4

Tantang-menantang Guru dan Siswa: Sebuah Pembelajaran Ideal (+2)

Mang Ugit August 4, 2012

Pengantar

Setiap masalah bisa dipandang sebagai hambatan ataupun tantangan. Tergantung bagaimana kita memandangnya. Begitu juga yang terjadi dalam pembelajaran. Nah, apa jadinya kalau guru dan siswa salingtantang dalam institusi pendidikan?

 

Masalah: Tantangan atau Hambatan?

Dalam kegiatan pembelajaran, baik siswa maupun guru akan selalu menemukan masalah. Apakah masalah itu masalah-masalah klise yang pasti ada ataupun masalah-masalah baru yang aktual mengikuti perkembangan teknologi dan informasi. Masalah-masalah ini jika dipandang sebagai penghambat, maka pada umumnya akan berusaha dihindari sedapat mungkin. Berbeda jika masalah-masalah ini dipandang sebagai tantangan. Siswa dan guru yang memandang masalah-masalah ini sebagai tantangan akan berusaha semaksimal mungkin untuk menghadapi dan mencari penyelesaiannya.

Masalah-masalah klise yang dihadapi guru biasanya berkisar tentang keaktifan (baca: kemalasan) siswa, kecurangan dalam ujian, dan perkelahian pelajar. Sedangkan masalah-masalah lain yang sejalan dengan perkembangan teknologi dan informasi biasanya berkaitan dengan dunia maya atau internet. Permasalahan semacam itu misalnya pemanfaatan internet yang tidak pada tempatnya juga penggunaan gadget elektronik untuk hal-hal yang tidak seharusnya.

Namun begitu, guru bukanlah satu-satunya pihak yang mendapat masalah. Siswa pun sama 'menderitanya' dengan guru. Masalah-masalah klise yang biasanya ditemui siswa adalah (lagi-lagi) keaktifan (baca: kemalasan) guru, arogansi guru, ketidaknyamanan suasana belajar, dan motivasi diri. Sedangkan untuk siswa yang tingkat literasi komputernya rendah, pengoperasian komputer seringkali menjadi masalah utama dalam pembelajaran. Padahal, untuk saat ini keahlian komputer adalah suatu yang mutlak untuk dimiliki oleh siswa.

Masalah-masalah tersebut bagi guru maupun siswa pada umumnya lebih sering menjadi hambatan daripada tantangan. Alhasil, guru dan siswa dengan mudahnya saling menyalahkan. Guru akan menyalahkan kemalasan siswa, sedangkan siswa akan menyalahkan metode mengajar guru yang tidak menarik. Jika masing-masing menyadari ini sebagai tantangan, maka akan terjadi suasana 'salingtantang' yang positif dalam suasana pembelajaran.

 

Bagaimana Guru dan Siswa Salingtantang?

Tidak ada aturan baku untuk menciptakan suasana salingtantang dalam pembelajaran. Yang perlu diingat oleh masing-masing pihak hanyalah bagaimana membuat pihak lain merasa tertantang dengan memberikan respon positif.

Sebagai gambaran, jika dalam sebuah kelas terdapat siswa-siswa yang malas belajar, maka guru bisa saja membuat sebuah aktivitas yang mengharuskan semua siswa berpartisipasi. Alternatif lain, guru bisa menunjuk beberapa perwakilan siswa untuk memimpin teman-temannya yang lain dalam pemecahan masalah. Pada awalnya, beberapa siswa mungkin akan merasa terbebani. Namun, dengan bimbingan penuh guru dan teman sebayanya, mereka akan merasakan kebanggaan bisa memecahkan masalah pada akhirnya. Inilah yang akan menjadi modal awal.

Sebaliknya, jika siswa menemukan metode mengajar guru yang tidak menarik, berikanlah sesuatu yang aktual (informasi terkini) tentang materi yang sedang dibahas kepada guru dan mintalah untuk menjelaskannya. Alternatif lain, siswa bisa meminta guru untuk menggunakan fasilitas sekolah seperti ruang praktik (lab), perpustakaan, ruang komputer, atau ruang multimedia untuk kegiatan pembelajaran berikutnya. Jika guru tersebut memiliki dedikasi, ia akan berusaha memenuhi permintaan siswanya selama itu tidak bertentangan dengan prinsip pendidikan. Penampilan awal dengan cara baru mungkin tidak akan terlalu banyak berbeda. Namun, seiring dengan pengalaman, guru tersebut akan menemukan kepuasan tersendiri dalam menyajikan pembelajaran yang menyenangkan.

Pada akhirnya, jika guru dan siswa salingtantang, saling merasa tertantang, dan saling menjawab tantangan, maka yang akan terjadi adalah sebuah pembelajaran yang ideal. Sebuah suasana yang dirindukan guru dan siswa.

1,578 total views, 2 views today


Harap login untuk Vote UP postingan ini.

Comments (4)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar