6

Tarwih Ekor Tikus, Buanglah (+3)

M. Rasyid Nur July 10, 2013

MALAM tadi, Selasa, (9/ 7) adalah malam pertama tarwih –jadwal resmi Pemerintah– dilaksanakan. Hari ini adalah hari pertama puasa. Saya ingin mengulas sedikit catatan tarwih malam pertama itu. Mengacu ke tarwih tahun-tahun lalu, biasanya tarwih malam pertama hingga malam ketujuh adalah malam-malam dengan jamaah yang sangat ramai orangnya. Selebihnya sudah mulai berkurang.

Untuk malam tadi saya solat di masjid Al-Ubudiyah, masjid yang tidak terlalu jauh dari rumah tempat tinggal saya. Wow, ternyata benar lumayan ramai jamaahnya. Berbanding jamaah pada solat rowatib selama ini sungguh sangat berbeda jauh jumlah jamaahnya malam pertama tarwih Ramadhan 1434 H ini. Ingat saya, solat-solat fardhu di masjid ini tidak pernah melebihi satu shof jamaahnya kecuali solat magrib selama ini.

Yang saya tahu, pada solat-solat farduhu di luar Ramadhan, jamaah yang ikut solat bersama di masjid ini hanya beberapa orang saja. Setiap magrib (jumlah jamaah yang paling ramai) biasanya satu shof plus beberapa orang di shof kedua. Kalau Isya, sudah tidak penuh satu shof lagi. Subuh, lebih sedikit lagi. Dan zuhur serta asar malah hanya imam dan muazin saja. Sungguh menyedihkan.

Tapi malam tadi itu, alhamdulillah jamaahnya sangat ramai. Dan itu biasanya belum sampai puncaknya. Beberapa malam ke depan ini biasanya jamaah masjid untuk solat tarwih ini masih akan ramai. Pada malam kesepuluh atau pada pekan kedua Ramadhan biasanya baru mulai surut jumlah jamaahnya. Bagaikan ekor tikus, semakin ke ujung mulai semakin kecil ukurannya. Seperti itu pula biasanya jumlah jamaah tarwih di mana-mana.

Mumpung tarwih baru dimulai, sebaiknya para jamaah dimanapun berada menjadikan pengalaman ekor tikur di tahun-tahun lalu. Untuk apa? Untuk menjadi pengalaman sekaligus menjadi sempadan ke depan mulai tahun sekarang. Istilah shof ekor tikus itu mestinya menjadi sebutan yang tidak baik bagi muslim di Ramadehan 1434 H ini. Mari dibuang jauh-jauh sebutan shof ekor tikus selama bulan puasa itu. Itu sangat memalukan umat Islam sendiri.

Bagi guru (muslim) ini juga kesempatan terbaik untuk menjadi pelopor meramaikan masjid atau musolla selama Ramadhan ini. Keterampilan guru dalam menyampaikan pesan kepada peserta didik juga dapat dilaksanakan kepada masyarakat atau jamaah masjid dan musolla. Para guru dapat membantu memberi pemahaman betapa besarnya manfaat dan pahala berjamaah dalam bulan Ramadhan ini. Jangankan amal wajib, bahkan amalan sunat saja akan mendapat ganjaran pahala bagaikan melaksanakan amalan wajib selama Ramadhan. Apalagi melaksanakannya dengan berjamaah di masjid atau musolla, pahala dengan kelipatan 27 kali berbanding tidak berjamaah, akan diperoleh juga. Alangkah baiknya guru jika mau dan mampu memberi motivasi kepada jamaah untuk memenuhkan masjid atau musolla.

Dengan demikian, istilah shof ekor tikus benar-benar dapat dihilangkan dari tradisi berjamaah umat Islam selama Ramadhan.***

969 total views, 1 views today


Harap login untuk Vote UP postingan ini.

About Author

M. Rasyid Nur

Menjadi guru (honorer) sejak tahun 1980, ketika masih mahasiswa. Selanjutnya menjadi PNS (aktif) sejak 1985 dengan SK TMT 01.03.1984 dan terus menjadi guru hingga sekarang. Insyaallah akan purna bakti pada 11.04.2017. Obsesi, "Berharap kehebatan murid melebihi kehebatan gurunya."

View all posts by M. Rasyid Nur →

Comments (6)

  1. Benar, sahabat Botaksakti (saya pakai brand yang top ini aja, boleh kan?) bahwa tradisi yang sama juga bisa ada di sekolah. Para guru dan siswa bisa saja sangat bergairah di awal-awal tahun pelajaran tapi mulai kendur semangatnya di pertengahan atau di ujung tahun. Seharusnya kejadian di solat tarwih ini perlu dijadikan refleksi diri oleh para sahabat guru lainnya. Salam.

  2. Terimakasih pak M. Rasyid Nur atas sharingnya. Mudah-mudahan tidak ada lagi tarawih ekor tikus seperti apa yang telah disampaikan oleh bapak. Kita saling mendoakan saja semoga semuanya diberikan kekuatan, ditingkatkan keimanan dan ketaqwaannya kepada ALLAH SWT dalam menjalankan ibadah, khususnya di bulan Ramadhan ini. Amin ya Ra.

    Salam hormat..,

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar