2

Teknis Menulis Buku Pengayaan : Aspek Penyajian Materi (+3)

gitalest February 20, 2014

Dalam menyajikan materi dalam buku pengayaan (baik pengetahuan, keterampilan, maupun kepribadian) harus memerhatikan empat kriteria pokok, yaitu:
(1) Sistematikanya logis;
(2) Penyajian Materi mudah dipahami;
(3) Merangsang pengembangan kreativitas;
(4) Menghindari masalah SARA, Bias Jender, serta Pelanggaran HAM & Hak Cipta.

Keempat kriteria ini harus diperhatikan oleh penulis buku pengayaan dalam menyajikan materi/isi buku.

Penyajian materi buku pengayaan harus logis dan sistematis. Kelogisan sajian materi ini ditandai oleh penataan bagian-bagian yang disajikan secara apik, baik secara deduktif maupun induktif. Selain itu, materi buku pengayaan harus sistematis baik berdasarkan pertimbangan urutan waktu, ruang, maupun jarak yang disajikan secara teratur. Penulis buku pengayaan harus dapat mengarahkan kerangka berpikir (mind frame) pembaca melalui penyajian materi yang logis dan sistematis.

Penyajian materi buku pengayaan harus mudah dipahami. Pesan yang sangat dalam dan berharga dalam buku akan menjadi sia-sia apabila isi buku sulit dipahami pembaca karena penyajiannya “berat”. Untuk itu, seorang penulis buku pengayaan harus dapat menyajikan materi/isi dalam bentuk yang familiar (intim) dengan pembaca sasaran (siswa). Materi buku pengayaan akan mudah pula dipahami oleh pembaca jika materi disajikan dalam suasana yang menyenangkan dan tidak membuat pembaca berpikir terlalu “berat”. Selain itu, untuk memudahkan penyajian buku, penulis buku pengayaan harus dapat melengkapi materi atau isi buku dengan ilustrasi (gambar atau foto) dan pesan (ilustrasi dengan bahasa).
Oleh karena itu, indikator penyajian buku mudah dipahami adalah
(a) penyajian materi dalam buku familiar dengan pembaca;
(b) penyajian materi dapat menimbulkan suasana menyenangkan;
(c) penyajian materi dilengkapi dengan ilustrasi.

Penyajian materi buku pengayaan harus dapat merangsang kreativitas pembaca, khususnya peserta didik. Rangsangan kreativitas yang harus dapat tercipta melalui penyajian buku pengayaan, misalnya aktivitas kreatif dan akademis, fisik dan psikhis, dan dorongan untuk mencoba melakukan hal-hal yang positif. Indikator penyajian buku pengayaan yang merangsang pengembangan kreativitas ini ditandai oleh indikator penyajian materi buku yang:
(a) mendorong pembaca untuk melakukan aktivitas akademik dan kreatif;
(b) mengarah pada pengembangan aktivitas fisik atau psikhis;
(c) merangsang pembaca untuk mencoba melakukan hal-hal yang positif.

Penyajian materi buku pengayaan harus menghindari masalah SARA, bias jender, pelanggaran HAM dan Hak Cipta karena masalah-masalah ini masih sangat peka. Penulis buku pengayaan harus memprediksi masalah yang akan timbul karena perbedaan Suku, Agama, Ras (keturunan), dan Antar Golongan (SARA) sehingga dalam menyajikan materi dilakukan secara cermat. Penyajian materi buku pengayaan harus juga menghindari persoalan yang dimungkinkan dapat timbul dari diskriminasi jender (wanita atau laki-laki). Perlakuan jender secara berbeda dalam materi pengayaan dapat memunculkan permasalahan yang sangat serius. Selain itu, penyajian materi buku pengayaan harus menghindari pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM). Penyajian materi harus menghindari pelanggaran Hak Cipta, baik dari tinjauan orisinalitas gagasan maupun bentuk terjemahan yang perlu disajikan secara jelas.

1) Kriteria Khusus Penyajian Buku Pengayaan Pengetahuan
Aspek yang harus diperhatikan sebagai ciri khusus dalam materi buku pengayaan pengetahuan adalah bahwa penyajian materi seharusnya dapat:
(1) Menumbuhkan motivasi untuk mengetahui lebih jauh
(2) Mengembangkan kecakapan akademik

Selain empat kriteria pokok di muka, seorang penulis harus memerhatikan pula aspek-aspek ini dalam menyajikan buku pengayaan pengetahuan.

Penyajian buku pengayaan pengetahuan harus dapat menumbuhkan motivasi pembaca untuk mengetahui lebih jauh. Adapun hal-hal yang harus diperhatikan dalam menyajikan materi buku pengayaan yang menumbuhkan motivasi untuk mengetahui lebih jauh ditandai oleh penyajian materi yang
(a) mendorong keingintahuan pembaca;
(b) mendorong minat untuk mengumpulkan informasi;
(c) mendorong untuk mencari buku/teks sejenis.

Penyajian materi buku seharusnya dapat mengembangkan kecakapan akademik. Menulis buku pengayaan yang mengembangkan kecakapan akademik itu ditandai oleh indikator
(a) menuntun pembaca untuk menggali informasi;
(b) menuntun kecakapan dalam memecahkan masalah;
(c) menuntun untuk mengambil keputusan.

2) Kriteria Khusus Penyajian Buku Pengayaan Keterampilan

Aspek yang harus diperhatikan dalam menyajikan materi buku pengayaan keterampilan adalah bahwa penyajian materi seharusnya:
(1) Menyertakan kelengkapan sajian
(2) Mudah untuk diterapkan

Kedua kriteria ini harus diperhatikan dalam menulis buku pengayaan keterampilan.
Dalam menulis buku pengayaan keterampilan, seorang penulis harus dapat menyertakan sajian secara lengkap dan mudah diterapkan. Apabila penyajian materi keterampilan tidak disajikan secara lengkap maka akan sulit dipahami prosedur kegiatan yang dilakukan. Oleh karena itu, dalam menulis buku pengayaan keterampilan seharusnya penulis

(a) melengkapinya dengan informasi bahan yang digunakan, alat-alat yang dipakai, dan formula yang dapat ditiru oleh pembaca;
(b) melengkapi materi dengan paparan tentang prosedur kerja; dan
(c) melengkapinya dengan standar keselamatan kerja dalam menerapkan prosedur-prosedur yang telah dipaparkan.

Penyajian materi pengayaan keterampilan harus mudah untuk diterapkan atau diikuti langkah-langkahnya oleh pembaca. Untuk memenuhi ini seorang penulis harus memerhatikan penyajian secara
(a) praktis dan mudah dilakukan oleh pembaca sasaran;
(b) sederhana (tidak kompleks) tahapan-tahapan yang harus dilakukan;
(c) jelas tahapan dan penerapannya.

3) Kriteria Khusus Penyajian Buku Pengayaan Kepribadian

Aspek yang harus diperhatikan dalam menyajikan materi buku pengayaan, selain kriteria pokok di atas, dalam menulis buku pengayaan kepribadian dapat “menyajikan bacaan yang sesuai” Dalam menyajikan materi dapat menggunakan referensi yang sesuai (kecuali tulisan berbentuk prosa, puisi, atau drama). Selain itu, materi yang disajikan menggunakan jenis bacaan narasi yang sesuai. Apabila penulis buku pengayaan kepribadian mengusung deskripsi atau naskah biografi dapat menggunakan contoh-contoh perilaku yang positif dari kehidupan nyata. Oleh karena itu, dalam menyajikan buku pengayaan kepribadian, seorang penulis harus (a) menggunakan referensi yang sesuai dan relevan; (b) menggunakan jenis bacaan yang sesuai;
(c) menggunakan contoh-contoh perilaku positif yang ada dalam berkehidupan nyata.

2,731 total views, 1 views today


Harap login untuk Vote UP postingan ini.

Comments (2)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar