6

The Old Teacher Never Die, He Just Fade Away (+1)

Wendie Razif Soetikno November 25, 2012

Pada peringatan hari Guru, 25 November ini saya mencoba merenung apa yg telah saya perbuat untuk negeri ini :

1. Menyuarakan suara kaum marjinal (voice of the voiceless).

a. Saya mencoba berjuang untuk perbaikan nasib petani di Indonesia. Sejak tahun 2007, melalui jejaring sosial, saya menulis : ASURANSI UMUM DAN PERTANIAN BERKELANJUTAN : (http://www.wikimu.com/News/Print.aspx?id=9594) ,tentang perlunya kita ikut memikirkan kerugian petani akibat global warming.

Akhirnya tulisan 5 tahun yg lalu ini mendapat tanggapan positif dari pemerintah. Siaran METRO TV, Rabu 13 Oktober 2010 pk. 19.00-20.30 : SUARA ANDA – 1 TAHUN KINERJA KIB II – MENYOROT KINERJA MENTERI PERTANIAN : SUSWONO.  Dalam acara ini Menteri Pertanian Suswono menyatakan perlunya ASURANSI PERTANIAN agar petani tidak terus merugi dalam ketidak-pastian musim sekarang ini, TAPI HAL INI MASIH WACANA, sehingga saya harus terus berjuang bagi peningkatan taraf hidup petani melalui tabloid INSPIRASI, Vol. 2 No. 27, 25 Agustus 2011 halaman 6-7, dan baru pada tahun 2012 hal ini diwujudkan : BUDI DAYA PADI DIASURANSIKAN, KOMPAS, Jumat 29 Juni 2012 halaman 19

b. Saya juga gigih menentang pendidikan yg “diproyekkan” oleh oknum-oknum Kemdiknas saat itu. Tengok perjuangan saya dalam menghadang pemaksaan penggunaan SAS (Sistim Administrasi Sekolah) bagi semua SMA di DKI Jaya oleh Dinas Pendidikan DKI Jaya : (http://www.wikimu.com/news/DisplayNews.aspx?id=8930)

Berkat tulisan itu, banyak Kepala SMA di DKI Jaya disadarkan akan bahaya penyeragaman pemahaman kurikulum dan penyatuan sistim penilaian yg membelenggu azas otonomi sekolah dan otonomi guru yg dijamin dalam UU No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen – tapi lihatlah : bagaimana Wendie Razif Soetikno ini dicerca saat itu. Namun dengan pengumuman Kemdikbud bahwa Kemdikbud akan mengubah kurikulum KTSP yg sekarang berlaku menjadi Kurikulum Perekat Kesatuan Bangsa di tahun 2013 (Kompas, 12 Oktober 2012 halaman 33), maka saya bisa membuktikan “ketajaman” visi saya.

2. Sosok guru adalah inspirator bagi bangsanya.
Sosok inspirator ini juga coba saya gali agar saya bisa termasuk dalam GEN FLUX : ORANG YANG MEMBERI SOLUSI BAGI ORANG ATAU YAYASAN PENDIDIKAN LAIN : (http://akademiberbagi.org/news/2011/11/18/77/disain_kurikulum_bernafas_indonesia_asli)

GEN FLUX berfokus pada dampak atau kontribusi yang diberikan dalam kapasitas apapun yang dijalani. Bagi sang guru, kesenangan adalah mengenai dampak dari kehadiran dan eksistensi mereka dalam masyarakat. Sang guru tidak bekerja ala kadarnya, atau bekerja demi mendapatkan uang atau atribut lainnya. Sang guru memiliki keyakinan penuh atas tujuan dan peruntukan dari setiap tugas yang dijalani.

Oleh karena itu, saya aktif berkeliling ke berbagai daerah untuk melatih para guru dengan biaya sendiri, agar para guru di berbagai daerah mampu menyusun modul sendiri yg kontekstual berbasis keunggulan lokal.
Ternyata hasil kerja saya diabadikan dalam buku : JIWA NUSANTARA DALAM TULISAN, yang diterbitkan oleh Anyes Betari Komunika ([email protected]). Kerja keras saya termuat pada halaman 198 – 205 (MELATIH GURU, MERETAS MASA DEPAN RIBUAN ANAK INDONESIA). Buku ini diluncurkan pada Peringatan Hari Sumpah Pemuda 2012 tgl 28 Oktober 2012, yg diselenggarakan di Fountain Plaza, West Mall Lantai 3 A, Grand Indonesia, Jakarta.

3. Guru adalah sosok yg bekerja melampaui batas (beyond the limit), memikirkan nasib bangsanya.
Saya mencoba memperjuangkan perbaikan harkat dan martabat anak Indonesia lewat jalur hukum dan perundang-undangan.

Hal ini dapat ditelusur dari data dari Setjen DPR RI :
a.Dalam surat Deputi Bidang Persidangan dan KSAP Setjen DPR RI No : LG.02/01677/DPR RI/II/2012 tertanggal 20 Februari 2012 : Wendie Razif Soetikno diminta memberi masukan dalam Rapat Dengar Pendapat Umum tentang RUU Sistem Peradilan Pidana Anak di depan Komisi III DPR RI pada hari Selasa, 21 Februari 2012 pk. 10.00 – 12.00
Lihat : (http://putrafajar-putrafajar.blogspot.com/2012_06_05_archive.html)

b. Dalam surat Deputi Bidang Persidangan dan KSAP Setjen DPR RI No : LG.01/01960/DPR RI/II 2012 tertanggal 27 Februari 2012 : Wendie Razif Soetikno diminta memberi masukan dalam Rapat Dengar Pendapat Umum tentang RUU Penyiaran di depan Komisi I DPR RI pada hari Rabu, 7 Maret 2012 pk. 10.00 – 13.00
Lihat : (http://putrafajar-putrafajar.blogspot.com/2012_06_06_archive.html)

4. Guru adalah mereka yg tanggap akan kedaruratan situasi.
Sikap ini saya coba munculkan untuk menyuarakan kegawatan krisis pangan. Saya adalah peserta aktif diskusi interaktif dari Bank Dunia :(http://live.worldbank.org/open-forum-food-crisis/solutions?page=17)

Penanganan penyakit Lupus yg kurang memadai juga harus diangkat : (http://www.riaupos.co/opini.php?act=full&id=779&kat=1)

Begitu juga dengan penanganan anak-anak jalanan, saya mencoba menawarkan solusi bagaimana cara mendidik anak-anak jalanan : (http://116.50.242.163/cgi-bin/koha/opac-MARCdetail.pl?bib=73471)

5. Guru adalah mereka yg membuka jalan bagi generasi bangsa menuju ke masa depan yang lebih baik.
Saya mencoba memelopori SMIT (sistim informasi manajemen terpadu) yg memungkinkan pihak sekolah, para guru, siswa dan orang tua murid dapat berkomunikasi dengan sesamanya di seluruh dunia melalui Think.com (http://www.think.com) …. melalui LIBRARY pada Think.com ini, saya gigih memperkenalkan perpustakaan digital sejak usia dini.

SAYA BEKERJA DALAM SEPI : sebagai pendiri dari Indonesian Citizen Journalists (Persatuan Pewarta Warga Indonesia) (http://www.umsb.ac.id/?id=181), saya gigih mendorong kaum marjinal agar mampu menyuarakan pikiran dan isi hatinya melalui Pewarta Indonesia (http://www.pewarta-indonesia.com/)

Saya adalah salah satu pemenang dari IMA 2011 (Indonesia Millenium Development Goals Award 2011) atas karya saya : Pembuatan Modul Pembelajaran untuk Menanggulangi HIV/AIDS dan Penyakit Menular Lainnya yang diterapkan di SMA Yohanes Paulus II Maumere. Tropy telah diserahkan oleh Mendagri Gamawan Fauzi pada tgl 1 Februari 2012 dalam suatu acara yg dihadiri Wapres RI di Balai Kartini Jakarta.

Mudah-mudahan renungan apa yg telah saya capai ini berguna
 

1,364 total views, 1 views today


Harap login untuk Vote UP postingan ini.

Comments (6)

  1. Lalu ??
    Guru jangan terus sibuk dengan KBM (termasuk persiapan mengajar, membuat bahan ajar jadi menarik dgn Power Point/MacroMedia Flash, dan koreksi) karena pembelajaran itu tidak terbatas di ruang kelas … pembelajaran yang sejati itu adanya setelah anak-anak terjun ke masyarakat ….. di situlah guru dapat berperan dan memberi contoh : itulah inspirator ….guru yang mencerahkan para muridnya ……dimana guru mengantar anak belajar dari kehidupan nyata

  2. Sesuatu akan terlaksana dengan baik jika ada perencanaan terlebih dahulu (justru dengan persiapan mengajar dsb itulah yang terpenting dilakukan oleh guru sehingga menjadi sukses dalam pembelajaran ), masalah siswa nanti luar biasa di Masyarakat… itu karena luar biasanya guru dalam membekali ilmu dengan kesiapan yang cukup dan kegigihan siswa itu sendiri untuk bagaimana bertahan hidup. Jadi keduanya sangat penting

  3. pembelajaran yang sejati itu adanya setelah anak-anak terjun ke masyarakat ….. di situlah guru dapat berperan dan memberi contoh : itulah inspirator ….guru yang mencerahkan para muridnya ……dimana guru mengantar anak belajar dari kehidupan nyata
    —————————————————–
    kok pusing ya memahami ini?

  4. Dear @subhan : topik yang anda tulis itu adalah debat lama : murid itu berhasil karena guru yang baik atau murid itu memang dari sononya sudah dikaruniai “darah biru” (bakat sukses dan berjaya), meskipun kondisi lingkungannya tidak mendukung.

    Maka, ada banyak sekali guru yang baik, tetapi muridnya biasa-biasa saja (hidup sendiri saja susah), dan ada orang yang tidak sekolah (seperti Liem Sioe Liong) tapi berhasil dan bisa menolong banyak orang (memberi nafkah ribuan orang atau memberi bea siswa ribuan orang) …so, hidup ini ada hukum dan jalannya sendiri (bukan seperti yang @subhan tuliskan di atas)

    Dear @botaksakti : untuk lebih jelasnya, kita mesti membedakan apa itu bekerja dan apa itu berkarya …….
    Bekerja itu untuk memenuhi kebutuhan hidup, tapi berkarya itu jauh lebih luhur dari bekerja, berkarya itu berkontribusi pada dunia ini …. Untuk lebih jelasnya silahkan klik : Generation Flux : http://www.kompaskarier.com/tips/rpassion/202/Say-Hello-to-Generation-Flux.-Are-You

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar