0

Tren Sistem Belajar Mengajar di Tahun 2017 (0)

Pengelola Guraru January 24, 2017

Papan tulis, spidol, kapur, buku hingga pulpen mungkin bukan lagi menjadi alat pendukung utama yang dibutuhkan Guraru untuk proses mengajar di sekolah. Sejumlah data yang berhasil dihimpun menunjukkan bahwa inovasi teknologi yang semakin berkembang akan ‘masuk’ ke dunia pendidikan dan memberikan pengalaman baru untuk proses belajar mengajar di sekolah.

Ya, di era digital ini, pendidikan berbasis teknologi memang harus sudah mulai diterapkan. Teknologi dapat digunakan untuk menunjang pendidikan serta meningkatkan efektivitas belajar siswa. Lebih dari itu, penggunaan teknologi dalam pendidikan dapat membuat siswa lebih nyaman dan tidak membuat jenuh.

Guna membantu Guraru untuk menawarkan pengalaman baru dalam proses belajar mengajar, ada 4 prediksi tren teknologi di lingkungan pendidikan di tahun 2017 yang bisa Anda coba. Apa saja tren tersebut? Ini dia penjelasannya!

  1. Virtual Reality (VR)

Di tahun 2017, para siswa bukan lagi membuka buku teks dan mencoba untuk memvisualisasikan dunia firaun Mesir kuno Tutankhamun. Dengan virtual reality (VR), siswa bisa menelusuri dunia virtual secara interaktif, seakan-akan sedang berada langsung di Mesir, berjalan di atas gurun, hingga mengunjungi makam para raja.

Kedengarannya terlalu mengada-ada, Guraru? Bahan mengajar yang bersifat digital, seperti VR, memang dapat membantu siswa memahami suatu objek tanpa harus membeli dan memegangnya secara langsung. Makanya, VR atau dunia maya tiga dimensi kelak akan menjadi salah satu teknologi yang dapat digunakan sebagai perantara untuk mempermudah dalam menyampaikan materi, sekaligus media pembelajaran yang meningkatkan efektivitas belajar siswa.

vr

  1. Mobile Learning

Seiring meningkatnya popularitas perangkat mobile, proses belajar mengajar tak melulu terbatas di dalam kelas dan mencatat tulisan Guraru di papan tulis. Penggunaan gadget, seperti tablet, smartphone maupun laptop, juga bermanfaat dalam metode pembelajaran mobile learning (pembelajaran online) yang efektif.

Karakteristik gadget tidak hanya menghilangkan hambatan jarak dan biaya, tetapi juga memberikan kolaborasi dan interaksi antara siswa dan Guraru. Sebagai contoh, siswa pemalu bisa lebih terbuka untuk berkomunikasi. Selain itu, para siswa dapat mengakses bahan belajar di mana saja dan kapan saja secara berulang-ulang.

mobilearning

  1. Gamification

Main game sering kali dianggap kegiatan yang buang-buang waktu. Namun, sadarkah Guraru bahwa menggabungkan game dengan belajar akan memberikan hasil yang positif bagi siswa? Ya, ternyata tren teknologi seperti ini dapat merangsang kemampuan belajar para siswa, lho.

Contohnya adalah website pembelajaran bahasa asing, Duolingo. Para siswa bisa bebas memilih bahasa apa yang ingin dipelajari, lalu mengikuti berbagai tes, mulai dari tes dasar, frasa, nama hewan, nama benda, kata jamak, konjungsi, dan sebagainya untuk meningkatkan kemampuannya. Dengan format yang mirip seperti game, Duolingo menicptakan suasana belajar lebih menyenangkan.

  1. Predictive Analytics

Predictive analytics atau analisis prediktif merupakan bagian dari strategi untuk memprediksi apa yang akan terjadi selanjutnya. Teknologi ini memungkinkan Guraru ‘meraba’ apa yang dibutuhkan setiap siswa.

Sebagai contoh, setiap anak memiliki permasalahan belajar yang berbeda-beda. Menggunakan data personal siswa, seperti hasil ujian dan tugas harian, data yang dikumpulkan bisa menjadi ‘peringatan dini’ untuk ditindaklanjuti pendidik ataupun orang tua mengenai hal-hal apa saja yang perlu ditingkatkan, pembelajaran seperti apa yang cocok untuk setiap siswa, apa yang sudah berhasil, dan sebagainya.

predaictive

Semoga sejumlah tren teknologi di atas bisa bermanfaat dan dapat diterapkan di dunia pendidikan Indonesia. Selamat mencoba, Guraru!

5,090 total views, 1 views today


Harap login untuk Vote UP postingan ini.

No comments yet

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!