4

Tali Kehidupan (+2)

Ninik Febriani May 11, 2013

Hari pertama masuk setelah seminggu tak bertemu dengan siswa/i ku . Ada rasa kangen untuk bertemu dengan mereka . Dan hari ini aku berencana membahas tentang tali . Saat masuk mereka sudah langsung menagih…permainan bu…permainan bu…Aku hanya tersenyum melihat antusias mereka untuk bermain.Aku merasakan suasana yang tidak mendukung karena harus mengajar di jam terakhir dalam kelas yang luar biasa panasnya. Kegiatan belum ku mulai aku bertanya dahulu tentang kegiatan mereka selama libur 1 minggu. Kembali mereka bersahutan mengatakan enak libur tapi juga ada tidak enaknya karena gak diberi uang jajan. Aku membagi mereka dalam beberapa kelompok yang terdiri dari beberapa siswa. Setelah itu aku memberi seutas tali yang sudah aku ikat tak beraturan, aku katakan uraikan tali tersebut. Lakukan dengan baik. Anggaplah tali tersebut sebagai masalah yang sedang kalian hadapi . Selesaikan masalahnya dan jangan buat masalah baru atau menghindari masalahnya. Dari 4 kelompok yang ada , ada 2 kelompok yang dapat mengurai tali tersebut dengan sangat baik, berdasarkan pengamatan 2 kelompok itu benar-benar bekerja sama dan saling menghargai untuk mencari ujung tali . Tidak ada yang memerintah atau berperilaku sok tau dan mendominasi. Semua mampu menahan diri untuk tidak menyinggung perasaan teman-temannya.Hal seperti inilah yang seringkali tidak disadari saat kita sedang menyelesaikan suatu kegiatan , kita lupa untuk bekerja sama dan saling mendukung. Kita ingin selalu bisa sendirian. Dalam pengamatan ku , kekurangan kami sebagai pendidik adalah kami sering kali mengajar siswa untuk berprestasi
” sendiri” . Kami kurang mengajarkan bagaimana bekerja sama membangun kebersamaan. Dari seutas tali rafia aku mendapat banyak pelajaran berharga. Karena aku juga sering mengamati kegiatan yang dilakukan oleh lembaga/instansi besar saat mereka ingin membangun team work yang tangguh yang dilakukan adalah mengajak para karyawannya untuk melakukan kegiatan outbound, saat kegiatan berlangsung mungkin semua dapat berjalan dengan baik tetapi akan bertahan sampai kapan karena kegiatan itu hanya insidental kurang menyentuh pada subtansi yang tepat.Sebagai guru saya jadi mulai berpikir…ada hal yang harus dibenahi dari sistem pendidikan yang ada . Sistem yang mengajarkan untuk bekerjasama , gotong royong bukankah itu kalimat yang selalu didengungkan di telinga kita saat aku masih sekolah dulu. Bangsa kita adalah bangsa yang selalu bergotong royong…???kemana itu sekarang ya??

1,200 total views, 1 views today


Harap login untuk Vote UP postingan ini.

Comments (4)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar