0

Tiga Prinsip Digital Citizenship yang Memudahkan (+1)

Mister Nuel May 18, 2017

digi

Mengajar tentang Digital Citizenship bukan sekedar memberikan informasi dan hapalan.
Mengajar Digital Citizenship lebih kepada berbagi pengalaman hidup dan menjadi role model bagi murid. Hal ini mensyaratkan kita sudah lebih dulu melakukan hal-hal tersebut.

Tunggu…tapi saya sendiri masih belum mengerti sekali tentang Digital Citizenship ini? Tanya anda.

Jangan kuatir saya pribadi bukan ahli dalam hal Digital Citizenship ini.

Meski begitu, pengalaman pertama mengenal internet dari jaman kuliah (2001), dari yang semula tidak bisa menyalakan komputer hingga terbiasa jual beli barang online, kuliah online, hingga akhirnya bisa bertemu darat dengan seorang ahli komunikasi yang dikenal melalui internet, memungkinkan saya untuk sedikit berbagi dengan Anda.

Dan inilah indahnya menjadi warga negara digital, kita bisa berbagi dengan siapapun tentang apapun. Karena internet akan mempertemukan orang yang mencari dengan yang dicarinya, asal menggunakan kata kunci yang tepat.

Langsung saja kita mulai

Dalam digital citizenship ada tiga prinsip yang mendasari komponen komponen lain.
1. Hormati dan lindungi diri sendiri.
2. Hormati dan lindungi orang lain.
3. Hormati dan lindungi hasil karya orang.
Dengan berdasar tiga prinsip inilah komponen-komponen yang lebih detil lainya disusun.

Kita bahas setiap prinsipnya:

Hormati dan lindungi diri sendiri

1Saat kita akan membagi foto diri dalam kondisi yang “memalukan” karena kita merasa ini akan menjadi hal yang seru, dan pertimbangan toh ini hanya berbagi dengan teman saja.
Saat itulah kita telah melanggar prinsip 1.
Apa kemungkinan terburuk dari hal ini? Teman anda merasa foto tersebut adalah hal yang lucu dan seru. Dan sama seperti pertimbangan anda sebelumnya, teman anda membagi foto tersebut karena merasa toh ini hanya berbagi dengan teman saja. Dan keesokan harinya anda temui foto anda yang memalukan itu sudah tersebar dan dilihat ribuan orang. Hal ini sangat buruk untuk diri anda saat ini dan masa depan. Karena apa yang sudah ada diinternet tidak tidak akan pernah bisa hilang.

Kita tidak menginginkan hal ini bukan? Jadi ingat baik-baik prinsip 1. Hormati dan lindungi diri sendiri.

Hormati dan lindungi orang lain

2Prinsip ini adalah perluasan dari etika dunia riil. Kita diberi kebebasan (baca hak asasi) tapi kebebasan kita juga dibatasi oleh undang-undang. Saat kita berkata (mencela) dan atau berbuat yang tidak menyenangkan kepada orang lain. Maka orang tersebut bisa saja melaporkan kita dan kita pun akan berurusan dengan hukum.
Hal ini juga berlaku di dunia digital. Ada undang-undang yang mengatur tentang pencemaran nama baik melalui alat elektronik (dunia digital).

Hormati dan lindungi hasil karya orang

lindungi 3Orang disini adalah orang lain dan juga diri sendiri. Dalam dunia digital, kita semakin mudah menggandakan data. Kemudahan ini membuat usaha perlindungan hasil karya tidak semudah dalam melindungi hasil karya fisik.
Pemberian pengenal (watermark atau sejenisnya), dan mendaftarkan situs ke google adalah contoh hal yang bisa dilakukan untuk melindungi hasil karya.

Nah dengan menggunakan ketiga prinsip tersebut kita lebih mudah untuk mengevaluasi tindakan yang akan kita lakukan dalam dunia digital.

Berikut adalah contoh tindakan yang sesuai dengan ketiga prinsip tersebut:

1. Jaga identitas diri dengan aman.

E-mail, nomer telpon, alamat rumah, foto copy KTP/SIM harus kita jaga betul di dunia digital. Mungkin anda merasa, “Saya ini apa sih, cuma orang biasa, masak ada yang mau mengambil keuntungan dari identitas diri saya.”
Saya awalnya berpikir demikian, hingga beberapa kali saya ditelpon perusahaan yang menawarkan jasa dari Singapura, mendapat surat warisan, mendapat tawaran kerjasama yang menggiurkan (penipuan). Dan setelah saya cek, semuanya adalah karena kesalahan saya membiarkan data identitas terbuka untuk umum.
Tips ini sesuai dengan prinsip 1 Hormati dan lindungi diri sendiri.

Katakan ke orang lain (online), kalimat yang anda berani sampaikan ke orang tersebut secara langsung.

Dalam dunia digital, orang-orang cenderung lebih berani dalam berkata dan mengeluarkan emosinya. Hal ini seringkali menjadi jebakan untuk diri sendiri. Terutama jika lawan bicaranya tidak terima dan melaporkan hal ini sebagai pencemaran nama baik.
Jadi sebelum anda mulai mengetik kalimat, pastikan anda akan berani mempertanggungjawabkan kalimat tersebut secara langsung.
Tips ini sesuai dengan prinsip 2 Hormati dan lindungi orang lain.

Menjadi digital citizen yang berani.

Setiap forum / group / komunitas online memiliki aturan, dan setiap komunikasi online dibatasi pula dengan undang undang. Kita pelu mematuhi aturan dan undang-undang yang berlaku tersebut. Jika kita mengetahui ada orang yang melanggar aturan, jangan ragu untuk mengingatkan orang tersebut, jika peringatan personal tidak diindahkan, jangan sungkan untuk melaporkan ke pengurus forum, atau ke pihak yang berwajib dalam hal ini kepolisian dengan menyertakan bukti-bukti yang ada.
Dengan melakukan hal ini kita ikut menjaga dunia digital menjadi tempat yang aman dan ramah untuk kita semua.
Hal ini sesuai dengan prinsip 1 dan 2, Hormati dan lindungi diri sendiri dan orang lain.

Cek dan ricek sebelum membeli online.

Dunia digital juga memiliki aktivitas jual beli di dalamnya. Aktivitas ini bahkan lebih ramai dan menguntungkan dibandingkan aktivitas jual beli offline.
Pada saat yang bersamaan jual beli online juga memiliki tingkat bahaya penipuan. Saya pribadi pernah ditipu, sudah transfer uang tapi barang tidak dikirim.
Dari peristiwa tersebut saya belajar untuk mencek riwayat jual beli penjual, jika riskan saya akan meminta tranfer melalui rekening bersama.
Tips ini sejalan dengan prinsip 1 Hormati dan lindungi diri sendiri.

Minta ijin dan beri kredit kepada orang yang membuat tulisan atau ide atau gambar yang akan kita gunakan.

Dalam mengerjakan tugas atau latihan, kita sering memerlukan gambar. Dengan google kita bisa dengan mudah menemukan dan menyimpan gambar yang kita butuhkan, dan kita gunakan untuk penyelesaian tugas.
Tapi tahukan anda bahwa mayoritas gambar yang ditemukan di google memiliki hak cipa dan kebanyakan tidak mengijinkan gambarnya digunakan tanpa ijin (kredit).
Sejak tahu hal ini saya sering menggunakan filter “Usage rights” saat mencari gambar di google.
Saat akan menjelaskan sentuhan baik dan sentuhan tidak baik, saya menggunakan video youtube dan mengeditnya dengan memberi dubbing bahasa Indonesia. Tentu saja dengan meminta ijin terlebih dahulu kepada pemilik video.
Tindakan meminta ijin dan memberikan kredit ini sejalan dengan prinsip ke 3 Hormati dan lindungi hasil karya orang.

Ringkasan

Tiga prinsip dalam Digital Citizenship memberikan panduan dan arahan untuk kita bertindak.
Ketiga prinsip tersebut juga memudahkan kita dalam berbagi dan menjadi role model untuk murid.

Saat kita bingung dengan tindakan yang akan kita ambil, kita bisa gunakan ketiga prinsip tersebut dengan bertanya:

Apakah dengan melakukan hal ini saya melindungi dan menghormati diri sendiri?
Apkah dengan melakukan hal ini saya melindungi dan menghormati orang lain?
Apakah dengan melakukan hal ini saya melindungi dan menghormati hasil karya orang?

Jika kita menjawab tidak pada salah satu pertanyaan diatas maka tindakan tersebut tidak mencerminkan tindakan Good Digital Citizenship. Dan kita perlu mengevaluasi tindakan yang akan kita ambil.

Bukankah hal ini lebih mudah untuk diterapkan?

Salam hangat dari Denpasar.

“Artikel ini diikutkan dalam Lomba Menulis Guru Era Baru”

Sumber:

http://digitalcitizenship.net/Nine_Elements.html

https://www.sophia.org/tutorials/nine-elements-of-digital-citizenship

http://www.eschoolnews.com/2014/06/23/digital-citizenship-focus-632/?all=undefined

688 total views, 1 views today


Harap login untuk Vote UP postingan ini.

No comments yet

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!