9

Ternyata bersyukur di saat sakit itu tidak mudah (+1)

Namin AB Ibnu Solihin January 9, 2014

sakit (1)

 

Apa kabar teman-teman semua, semoga selalu sehat, karena kesehatan adalah bagian yang sangat penting dalam kehidupan kita, maka jagalah dengan sebaik-baiknya, serta banyaklah bersyukur pada kesehatan sedang kita rasakan, karena pada saat sakit belum tentu kita bersyukur.

Satu minggu kemarin setelah saya berkoar-koar dengan semangat menghadirkan artikel mengkritisi kebijakan pemerintah. Setelah itu saya langsung terkapar dan tak perdaya, semangat guru muda yang berapi-api ini hilang di telan bumi, guru muda dengan lompata-lompatan tinggi tak mampu menggerakan tangannya bahkan untuk mengetik sebuah status di twiter @guruberakhlak pun tak mampu di lakukannya.

Ya, begitulah kekuasan Allah SWT, apapun bisa terjadi, Allah memilki kekuasaan terhadap diri kita, untuk memberikan sakit dan menyembuhkan. Satu minggu kemarin Allah member hadiah kepada saya untuk beristrihat di rumah, tanpa aktivitas apapun kecuali tidur dan menikmati pahitnya obat dokter. Sungguh luar bisa kangennya saya pada teman-teman blogger khususnya di guraru.org, tapi saya sangat yakin kini guraru lebih rame karena adanya alumni TWC3 dan pengelola guraru yang baru.

Dua minggu yang lalu sebelum saya sakit, saya mendengarkan kajian dari sang Ustadz. Beliau mengatakan “sebagai seorang muslim maka jika Allah memberikan kita sakit, bersyukurlah karena itu adalah kenikmatan yang Allah berikan untuk kita” kira-kira seperti itu perkataannya. Bakhkan beliau mengatakan dan sambutlah dengan gembira “Terimakasih ya Allah engkau telah memberiku sakit”. Sungguh luar biasa jika kita bisa bersikap seperti itu.

Maka pantaslah sang Ustadz mengatakan demikian, Karena bagi orang-orang beriman sakit merupakan penghapus dosa perhatikan hadits berikut ini :

“Tidaklah seorang muslim tertimpa suatu penyakit dan sejenisnya melainkan Allah akan menggugurkan bersamanya dosa-dosanya seperti pohon yang menggugurkan daun-daunnya” (HR.Bukhori No.5660 dan Muslim no.2571)

Walau pada realitas saya mengalami bahwa sungguh sangat sulit bersyukur di saat sakit. Karena sakit bukanlahlah kenikmatan, kesenangan, dan kebahagian tapi sakit adalah sebuah derita yang harus kita rasakan. Kebanyakan di antara kita pada saat sakit, tidak sabar ingin segera sembuh, mengeluh kepada Allah kenpa di beri cobaan ini, dan yang lainnya. Sehingga sangat jarang orang bisa bersyukur disaat sakit, kecuali orang-orang yang memiliki keimananan yang luar biasa. Semoga kita bisa belajar mengamalkannya amin…

Kini sakit itu mulai pulih, ya saya wajib bersyukur, karena Allah hapuskan dosa-dosa saya, dan itu bukti bahwa Allah mencintai umatnya, semoga dosa kemaksiatan-kemaksiatan yang disengaja atau tidak disengaja Allah gugurkan dosa-dosanya dengan sakit ini. Sungguh luar biasa kasih sayangnya Allah pada mahluknya, Allah gugurkan dosa-dosa kita di dunia, sehingga harapan kita di akhirat nanti semoga tibangan amalan kebaikan kita lebih berat. Amin….

Pada saat terkampar dan tak berdaya, sungguh Allah maha luar biasa adilnya, selama satu minggu saya di temani 3 bidadri tercantik yang ada di dunia, mengurus saya dan menemami saya dengan sepenuh hati. Semoga Allah mempertemukan kami kembali di surga nanti (Amin…). Saya tahu bidadari sangat khwatir jika sang panggeranya sedang sakit, dan lahirlah status ini :

status

Terimakasih, istri tercintaku, pengabdianmu sungguh luar biasa. Semoga Allah merahmati keluarga kita dengan kasih sayangnya.

Saat berdiri kaki ini masih bergetar, kepala ini masih pusing, padangan masih rabu, jalan masih bergoyang, lidah masih pahit, berat badan turun 5 Kg dan tangan ini masih kaku untuk mengetik kembali.

Semoga Allah memberikan kesehatan kepada kita semua.

Namin AB Ibnu Solihin @guruberakhlak http://namin-climbers.blogspot.com

5,197 total views, 1 views today

Tagged with:

Harap login untuk Vote UP postingan ini.

Comments (9)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar