4

“Tips Meningkatkan Inovasi Mengajar Berbasis IT & Mobile Learning “ (+4)

Rakhmat Chandra Ramdani May 30, 2017

Assalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarakatuh

Salam Sejahtera untuk kita semua, semoga dilancarkan urusan kita semua hari ini. Sebagai bentuk partisipasi pada lomba yang diadakan Guraru & ACER saya mencoba menuliskan artikel ini. Pada penulisan artikel ini berjudul :

Tips Meningkatkan Inovasi Mengajar Berbasis IT & Mobile Learning “, dalam ini artikel ini berisi tentang pemanfaatan IT untuk meningkatkan guru dalam mengelola kegiatan pembelajaran,meningkatkan mutu pembelajaran yang menarik menggunakan aplikasi Course Lab,Langkah Menggunakan Schoology untuk membuat soal online dalam kegiatan belajar mengajar yang saya lakukan saat mengajar, serta ide tentang apa tujuan meningkatkan inovasi dalam pembelajaran, bagaimana cara mengembangkan inovasi dalam pembelajaran, bagian yang harus diperhatikan untuk meningkatkan inovasi, siapa saja sasaran inovasi pembelajaran, menggunakan berbagai inovasi pembelajaran, peranan guru dalam mengembangkan kurikulum sebagai pedoman pembelajaran yang ke semuanya berbasis IT. Berikut artikel yang saya buat,selamat membaca.

 

Tips Meningkatkan Inovasi Mengajar Berbasis IT & Mobile Learning “

Teori belajar bermunculan dimulai ketika para ahli memelajari perkembangan manusia, perkembangan fisik, tingkah laku, dan pikiran. Dengan mempelajari perkembangan fisik, dan mental manusia sampai pada memelajari bagaimana seseorang belajar untuk memeroleh pengetahuan, muncul pandangan-pandangan filosofis, dan spekulatif tergolong juga sebagai teori belajar. Beberapa teori belajar yang berlandaskan pada pandangan filosofis dan spekulatif yaitu, pandangan preformasionisme, yang menyatakan bahwa anak-anak adalah miniatur orang dewasa kemudian, pandangan John Locke berpendapat, bahwa anak-anak seperti wadah kosong (kertas kosong) yang siap diisi ajaran-ajaran oleh orang dewasa, dan pandangan developmentalis karya Jean Jacques Rousseau menyatakan, bahwa anak – anak bukan wadah kosong melainkan sudah memiliki mode perasaan dan pemikirannya sendiri. Sebaliknya, teori belajar yang didasarkan pada percobaan, meliputi teori belajar perilaku atau behavioristik, teori belajar sosial, dan teori belajar kognitif atau Gestalt-field (Crain, 2007). Kajian teori selanjutnya menekankan pada teori belajar perilaku, sosial, dan kognitif.

 

 

Pembelajaran merupakan interaksi antara guru dengan seorang murid pada saat dikelas yang membutuhkan proses,waktu,sarana,dan komponen yang terkait. Secara lengkap pengertian pembelajaran adalah “suatu proses yang dilakukan oleh individu untuk memperoleh suatu perubahan perilaku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil dari pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya” (Sukartini, 2007:137). Untuk melakukan pembelajaran hendaklah guru sebagai motivator dan fasilitator mampu mengemas cara mengajar dengan baik dan menarik.

IMG-20151130-WA0019

Gambar 1.

Kegiatan Belajar Mengajar Berbasis MOBILE LEARNING

Agar tujuan pembelajaran itu lebih menarik seorang guru kini tidaklah harus berpatokan pada satu metode cara mengajar. Upaya guru untuk membuat pembelajaran lebih bervariasi dan menarik maka dibutuhkan peningkatan dalam mengembangkan inovasi dalam pembelajaran.P_20170314_101652

Gambar 2.

Kegiatan Ujian Keahlian Kompetensi / UKK Berbasis Online Kelas XII RPL SMK Bakti Idhata

 

Sosialisasi tentang inovasi  pembelajaran dengan partisipan atau subjek sasaran para guru gencar dilaksanakan. Bahkan, dalam diklat sertifikasi guru, sebagai tindak lanjut penanganan  para peserta sertifikasi yang tidak  lolos lewat jalur portofolio, inovasi pembelajaran merupakan salah satu mata diklat. Maka dari itu setiap guru dianjurkan mampu meningkatkan inovasi dalam pembelajaran. Nicocolo Machiavelli mengatakan: “ Tiada pekerjaan yang lebih susah merencanakannya, lebih meragukan akan keberhasilannya, lebih berbahaya dalam mengelolanya, daripada menciptakan suatu pembaharuan” (The Prince (1513) Rogers, 1983). Pernyataan Machiavelli tersebut menunjukan berat tugas inovator dan betapa sukarnya menyebarkan inovasi. Selain itu Menurut Roger  inovasi adalah  suatu gagasan, objek benda atau kegiatan yang dianggap baru. Selain itu Stephen Robbins pernah mengatakan : ‘inovasi sebagai suatu gagasan baru yang diterapkan untuk memprakarsai atau memperbaiki suatu produk atau proses dan jasa’(Stephen Robbins, 1994).

Exif_JPEG_420

Gambar 3.

Presentasi Tugas Kelompok Sebagai Bagian Dari Kegiatan Belajar Mengajar Menggunakan Kurikulum 2013 Kelas X MM 2

Exif_JPEG_420

Gambar 4.

Presentasi & Tanya Jawab Antara Guru,Kelompok Penanya & Kelompok Yang Mempresentasikan Tugas Diskusi Kelompok Kelas X MM 2

 

Pembelajaran yang inovatif diharapkan mampu membuat siswa yang mempunyai kapasitas berpikir kritis dan terampil dalam memecahkan masalah. Selain itu guru juga diharapkan mampu mengembangkan inovasi dan kemampuannya dalam mendidik dan mengajar dengan memanfaatkan kemajuan teknologi salah satunya dengan meningkatkan kemampuannya dengan banyak mengevaluasi hasil kinerjanya, banyak membaca dan belajar,dengan mengajar jadi lebih banyak belajar atau ‘Mengajar sambil mengajar (learning by doing)’ serta memanfaatkan IT sebagai alat dan media dalam memvisualisasikan, mengembangkan bahan ajar,mencari informasi yang terkait dengan pembelajaran serta menyampaikan materi kepada peserta didik menggunakan kemajuan teknologi dibidang IT.Dengan berdasarkan alasan itu saya mencoba menulis pengalaman dalam pembelajaran menggunakan prinsip learning by doing dan menggunakan IT sebagai alat dan media dalam pembelajaran.

f

Gambar 5.

Penggunaan Laptop Sebagai Media Belajar Kelas XII TKJ

 

Salah satu alat dan media  yang saat ini layak menjadi dasar sebagai alat dan komunikasi dalam pembelajaran adalah dengan memanfaatkan IT. Dengan IT siswa dapat mengetahui perkembangan dunia luar, memudahkan guru mendapatkan informasi kebutuhan dalam pembelajaran.Dengan menggunakan media pembelajaran berbasis IT memudahkan guru menyampaikan bahan ajar sesuai dengan tujuan yang dimaksud.

g

Gambar 6.

Pembelajaran Berbasis Mobile Learning Menggunakan Laptop & Android Kelas XI MM 1

  1. Pembelajaran Inovatif

Pembelajaran inovatif adalah pembelajaran yang bersifat student-centered, artinya, pembelajaran yang lebih memberikan peluang kepada siswa untuk mengkonstruksi pengetahuan secara mandiri (self directed) dan dimediasi oleh teman sebaya (peer mediated instruction). Pembelajaran inovatif mendasarkan diri pada paradigma konstruktivistik. Pembelajaran inovatif yang berlandasakan paradigma konstruktivistik membantu siswa untuk mengiternalisasi, membentuk kembali, atau mentransformasi informasi baru (Oentoro, 2010:376).

Pengembangan pembelajaran yang diperlukan saat ini adalah pembelajaran inovatif yang memberikan iklim kondusif di kelas dalam pengembangan daya nalar, daya inkuiri dan kreatifitas siswa. Strategi belajar mengajar mempunyai andil yang cukup besar dalam kegiatan belajar mengajar (Susatyo, dkk., 2009:463). Pembelajaran inovatif memiliki ciri mendorong peserta didik menemukan gagasan baru dan mendorong peserta didik membuat hal-hal yang baru.

Pembelajaran yang inovatif diharapkan mampu membuat siswa yang mempunyai kapasitas berpikir kritis dan terampil dalam memecahkan masalah. Siswa yang seperti ini mampu menggunakan penalaran yang jernih dalam proses memahami sesuatu dan piawai dalam mengambil pilihan serta membuat keputusan. Selain itu, pembelajaran yang inovatif juga tercemin dari hasil yang diperlihatkan siswa yang komunikatif dan kolaboratifdalam mengartikulasikan pikiran dan gagasan secara jelas dan efektif melalui tuturan/lisan dan tulisan (Hamied, 2009:102).

 

  1. Model Pembelajaran Inovatif

Model pembelajaran dapat dijadikan pola pilihan, artinya para guru boleh memilih model pembelajaran yang sesuai dan efisien untuk mencapai tujuan pendidikannya. Rusman (2011:189) membagi model-model pembelajaran inovatif menjadi 9 macam, yaitu:

  • Model Pembelajaran Kontekstual (Contextual Teaching and Learning), merupakan konsep belajar yang dapat membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat (Nurhadi, 2002 dalam Rusman , 2011:189).

P_20170427_072809

Gambar 7.

Study Tour Ke Universitas di Yogyakarta yang menggunakan lab. komputer Apple

  • Model Pembelajaran Kooperatif (cooperative learning), merupakan bentuk pembelajaran dengan cara siswa belajar dan bekerja dalam kelompok-kelompok kecil secara kolaboratif yang anggotanya terdiri dari empat sampai enam orang dengan struktur kelompok yang bersifat heterogen.

P_20160803_115032

Gambar 8.

Diskusi Kelompok X MM 1

  • Model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM), adalah inovasi yang paling signifikan dalam pendidikan. Kurikulum pembelajaran berbasis masalah membantu untuk meningkatkan perkembangan keterampilan belajar sepanjang hayat dalam pola pikir yang terbuka, reflektif, kritis, dan belajar aktif.

IMG-20170220-WA0009

Gambar 9.

Praktek Membuat Sever dan Installasi Kabel LAN

  • Model Pembelajaran Tematik, merupakan salah satu model dalam pembelajaran terpadu (integrated instruction) yang merupakan suatu sistem pembelajaran yang memungkinkan siswa, baik secara individual maupun kelompok, aktif menggali dan menemukan konsep serta prinsip-prinsip keilmuan secara holistik, bermakna, dan autentik.

(7)

Gambar 10.

Gambar Diskusi Kelompok (Mengacu Pada Kurikulum 2013)

  • Model Pembelajaran Berbasis Komputer, merupakan kegiatan pembelajaran yang dilakukan melalui sistem komputer. Pembelajaran berbasis komputer sangat dipengaruhi oleh teori belajar kognitif model pemrosesan informasi.

P_20170314_101637

Gambar 11.

Pembelajaran di Lab.Rekayasa Perangkat Lunak

  • Model Pembelajaran Berbasis Web (E-Learning), merupakan aplikasi teknologi web dalam dunia pembelajaran untuk sebuah proses pendidikan. Model pembelajaran dirancang dengan mengintegrasikan pembelajaran berbasis web dalam program pembelajaran konvensional tatap muka.

f

Gambar 12.

Ulangan Berbasis Mobile Learning

  • Model Pembelajaran PAKEM (Partisipatif, Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan), merupakan model pembelajaran dan menjadi pendoman dalam bertindak untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dengan pelaksanaan pembelajaran PAKEM, diharapkan berkembangnya berbagai macam inovasi kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran yang partisipatif, aktif, kreatif, efektif, dan menyenagkan.

P_20160803_140235

Gambar 13.

Model Pembelajaran PAKEM (Partisipatif, Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan)

  • Model Pembelajaran Mandiri, merupakan pembelajaran yang memberikan keleluasan kepada siswa untuk dapat memilih atau menetapkan sendiri waktu dan cara belajarnya sesuai dengan ketentuan sistem kredit semester di sekolah.Untuk melihat model pembelajaran mandiri klik link dibawah ini:

https://www.youtube.com/edit?o=U&video_id=rrVCVurlYYc

Video Tugas Installasi Linux Oleh Siswa SMK Bakti Idhata

  • Model Lesson Study, merupakan salah satu upaya pembinaan untuk meningkatkan proses pembelajaran yang dilakukan oleh sekelompok guru secara kolaboratif dan bersinambungan, dalam merencanakan, melaksanakan, mengobservasi, dan melaporkan hasil refleksi kegiatan pembelajaran.

Guru dituntut keprofesionalitasannya dalam meramu proses pembelajaran dengan model pembelajaran yang  inovatif dengan menempatkan peserta didik sebagai subyek pembelajaran bukan obyek pembelajaran, serta dapat menggali pengetahuan peserta didik secara kongkret dan mandiri. Salah satu inovasi yang mengiringi paradigma pembelajaran adalah diformulasikan serta diaplikasikannya model-model pembelajaran  inovatif yang berorientasi kepada konstruktivistik. Model-model pembelajaran inovatif yang bernaung di bawah teori konstruktivistik antara lain (Suhardiyanto, 2009:69):

  1. Pembelajaran Kooperatif (Cooperatif Learning)
  2. Model Pengajaran Langsung (Direct Instructions)
  3. Pengajaran Kontektual (Contectual Teaching and Learning)

 

https://www.youtube.com/watch?v=LuuozNFodQ0

Video 1.

Video Pembelajaran dengan Memanfaatkan Perkembangan IT

(Berbasis Komputer & Android )

 

Selain IT untuk meningkatkan inovasi dalam pembelajaran setiap guru harus mampu menyelesaikan dan menyelaraskan materi ajar sesuai pada silabus yang diatur pada kurikulum yang berlaku.

https://youtu.be/wJcDoDg2cWI

Video 2.

Video Pembelajaran Fotografi (Pencahayaan) Dengan Memanfaatkan IT Sebagai Bagian Dari Pengembangan Kurikulum

 

https://www.youtube.com/channel/UC7CxeVhxFy68FAqDUknC6Jw

Video 3.

Video Pembuatan Tugas Animasi Stop Motion

 

 

https://youtu.be/uo6kMeMRG-s

Video 4.

Prsentasi Laporan Prakerin M.Izzul

 

 

Jika melihat pada negara maju tingkat pendidikannya misalnya Finlandia negara kita Indonesia harus mengambil contoh positif pada pola pembelajaran yang dilakukan oleh negara tersebut. Sebisa mungkin maka diharapkan dapat melakukan apa yang dilakukan oleh negara yang sudah maju dibidang pendidikan akan tetapi tidak harus meninggalkan pola yang sudah tercipta dinegara Indonesia.

P_20170518_133206_1

 

Gambar 14.

Kegiatan Belajar Mengajar berbasis ICT di Lab.Multimedia SMK Bakti Idhata

Apabila nilai siswa relatif rendah maka tidak bisa menyalahkan siswa secara keseluruhan. Bisa jadi mungkin karena cara mengajar guru yang membosankan. Maka dengan itu diharapkan guru dapat dengan arif bijaksana mengeavaluasi kinerjanya, selain itu salah satunya guru tidak harus terpaku dengan beban standar kelulusan yang ditetapkan akan tetapi diharapkan mampu meningkatkan inovasi dalam mengolah manajemen pendidikan, mengolah administrasi pembelajaran, memberikan variasi cara mengajar, mengembangkan kemampuan dibidang IT sebagai media untuk menyampaikan informasi serta mahir menggunakan software pembelajaran berbasis IT untuk membantu kinerja seorang guru karena salah satu prinsip dasarnya ialah ‘Inovasi dapat diterima karena inovasi tersebut mudah diterapkan atau digunakan oleh masyarakat.

P_20161011_071737

Gambar 15.

Tugas Menscan X MM 2

 

 

 

 

Pembuatan Bahan Ajar Multimedia Interaktif Menggunakan Authorings Tools Course Lab

SnapShot2

Tampilan Slide Pembelajaran Menggunakan Aplikasi Course lab

Bahan ajar adalah seperangkat materi/substansi pembelajaran (teaching material) yang disusun secara sistematis, menampilkan sosok utuh dari kompetensi yang akan dikuasai peserta didik dalam kegiatan pembelajaran. Pada dasarnya berisi tentang pengetahuan, nilai, sikap, tindakan, dan ketrampilan yang berisi pesan, informasi, dan ilustrasi berupa fakta, konsep, prinsip, dan proses yang terkait dengan pokok bahasa tertentu yang diarahkan untuk mencapai tujuan pembelajaran.

Bahan ajar multimedia interaktif merupakan salah satu jenis bahan ajar jika dilihat dari teknologi yang digunakan.

SnapShot1

Tampilan Slide Bagian Depan Presentasi Menggunakan Aplikasi Course Lab

 

SnapShot3

Tampilan Slide Bagian Isi Prsentasi Menggunakan Aplikasi Course Lab

 

SnapShot4

Tampilan Belakang Presentasi Bahan Ajar Menggunakan Course Lab Yang Disisipkan Modul Berformat PDF

 

 

 

CourseLab merupakan piranti lunak, digunakan untuk menyusun bahan ajar multimedia berbasis e-Learning (authorings tools e-learning) yang powerful dan mudah digunakan. CourseLab menawarkan lingkungan WYSIWYG (What You See Is What You Get) yang bebas dari pemrograman untuk menghasilkan bahan ajar interaktif yang dapat di publikasikan di Internet, Learning Management Systems (LMS), serta CD-ROM.Aplikasi Courselab 2.4 merupakan aplikasi gratis yang dapat digunakan untuk membuat bahan ajar. Dengan menggunakan aplikasi ini kita dapat membuat sebuah bahan ajar yang nantinya dapat di integrasikan dengan Learning Management System berbasis web.

 

Penggunaan aplikasi CourseLab 2.4 hampir sama dengan penggunaan aplikasi Microsoft Powerpoint, sehingga para pengajar yang sudah terbiasa membuat bahan ajar menggunakan Microsoft Powerpoint tidak akan menemukan kesulitan di dalam pembuatan bahan ajar menggunakan CourseLab 2.4 ini.

 

  1. Untuk membuat bahan ajar menggunakan software Course Lab langkah yang pertama adalah klik kanan pada software Course Lab lalu pilih Open

c1

  1. Membuka File Baru
  2. File – New – Course

c2

  1. Pilih Next
  2. Isikan Nama Provide,Nama Folder dan lokasi penyimpanan lalu pilih Next

c3

  1. Isi Module Name sesuai dengan nama judul modul/prsentasi pilih Templates pada ebook ini saya memilih templates reliefc4
  2. Jika sudah lalu pilih Finish

c5

 

Mengubah Title dan logo

  1. Klik View – title

c6

 

 

  1. Klik menu Insert Picture From file. Pilih gambar yang akan ditampilkan, klik open
  2. Klik insert course course and or modul name maka editor akan ditampilkan. Tuliskan judul modul course yang akan dibuat.

c7

 

 

MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS MOBILE LEARNING

MEMBUAT SOAL ONLINE MENGGUNAKAN SCHOOLOGY

Saat ini siapa yang tidak kenal dengan facebook, yaitu jejaring sosial nomor wahid. Jejaring sosial ini sungguh merajai, bahkan google yang mempunyai situs jejaring sosial yang disebut Google Plus belum bisa mengalahkan facebook.Moodle juga sudah sangat dikenal oleh guru yang suka menggunakan elearning. Moodle merupakan LMS (Learning Managament System) yang paling banyak digunakan untuk membuat website elearing.

Tahukah Anda sebuah situs yang menggabungkan fitur jejaring sosial dan LMS? Diantaranya adalah Schoology. Schoology adalah situs yang menggabungkan antara jejaring sosial dan LMS. Jadi dengan Schoology kita bisa berinteraksi sosial sekaligus belajar. Adapun fitur-fitur yang dimiliki oleh Schoology adalah sebagai berikut:

  1. Courses (Kursus), yaitu fasilitas untuk membuat kelas mata pelajaran, misal mata pelajaran Matematika, Fisika, dan lain sebagainya. Fasilitas Courses ini juga ada di Moodle
  2. Groups (Kelompok), yaitu fasilitas untuk membuat kelompok. Fasilitas ini juga ada di Moodle maupun di facebook.
  3. Resources (Sumber Belajar)

Di dalam menu Course kita juga bisa membuat kuis/soal (ini yang tidak dimiliki oleh facebook) yang jenisnya banyak yaitu pilihan ganda, benar salah, menjodohkan, isian singkat, dan lain-lain. Bagusnya lagi kita bisa mengimport soal. Kelebihan soal online yang dimiliki oleh Schoolgy adalah kita tidak perlu memeriksa pekerjaan siswa. Dan soal-soal itu (biasanya bebentuk tugas) bisa dikerjakan di rumah, guru tinggal mengontrol dari jarak jauh. Berikut ini soal pada schoology yang saya buat :

 

s1

 

Di samping kita bisa membuat soal/kuis dalam course, kita juga bisa membuat tugas. Fungsi ini sama persis dengan fungsi tugas yang ada di moodle. Siswa dapat mengunggah tugas yang diberikan oleh guru dan guru dapat memeriksa nama-nama siswa yang telah mengunggah tugas.

Yang tidak kalah pentingnya dari soal/kuis dan tugas, kita juga bisa mebuat forum di course. Fungsi forum ini juga sama dengan fungsi forum yang ada di moodle, yaitu sebagai wadah diskusi bagi siswa-siswa yang kita bina.

Dengan demikian Schoolgy itu mempunyai fitur-fitur yang hampir sama (walaupun tidak sama persis) dengan moodle. Bila moodle memerlukan hosting dan domain untuk membuatnya, sedangkan Schoology tidak memerlukan itu semua.

Membuat Course Di Schoology

Setelah kita mendaftar di Schoology sebagai guru maka langkah selanjunya adalah membuat Course. Video langkah membuat course di schoology bisa dibuka pada link berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=GHtlmehCr98&feature=youtu.be

 

Membuat Soal Di Schoology

Setelah course berhasil kita buat maka selanjutnya banyak hal yang kita bisa kita buat dalam course tersebut, yaitu bahan ajar, soal, penugasan dan forum. Berikut ini kita akan belajar bagaimana membuat soal di Schoology

Video langkah membuat course di schoology bisa dibuka pada link berikut ini:

https://youtu.be/l2IxJZpgvAQ

 

Akhir kata demikian artikel ini saya buat, semoga bermanfaat

“Artikel ini diikutkan dalam Lomba Menulis Guru Era Baru

1,873 total views, 4 views today


Harap login untuk Vote UP postingan ini.

Comments (4)

  1. setuju dengan pak umar, sampai sulit ngulung ke bawahnya nih pak karena lengkapnya heeeee….
    foto protofolionya juga kompleks dan bagus2

    mas rahmad temannya pak sukani ya? kok sepertinya di SMK yang sama

    salam ke pak sukani mas

    artikelnya sudah sy VOTE UP dan like facebook
    semoga sukses
    bisa lihat juga inovasi pembelajaran berikut ini
    http://guraru.org/guru-berbagi/peningkatan-motivasi-belajar-siswa-saat-liburan-dengan-game-bom-whatsapp/?replytocom=43267#respond

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar