll. Sebab mustahil orang dapat mengkritisi seni padahal belum pernah menyaksikan/mengamati karya seni, selanjutnya mengetahui serta memahami benar faktor teknik sebuah karya, proses pembuatan karya, dll.


Cem Cornellius Bangun mengatakan dalam perkuliahan Kritik seni di UNJ, Kritik seni terdiri dari beberapa tipe diantaranya sebagai berikut:
a. Kritik Jurnalistik
Mengutamakan aspek pemberitaan dan informasi saja, untuk para pembaca surat kabar dan majalah, misalnya ulasan tentang pembahasan pameran lukisan secara panjang lebar tetapi tidak bertele-tele dan berbelit-belit agar tidak menyita kolom pemberitaan, padahal karya seninya sendiri kurang diuraikan. Yang penting memuaskan rasa ingin tahu para pembaca dan menyenangkan perasaan mereka. Seniman biasanya suka dengan tipe kritik ini karena menguntungkan, karena bisa mengatakan apa saja yang terbaik tentang karyanya sendiri.


b. Kritik ilmiah
Melakukan penilaian karya seni rupa secara luas, mendalam dan sistematis dan umumnya menggunakan metodologi ilmiah dan umumnya dilakukan oleh para akademis. Seniman biasanya kurang suka dengan tipe kritik ini, jika hasilnya baik maka populerlah nama seniman tersebut, dan jika buruk maka turunlah nama baik seniman meskipun namanya sudah populer.

c. Kritik Populer
Langsung atau tidak langsung dilakukan oleh sebagian besar masyarakat yang tidak menuntut keahlian kritis, artinya masyarakat terus memberikan penilain/kritik tanpa mempertimbangkan apakah penilaiannya itu tepat atau tidak

d. Kritik pedagogik
Biasanya diterapkan dalam kegiatan proses belajar mengajar di lembaga pendidikan, guru seni budaya harus menggunakan tipe kritik pedagogis ini di kelas jangan menggunakan yang ilmiah karena ilmiah dapat membunuh kreativitas siswa, tujuannya mengembangkan bakat dan potensi artistik-estetik peserta didik sehingga mereka mengenali bakat dan potensi pribadinya masing-masing.


Lihatlah tulisan-tulisan terdahulu dan terkini di guraru, semuanya kering komentar, padahal komentar itulah yang ditunggu penulis, Berilah penghargaan karena pada dasarnya semua orang itu butuh penghargaan tapi bukan gila penghargaan maksudnya saling memberi penghargaan, anak kecil saja yang main dan terjatuh dia akan terus menangis yang kuat dan akan berhenti menangis dan mengerang dari sakitnya ketika ibunya memperhatikannya.


Anak SMP senang sekali dan mengharapkan sekali di tanya semua temannya, ditanya gurunya: “Mengapa tanganmu di perban”?, “mengapa pipimu ditutupi salonpas”?, “Jatuh dimana kamu?, bagaimana ceritanya?”


Nah untuk komentar tulisan di guraru saya tidak mengarahkan pembaca menggunakan tipe yang mana, karena itu untuk dunia seni rupa, namun cobalah mengkritisi tulisan orang dengan cara masing-masing dan usahakan penuhi kotak komentar yang tersedia, agar membantu pemahaman isi tulisan dari sudut pandang orang lain, pasti ada saja kata atau pendapat yang bermakna dan dalam.


Berdasarkan uraian di atas, saya berharap semoga tulisan di guraru ini agar tambah kualitas, rame dan seru… mari kita baca karya tulis orang lain dengan sungguh-sungguh dan berilah rating serta tanggapan untuk penguatan cara pandang berbeda, sebab banyak sekali manfaat dan ilmu yang saya dapat dari artikel guraru ini. Terima kasih kepada semua penulis, terima kasih ilmunya. Mohon maaf lahir dan batin.

1,170 total views, 2 views today


Harap login untuk Vote UP postingan ini.

Comments (5)

  1. Saya hanya menuliskan apa yang saya rasakan pak ovik, mungkin bagi orang lain…lain lagi semua punya alasan masing-masing dan masing-masing berjamah tunduk dan patuh pada teori minimalis kata dan rasa

  2. ini teguran buat saya juga pak, soalnya saya juga sering menulis, tetapi saya kurang memberikan masukan dan saran ataupun kritik. saya akan perbaiki dan lebih aktif memberikan masukan-masukan yang sama-sama membangun. Mari kita sama-sama maju pak.

  3. Pelukis adalah seniman aktif dan kritikus adalah seniman pasif, manakah yang lebih baik? Ternyata bukan dari predikatnya sebagai apa melainkan bagaimana karyanya mendatangkan manfaat bagi masyarakat, pak Josafat pantas menyandang kedua-duanya

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar